My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
PERHATIAN DARI MAMAH


__ADS_3

"Tsania sayang, maafin mamah yah? "


"Maaf apa sih mah? mamah kan gak salah" aku berpura-pura lupa atas semua kejadian angkuh mamah. Aku benar-benar nggak percaya mamah bisa kembali lembut seperti dulu lagi.


"Mamah tahu kamu tertekan tapi kamu nggak pernah perlihatkan itu" aku terdiam mendengar penjelasan mamah.


"Maafin mamah yah? mamah sudah salah menilai kamu,mamah sudah terlalu egois sama kamu"


"Sudah mah, mamah gak salah kok" sahutku dengan memegang tangan mamah untuk menenangkan nya.


"Makasih ya sayang?besuk mau nggak ikut mamah? "


"Kemana mah? "


"Ke klinik nanti ada Tafi juga kok"


"Ok deh, tapi Tsania ijin kak Irul dulu ya mah? "


"Iya tenang aja kalau mamah yang ajak pasti di bolehin"


"Iya deh mah"


"Gimana keadaan kamu sayang? "


"Sudah enakan mah, alhamdulillah ada Tafi jadi Tsania bisa kembali enakan lagi"


"Syukurlah kalau begitu. Kalau ada apa-apa bilang mamah yah? biar mamah periksa"


"Iya mah"


"Makan malam dulu yuk? "


"Nggak usah mah, duluan aja Tsania mau nunggu kak Irul"


"Dia kemana sih kok tumben belum pulang"


"Tadi pagi sih ke sekolah mah entah sampai sekarang kok belum pulang juga"


"Ya udahlah sekarang kita makan bareng aja nanti Irul biar nyusul" bujuk mamah sambil menarik tanganku.


Aku pun mengikuti nya dengan pasrah. Mamah menggandeng tanganku. Sampai di ruang makan sudah ada Tafi, Kafi dan papah.


"Lah gini kan enak lihatnya" oceh papah.


Aku dan mamah saling pandang dan tersenyum. Mamah mempersilahkan aku duduk di samping nya. Persis di depanku Tafi tersenyum sembari mengacungkan jarinya.


Mungkin ini semua ini berkat Tafi hingga mamah kembali menjadi baik. Apapun itu aku bersyukur sekali.


Semua makan dengan tenang tanpa ada suara. Terpancar raut muka mereka tampak bahagia. Papah yang selalu sumringah, mamah kembali tersenyum, Kafi yang biasanya angkuh dan cuek terlihat ceria dan Tafi selalu ada untuk ku. Mengingatkan ku pada Toni.


Aku rindu dengan Toni adik kecilku yang bongsor. Sudah lama rasanya aku tak bercanda dengannya.


Setelah semua selesai makan mbak Ning membersihkan meja makan. Seperti biasanya aku pun tak di ijinkan untuk ikut mencuci piring.


Papah dan mamah duduk di ruang tengah nonton acara di TV. Tafi dan Kafi masih duduk di meja makan dan aku duduk di sebelah mbak Ning menemaninya mencuci piring.


"Mbak sabun cuci piring nya ganti ya mbak? "


"Iya mbak"


"Hoek... hoek... " perutku rasanya mual mencium aroma sabun cuci piring itu.


"Kenapa mbak? " Tafi dan Kafi berlari menghampiri ku. Dan aku langsung lari masuk toilet meninggal kan mereka di dapur.


Setelah semua isi perutku keluar semua aku langsung membersihkan diri dan keluar dari toilet. Di depan toilet sudah ada si kembar dan mbak Ning.


"Kenapa mbak? " tanya mbak Ning.

__ADS_1


"Sakit banget perutku " jawabku. Badanku rasanya lemas sekali dan kepalaku terasa berat. Tafi dan Kafi menuntunku masuk ke dalam kamar.


Papah mamah yang ada di depan TV langsung ikut masuk kamar. Aku di baringkan si kembar di atas ranjang.


"Kamu masih sakit ya Tan? " tanya papah.


"Nggak tahu pah tadi juga nggak apa-apa "


"Ambilkan stetoskop mamah sayang" perintah mamah pada si kembar. Dan akhirnya si Kafi mengambil nya.


Setelah beberapa menit Kafi datang lagi dengan stetoskop. Mamah mulai memeriksa. Semua baik-baik saja tak ada keluhan saat mamah memeriksa. Hanya saja masih pusing dan sedikit mual.


Mamah menyentuh perutku tanpa membuka bajuku. Aku merintih kesakitan saat mamah menekan perutku.


"Ok, papah, Kafi ndan Tafi kalian keluar sebentar ya? ada yang mamah ingin obrolin sama Tsania soal cewek"


"Ok"


Semua sudah keluar tinggal aku dan mamah di kamar.


"Sayang? apa kamu punya riwayat maag? "


"Punya mah"


"Apa kalau lagi datang bulan kamu sering sakit perut? "


"Iya mah sakit banget di perut"


"Mungkin kamu mau datang bulan sayang. Di tambah lambung kamu bermasalah. Besuk kalau masih sakit mamah periksa sekalian ya? di USG biar sekalian tahu "


"Iya mah"


"Sekarang kamu istirahat aja ya? jangan banyak pikiran dan jangan telat makan"


"Iya mah makasih ya?, maafin Tsania jadi ngrepotin"


"Mamah... " aku terharu hingga meneteskan air mataku. Dan mamah mengusap tetesan air mata yang mengalir di pipiku.


