
Ikhlas itu memang sulit tapi belajar menjadi ikhlas apa salahnya?ikhlas itu berat tapi buah dari ikhlas adalah sebuah kejutan manis yang di hadiahkan dari Tuhan.
Suasana rumah masih berduka apalagi di dukung oleh cuaca yang masih mendung. Pagi hari yang seharusnya cerah kini mendung di iringi gerimis kecil membasahi bumi.
Sisa kesedihan masih tampak menemani kita semua. Hingga membuat malas untuk beraktivitas. Mamah dan yang lainnya sudah tak nampak isakkan tangisnya tapi raut kesedihan masih terlihat jelas di wajah mereka.
"Mah?" kupeluk mamah dari belakang yang terdiam diri di kamar Tafi menatap semua foto-foto di sana.
"Sayang?" mamah mengelus pipiku.
"Tafi anak baik ya mah? terbukti kemarin banyak banget yang mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya"
Mamah tersenyum mengelus-ngelus rambutku yang tak ku balut dengan hijab. Rambut ikal bergelombang ku ikat dengan rapi.
"Banyak yang kehilangan Tafi ya mah?karena dia benar-benar anak baik. Tanpa kita ketahui pun dia sering menyantuni banyak orang. Tsania bangga banget mah. Hiks...hiks..." tiba-tiba air mataku menetes tak bisa ku bendung lagi. Apalagi teringat kemarin banyak tetangga dan kepala panti asuhan mengungkapkan kalau tiap bulan sering di beri santunan oleh Tafi.
Mereka merasa kehilangan dan masih tidak percaya jika Tafi pergi secepat itu.
"Terima kasih ya nak?kamu sudah membuat Tafi bahagia"
"Maksud mamah apa?" ku beralih duduk di samping mamah.
"Tafi sering cerita kok, dia benar-benar bahagia bisa ketemu kamu lagi,bisa membuat kamu tersenyum lagi dan bisa mengukir kenangan bersama kamu. Hiks...hiks...seti...dak...nya dia sudah mera..sakan cin.. ta...nya di balas...hiks...hiks...." isak mamah penuh rasa sakit.
"Mamah tahu semuanya?"
"Iya..."
"Maaf ya mah?"
"Kenapa kamu minta maaf?mamah seneng kamu sudah mau membahagiakan Tafi. Apalagi kamu mau menerima kado dari dia"
"Kado apa mah?"
"Mobil... saat dia ulang tahun. Satu permintaan darinya . Minta di belikan mobil untuk mu, itu aja"
"Kapan mah Tafi ulang tahun?"
"Tepat saat kamu launching toko baju kamu"
"Serius mah?"
Semakin sakit saat tahu kenyataan yang pahit itu. Segitu besar pengorbanan Tafi untukku. Cinta yang tulus dan begitu besar untukku.
Aku hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa lagi. Mengapa semua terungkap saat dia sudah tidak ada lagi di dunia ini?sakit sekali.
Aku tahu orang baik pasti di sayang Allah. Dan itu pasti nya salah satu alasan Allah memanggilnya lebih cepat.
Sakit sekali, ingin ku peluk erat tubuhnya saat dia masih ada kemarin.
"Aku rindu Tafi mah..." mamah memeluk ku sangat erat. Dan terdengar jelas getaran di hatinya menahan kesedihan.
"Maafin Tsania ya mah?Tsania sudah mencintai Tafi. Maaf mah....hiks...hiks..."
Mamah hanya terdiam dalam tangisnya.
Rasanya baru kemarin aku menikmati kebersamaan bersama Tafi.
"Nak?kemarin sebelum Tafi berangkat ke Jogja dia memberikan ini pada mamah. Katanya untuk kamu" Sebuah flashdisk dan ku putar di laptopnya Tafi.
__ADS_1
Sebuah video menampilkan Tafi memetik gitarnya menyanyikan sebuah lagu.
Sisa Rasa
Lagu Mahalini
Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah
Anug'rah cinta yang pernah kupunya
Kau buatku percaya ketulusan cinta
Seakan kisah sempurna 'kan tiba
Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang
Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama
Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)
Seakan semua tak mungkin menghilang (menghilang)
Kini hanya kenangan yang t'lah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)
Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya
Oh, masih tersimpan
Setiap kеnangan, ho-wo-wo-oh
Semua cinta yang kau beri
Kau takkan terganti
__ADS_1
Mеngapa masih ada (masih ada)
Sisa rasa di dada (rasa di dada)
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
(Tanpa hadirmu, sayang?)
