My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
53. Aku cinta bapak


__ADS_3

...Cinta mu padaku benar-benar tidak membuat aku mengerti. Tapi aku bisa merasakan indahnya, harumnya, syahdunya hingga membuatku merasa begitu istimewa....


...🌺Selamat membaca🌺...


Kini Zanna sudah kembali sampai di rumah seperti janji pak Ardi sebelumnya, meskipun pak Ardi tidak berada di sekolah sampai siang, pak Ardi menjemputnya tepat waktu.


Zanna masih tidak bisa memahami kenapa pak Ardi sampai rela kehilangan pekerjaannya demi dirinya.


Sepanjang perjalanan pulang, Zanna tidak mampu menahan tangannya untuk tidak memeluk sang suami. Sna sepertinya pak Ardi tidak mempermasalahkan hal itu.


Menurut Zanna apa yang dilakukan pak Ardi hari ini sangat romantis. ingin rasanya serakah untuk bisa memiliki pak Ardi seorang.


"Kira-kira boleh apa enggak ya?" gumam zanna bahkan tidak berniat melepaskan tangannya dari pinggang sang suami meskipun motor sudah berhenti.


"Apa?"


Zanna begitu terkejut saat menyadari bahwa dia melafalkan apa yang seharusnya hanya berada di angannya saja,


"Hahhh?" dengan cepat Zanna menarik tangannya dan menjauhkan pipinya dari punggung sang suami.


"Kok bengong sih?" tanya pak Ardi.


Tanpa menjawab Zanna pun turun dari motor dan melepaskan helmnya, ia pun menggelengkan kepalanya.


"Nanti saja pak aku kasih tahu." ucap Zanna malu-malu.


"Baiklah, tapi jangan lupa ya. Kamu berhutang sesuatu padaku."


"Apa?"


"Nanti saja di dalam."


Karena pak Ardi sudah mengatakan hal itu, Zanna pun segera masuk. Mengganti seragamnya dengan baju rumahan, kaos oblong dengan celana pendek sebatas lutut.


Pak Ardi juga sudah berganti pakaian, ia melepas jaket dan kini tinggal kaos berwarna putih dan celana sebatas lutut, sepertinya hari ini pak Ardi tidak berniat untuk pergi ke mana-mana lagi.

__ADS_1


Tok tok tok


Pak Ardi mengetuk pintu kamar karena memang selama ini mereka masih tidur di tempat yang terpisah, pak Ardi memilih tidur di ruang kerjanya sedangkan Zanna tidur di kamar seorang diri, hanya kadang-kadang saat Zanna merasa takut saja pak Ardi akan menemani Zanna hanya sampai tertidur.


Bukan apa-apa, karena pak Ardi masihlah laki-laki normal. Ia khawatir jika berada dalam satu ranjang dengan Zanna ia tidak bisa mengendalikannya.


"Pak Ardi, ada apa?" tanya Zanna sambil membuka pintu.


"Boleh aku masuk?"


Zanna pun mengangukkan kepalanya.


Pak Ardi pun segera masuk dan duduk di atas tempat tidur, Zanna pun menyusul pria itu dan berdiri di depannya.


"Ada apa pak?"


"Hanya ingin menangis sesuatu."


"apa?"


"Yang mana?" Zanna terlihat tengah berpikir keras.


"Tadi sepertinya ada yang mau memeluk saya sih kalau nggak salah."


Tiba-tiba pipi Zanna memerah, senyumnya tidak mampu ia tahan lagi. Demi menutupi rasa malunya, Zanna mengalihkan wajahnya ke tempat lain sedangkan pak Ardi segera berdiri.


"Serius nggak mau peluk?" tanya pak Ardi lagi.


Srekkkk


Tapi pak Ardi begitu terkejut saat tiba-tiba Zanna berhambur memeluknya hingga tubuh pak Ardi sedikit terhentak ke belakang beruntung ia cukup siaga hingga mereka tidak sampai terjengkang ke belakang.


"Aku cinta sama pak Ardi!" ucap Zanna membuat pak Ardi menarik tubuh Zanna hingga menyisakan jarak di antar mereka, kedua tangan pak Ardi mencengkeram lembut di lengan atas Zanna.


"Coba katakan sekali lagi!" perintah pak Ardi.

__ADS_1


Zanna pun memejamkan matanya, kemudian menghela nafas agar detak jantungnya bisa sedikit teratur.


Maaf aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi ...., ucap Zanna dalam hati. Beberapa hari, atau Minggu ini ada perasaan yang berbeda yang ia rasakan pada pria yang berstatus sebagai suaminya itu, awalnya Zanna tidak mengerti apa arti dari semua ini hingga ia menyadari jika ia tidak bisa berada jauh dari pria dewasa itu.


"Zanna cinta sama pak Ardi."


Mendengar pengakuan dari Zanna, pak Ardi malah tampak terbengong. Ia tidak percaya akhirnya Zanna mengatakan hal itu.


Pak Ardi malah melepas lengan Zanna dan kemudian berbalik, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Zanna membuat Zanna tidak mengerti.


"Pak mau ke mana?"


Pak Ardi berhenti tepat di ambang pintu, tapi ia tidak berbalik,


"Sebentar, ada yang harus aku lakukan."


Zanna menghela nafas dan menghempaskan bokongnya di atas tempat tidur,


"Entah apa yang ia pikirkan tentangku,"


"Apa mungkin pak Ardi mengira aku sedang bercanda? Atau pak Ardi tidak punya perasaan yang sama dengan yang aku rasakan?"


"Tapi semua perlakukan selama ini padaku, apa sama sekali tidak ada artinya, hanya sekedar tanggung jawab saja?"


Karena lelah berpikir, Zanna pun memutuskan untuk tidur siapa tahu setelah bangun nanti dia akan melupakan semuanya dan menganggap ia tidak pernah mengatakan hal itu pada pak Ardi.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2