"Sudah-sudah... kamu istirahat ya? " mamah mengelus punggungku.


"Iya mah.... "


Mamah mengecup keningku dan membaringkan ku. Tak lupa menyelimuti ku. Seutas senyuman terlontar dari bibir mamah sebelum beliau keluar dari kamar.


"Makasih ya Allah... ternyata buah dari kesabaran itu manis sekali"


Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam tapi pak Zan juga tak menunjukkan kabar apa-apa perasaan jadi tidak enak. Rasa khawatir mulai muncul di benak ku.


Aku meraih ponselku dari atas meja. Chat ku masih centang satu. Padahal aku terakhir chat itu pukul dua siang tadi. Ada apa sebenarnya?.


Hanya doa yang aku bisa panjatkan untuk pak Zan. Agar dia selalu dalam lindungan Allah.


Sementara itu di luar.


"Lain kali hati-hati ya sayang? " titah eyang. Pak Zan berjalan agak ter pincang-pincang setelah pulang dari rumah sakit.


"Assalamu'alaikum...!!! " teriak eyang.


"Waalaikumsalam... " mamah keluar membukakan pintu.


"Loh, ada apa ini...?!!! " tanya mamah kebingungan.


"Nggak apa-apa ayo masuk dulu" jelas eyang.


Pak Zan di papah oleh mamah dan eyang menuju ruang tengah seketika seisi rumah histeris melihat kondisi pak Zan yang banyak luka di kakinya. Kecuali Tsania yang mungkin sudah tertidur lelap di kamarnya.


"Sebenarnya ada apa? " tanya papah saat semua sudah hening.

__ADS_1


"Tadi itu mamah nyuruh Irul jemput mamah Run, kalau dia udah selesai urusannya di sekolah. Tapi nggak tahu kenapa dia malahan jatuh" jelas eyang.


"Jatuh sendiri mah? " tanya mamah.


"Iya, jatuh sendiri pas udah di depan mamah tadi. Untung mamah bisa naik motor kalau nggak gimana coba?. Terus mamah bawa ke rumah sakit, itu kakinya di jahit sedikit tadi" tambah eyang.


Pak Zan hanya diam tak bergeming. Wajahnya pucat pasi.


"Kamu sudah makan? " tanya mamah.


Pak Zan hanya menggeleng.


"Kamu lagi mikirin apa sih mas?Tsania? dia aman di rumah di baik-baik saja kok" jelas mamah lagi.


"Ya udah kamu istirahat di kamar nanti biar makanan nya di antar ke kamar"


Pak Zan berusaha berdiri dan saat Tafi ingin membantu pak Zan mengelak bantuan Tafi. Akhirnya eyang yang membantu pak Zan masuk kamar.


Kembali ke kamar.


Tok... tok...


"Tsania? "


Aku terbangun saat mendengar suara pak Zan. Aku langsung lari membuka pintu kamar dan memeluk pak Zan.


"Kakak dari mana aja sih?kenapa gak ngasih kabar" rengek ku.


"Au... au... " pak Zan meringis dan aku melepaskan pelukanku.


Aku tersontak melihat pak Zan yang penuh luka.


"Kakak kenapa??? " tanyaku penuh khawatir.


"Nggak apa-apa sayang cuma luka dikit" jelas pak Zan sembari mengelus puncak kepalaku dan mencium keningku.


"Eyang, sudah sampai sini saja ya? dan terima kasih banyak. Tolong bilang ke mamah makanan nya gak usah di bawa ke kamar"


"Beneran gak apa-apa? "


"Iya eyang"


"Ya udah istirahat yah. Cepat sembuh"


"Iya eyang makasih" eyang pergi setelah memastikan pak Zan dalam dekapan ku. Pak Zan menutup pintu kamar dan menguncinya.


Aku menuntun pak Zan ke atas ranjang. Mengambil tas ransel dari punggung nya dan meletakkan di lemari. Aku segera membaringkan pak Zan.


"Kakak? " tanya ku saat melihat lutut pak Zan di perban. Celana nya robek begitu lebar di bagian lututnya membuatku ngilu melihatnya.


"Iya sayang? " pak Zan beranjak dari baringan nya dan duduk di sandaran ranjang.


"Sakit banget ya? "


"Nggak kok, sini sayang" pak Zan menyuruhku duduk di samping nya.


Pak Zan memelukku dan mencium kening ku.


"Selama ada kamu di sini semuanya akan baik-baik saja. Rasa sakit ku tidak seberapa di bandingkan dengan kehilangan mu"


"Kakak ngomong apa sih? "


"I love you sayangku" ucap pak Zan sembari mengelus pipiku.


Hay... pembaca setiaku.. gimana nih puasanya semoga lancar yah? belum ada yang bolong kan?. Syukurlah....


Jangan lupa kalau kalian suka di vote, like dan coment yah?. Maaf yah telat terus up nya soalnya author lagi ngerjain novel lainnya.

__ADS_1


AKU INGIN BAHAGIA dan MENJADI ISTRI KE DUA. Di baca ya? di like yang banyak dan di komen.... Terima kasih.. semoga Allah selalu membalas kebaikan kalian dengan rejeki yang berlipat ganda. Aamiin... 🙏🙏🤗😘


__ADS_2