Tuhan, sampaikan rindu untuknya
Sampaikan rinduku untuknya
Sumber: Musixmatch
Penulis lagu: Tintin / Mahalini
Semua foto-foto saat kita bersama di tampilkan dengan lengkap. Membuat hatiku semakin hancur berkeping-keping.
"Tsania Marwa, aku mencintaimu. Aku ingin membahagiakan mu" dalam video Tafi membuka sebuah kotak merah berisi cincin dan di tunjukkan di depan kamera.
"Cincin itu mana mah?"
"Entah mamah nggak tahu,Tafi belum cerita"
Kenapa sih Taf, harus air mata yang kau tinggalkan untukku? seharusnya lagu itu aku yang nyanyi untuk kamu. Bukan kamu.
"Mah, Tsan...." pak Zan masuk kamar lalu duduk di sebelah mamah.
"Maafin Irul ya mah...." pak Zan memeluk mamah dari samping.
"Mas Irul?mas nggak salah kok mamah yang salah" mamah membalas pelukan erat pak Zan.
"Tapi mah..."
"Udah, mamah udah tahu semua tentang rumah tangga kamu. Tafi udah cerita semuanya ke mamah. Selama ini mamah hanya diam memperhatikan dan mendoakan yang terbaik buat kalian"
"Dari sini Irul bisa belajar mah, belajar dari kesetiaan Tafi dan ketulusannya. Meski berkali-kali di cintai banyak wanita ia tetap setia pada satu wanita. Bahkan sampai ajalnya pun dia tetap mampu mempertahankan itu"
"Sebelum semua terlambat perbaiki semuanya, kalau sudah tiada seperti Tafi sudah tidak bisa kita bahagia kan lagi. Sayangi Tsania selalu seperti esok adalah hari terakhir mu"
"Iya mah" mamah mengelus rambut pak Zan. Aku terdiam di samping mamah.
"Kalian itu sudah di takdir kan Allah untuk berjodoh. Apapun itu, meski dengan sekeras apapun Tafi berusaha tidak bisa membuat kalian terpisah. Tafi memang berniat melamar dan menikahi Tsania. Karena dia sudah cerita ke mamah kalau kalian mau berpisah"
"Selama ini mamah bingung,hanya bisa diam dalam doa. Ternyata dalam skenario Allah Tafi tidak di ijinkan menjadi penghalang rumah tangga kalian. Sebesar apapun masalah kalian. Cobalah kalian duduk berdua bicara dari hati ke hati"
"Oh ya mas Irul, Tafi pernah cerita ke mamah. Tentang mengapa mas bisa tega menduakan Tsania yang baik hati ini? sedangkan Tafi saja sangat sulit mendapatkan wanita seperti dia lagi" mamah menggenggam tanganku.
"Maaf mah, Irul khilaf.... sebenarnya Irul juga tak ada niatan buat duain Tsania. Tapi entah mengapa Irul yang bodoh bisa senekat ini"
"Sekarang perbaiki semuanya. Kepergian Tafi bisa kita ambil hikmah nya. Jaga dan sayangi orang di sekeliling kita sebelum mereka kembali ke pangkuan Illahi.Jangan sampai kita sakiti sedikit pun itu" ujar mamah yang tegas. Beliau kembali dengan tegar menutupi segala kesedihan nya.
"Disini mamah nggak bela siapa-siapa. Kamu dan si kembar adalah anak mamah semua nggak ada bedanya. Mamah nggak ingin dengar lagi di antara kalian saling ada pertengkaran lagi"
"Iya mah maafin Irul yah?"
"Kalian harus janji jangan sampai berpisah. Kalau kalian berpisah berarti kalian menyakiti hati mamah. Dan satu lagi kamu mas Irul, ingat ya?jangan pernah sekalipun kamu menyakiti Tania lagi jika iya maka kamu juga menyakiti Tafi. Dia kesayangan Tafi maka dari itu jaga dengan baik mutiara yang berharga ini"
__ADS_1
"Iya mah. InsyaAllah Irul janji"
Bukan karena pak Zan aku luluh, melainkan kasih sayang mamah hatiku luluh. Dan perjuangan Tafi yang ingin membuat ku bahagia. Aku harus bisa bahagia. Demi kamu Tafi. Lelaki yang baik hati.