My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
BAHAGIA BERSAMA MU


__ADS_3

"Kak? makasih ya? " tangis haru menyelimuti ku.


"Udah gak usah nangis lagi, maafin kakak ya?membuat mu terlarut dalam kesedihan"


"Iya kak" pak Zan mengusap lembut air mataku.


Aku bahagia. Malam ini semua kumpul di sini. Ibu dan Laili yang katanya pergi arisan ternyata disini. Toni yang menghilang dari pagi juga ada di sini. Fulan selama ini tak ada kabar ternyata juga terlibat membantu pak Zan dalam menyusun acara ini.


Semua guru-guru hadir di sini. Semua teman-teman juga ada... Sungguh kebahagiaan yang sangat luar biasa yang belum aku dapatkan selama ini. Atas perjuangan dan kepahitan akhirnya berbuah manis. Hari ini Allah membalas semua rasa tangis, kecewa dan sakit ku menjadi sebuah tangis haru kebahagiaan.


Mamah, papah, eyang... tersenyum bahagia melihatku dengan pak Zan tersenyum bahagia. Kafi dan Tafi yang sudah bersandiwara demi kelancaran acara ini. Semua sudah larut dalam meja masing-masing,menikmati Dinner yang romantis yang di iringi musik yang syahdu.


"Tafi...!!! " teriak ku saat Tafi melewati mejaku.


"Iya mbak... " aku memeluknya dengan reflek.


"Eh... " Tafi diam tak bergeming menyikapi perlakuan ku. Aku melepaskan pelukanku dan memegang pundaknya.


"Terima kasih ya? berkat kamu aku ada di sini. Terima kasih... "


"Mbak? " ucap lirih Tafi. Dia sudah tak nyaman karena pak Zan sudah memandangi nya dengan tajam.


"Ehem... " dehem pak Zan.


"Eh maaf... maaf... " ucapku.


"Khusus hari ini kamu boleh dekat dengan istri kakak sebagai ucapan terima kasih. Untuk selanjutnya no...!!! " jelas pak Zan.


"Hist... iya bawel... " Tafi pergi berlalu meninggalkan ku.


Aku kembali duduk, menemani pak Zan menikmati makan malam romantis.Aku tak pernah menyangka pak Zan yang tegas dan cengeng ini bisa seromantis ini.Ya aku pikir dia hanya jago gombal aja ternyata bisa romantis sesuai tindakan.


Pak Zan mendekatkan kursinya di sisiku. Merangkul pundak ku dan mengecup mesra keningku.


"I love you sayang... " ucap pak Zan


"I love you more my teacher" pak Zan mengusap lembut kepalaku.


"Ehem... ehem... bisa di lanjutkan nanti lagi kan kemesraan nya? "


Aku menoleh mencari sumber suara itu. Ku lihat dari ujung kaki sampai ujung kepala. Wanita cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna merah menyala dan lengan pendek. Meski dandanannya natural sudah terlihat begitu anggun nan cantik jelita bagai kan seorang gadis SMA, apalagi dengan rambut panjang yang ikal bergelombang berwarna coklat menambahkan kecantikan nya. Tak terlihat seperti seorang guru. Wanita berusia 30 tahun itu nampak lebih muda dari usianya. Bahkan jika dia jalan sendiri masih di kira lajang. Ya meski perutnya sudah membuncit tetap saja auranya terpancar membuatku semakin iri saja.


Dia tak sendiri dia datang bersama seorang lelaki yang tak kalah tampan dari pak Zan.Mengenakan jas berwarna merah senada dengan baju bu Mano dan kemeja hitam berdasi warna merah juga. Dengan kaca mata menambahkan kewibawaan nya seorang dokter muda.


"Hai? " sapa bu Mano.


Aku dan pak Zan berdiri menyambut kedatangan mereka. Aku bersalaman dengan bu Mano dan suaminya tak lupa mengecup tangan mereka dengan takdzim.


"Fauzan?maafin gue ya? " bu Mano memeluk pak Zan dengan rasa bersalah.

__ADS_1


"Iya nggak masalah No" pak Zan mengelus punggung bu Mano dengan iba.


"Makasih ya? emang lo itu sahabat terbaik gue" bu Mano melepaskan pelukannya.


"Tsania Marwa? " bu Mano memandangi dengan tatapan sendu.


"Maafin ibu ya sayang? maaf banget... gara-gara ibu kamu harus merasakan sakit dan kecewa" bu Mano memelukku dengan Isak kan tangis.


Aku membalas pelukannya.


"Tsania udah maafin ibu kok, sudah ya bu jangan nangis lagi. Yang lalu biarlah berlalu kita ambil baiknya saja" jelas ku.


"Fauzan, kamu beruntung bisa memliki istri sebaik dan se sholehah seperti dia . Jaga dan sayangi dia ya? jangan pernah kau menyakitinya" ucap bu Mano sembari mengusap air matanya.


"Iya, thanks ya No" pak Zan mengelus pundak bu Mano.


"Oh iya selamat ya buat kalian sakinah, mawwadah dan warrahmah" sahut kak Dion.


"Iya makasih ya bro" pak Zan menepuk pundak kak Dion.


"Oh iya Yon, No silakan di nikmati makanannya"


"Iya makasih. Tapi sebelum itu gue mau ngasih lagu sebagai hadiah buat kalian" ucap bu Mano.


"Iya ijinkan kami mempersembahkan sebuah lagu untuk kalian" sahut kak Dion dengan menggandeng mesra istrinya.


"Ok, gue sudah rindu dengan suara kalian"


"Halo selamat malam, selamat menikmati makan malamnya ya? saya dan istri saya Manohara mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk sahabat tercinta ku Qairul Fauzan. Lagu ini aku persembahkan untuk kalian yang sedang kasmaran. Selamat menikmati" ucap Dion.


KAULAH TAKDIR KU


Pernah kulihat lukisan cantik


Tujuh bidadari dari langit


Namun saat kulihat dirimu


Cantikmu mengalahkan semua


Pernah ku baca puisi raja


Syairnya indah getarkan rasa


Namun saat namamu disebut


Ku tergetar jiwa penuh rasa


Tuhan yang berikan rasa cinta

__ADS_1


Rasa kasih sayang


Buat apalah susah cari ke sana kesini


Sudah didepan mata kamulah takdirku


Tuhan ciptakan aku


Tuhan ciptakan kamu


Kita berdua di izinkan bersama dan bersatu


Selamanya


Seperti embun mengerti pagi


Seperti ombak paham samudra


Kita yang beda tlah disatukan


Dengan kekuatan cinta kasih


Jadilah kisah ini abadi


Kamulah takdirku


Seperti embun mengerti pagi


Seperti ombak paham samudra


Kita yang beda tlah disatukan


Dengan kekuatan cinta kasih


Jadilah kisah ini abadi


Kamulah takdirku…


Sumber: Musixmatch


Semua terpesona dengan suara kak Dion dan bu Mano. Suara yang begitu lembut mampu menghipnotis semua para undangan. Bahkan aku tak henti-hentinya berderai air mata. Bukan karena sedih melainkan tangis haru bahagia.


Benar kata pak Zan kalau suara mereka benar-benar merdu sekali. Dulu mereka pernah membuat band semasa masih kuliah. Dan bubar karena masalah tertentu.


**Terima kasih teruntuk semua pembaca setiaku.Author nggak pernah nyangka bisa sampai ke episode 70.Ini semua berkat dukungan kalian juga. Terima kasih yang sudah komen juga karena komen-komen kalian author bisa semangat dan mampu mendapatkan ide-ide yang baru.


Dulu author awal membuat novel ini berpikir kalau akan hanya sampai episode 30 eh nggak taunya bisa sampai ke 70.Terima kasih sekali lagi. Mohon dukungannya lagi ya agar bisa melanjutkan novel ini menjadi lebih seru lagi.


Kalau ini lanjut masih ada yang nunggu nggak ya? Mohon di jawab di komen ya? Terima kasih.

__ADS_1


I love you all. 🤗**


__ADS_2