My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
HADIAH UNTUK MU


__ADS_3

"Assalamu'alaikum... "


"Waalaikumsalam...eh kembar apa kabarnya? "


Aku segera keluar dari warung ibu setelah melayani beberapa pembeli membeli kebutuhan mereka.


"Ayok masuk dulu mbar" Tafi bersalaman dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Ada apa?kok tumben kesini gak ngasih kabar? "


"Aku ada perlu sama mbak Tan, mau kan kalau mbak Tan nolongin aku? "


"Maksud kamu mbar? "


"Aku Tafi mbak... " jawab Tafi dengan kerutan di keningnya tanda tak suka.


"Eh iya Taf, maksud kamu tolongin apa? "


"Aku ada acara prom night mbak, dan temanya harus membawa pasangan. Aku bingung harus ngajak siapa aku kan gak punya pacar. Kalau Kafi sudah punya pasangan"


"Tapi mbak lagi jaga warung ibu. Ibu pergi katanya ada arisan sama ibu-ibu. Di antar Laili tadi. Kalau Toni nggak tahu udah gak kelihatan dari tadi pagi"


"Please mbak tolong aku ya? " rengek Tafi lagi.


"Tapi apa kamu sudah ijin kak Irul? "


"Sudah, dia mengijinkan kok"


"Yang bener? "


"Iya mbak suer deh" Tafi mengacungkan kedua jarinya untuk menyakinkan ku.


Cukup lama aku bercakap dengan Tafi.Aku bingung dan takut jika Kak Irul tahu pasti akan marah. Karena aku tahu kak Irul itu cemburuan. Meski sama adik sendiri. Tapi tadi sih ibu bilang suruh nutup warung aja kalau sudah siang karena ibu akan pulang sore. Dan pagi sekali usai sholat subuh kak Irul juga pamitan ada keperluan mendadak.


Aku chat gak di balas aku telpon nggak di angkat. Aku takut pergi tanpa seijin kak Irul, dia bakalan murka. Akhirnya setelah Tafi menyakinkan ku. Aku segera menutup warung ibu dan segera masuk lagi berganti baju. Mengganti dengan celana jeans dan long tunik berwarna biru muda senada dengan pashmina nya. Tak lupa meraih sling bag ku isi dengan ponsel, beberapa alat make up dan tisu kering.


"Kak nggak usah dandan Tafi udah nyewa tukang make up...! " teriak Tafi.


Aku segera keluar dan menemui Tafi lagi.


"Nanti langsung di dandani kok mbak Tafi udah nyewa tukang make up. Kita langsung ke hotel aja Tafi udah pesan satu kamar" jelas Tafi.


Aku menghentikan langkahku mengernyitkan dahi. Seperti ada yang mengganjal di hatiku. Tafi menyadari itu.


"Jangan berpikir negatif mbak,Tafi nggak bakalan macam-macam. Nanti kalau pas mbak didandani aku di luar aja deh biar mbak gak curiga"


"Hehehehe iya-iya adikku yang paling manis" ku pegang pundak nya saat berjalan di depanku.


Ya meski aku dan dia seumuran tapi aku sudah menganggap dia seperti Toni. Anak kecil yang belum dewasa.


Perjalanan menempuh 30 menit. Di sana aku langsung di ajak Tafi masuk dari pintu belakang. Entah katanya biar cepat sampai. Meski agak sedikit curiga.


Sampai di hotel aku mengajak sholat dzuhur dan Tafi pun mengimami sholat disiang ini. Usai sholat aku meminta ijin sama Tafi untuk keluar buat jalan-jalan karena aku takut harus menunggu lama yang hanya berduaan dengan Tafi saja.


"Mbak mau kemana? "


"Keluar bentar ya? masih nanti malam kan acaranya? "


"Jangan mbak..!!! " Tafi langsung menarik tanganku ketika aku sudah berada di depan pintu.


"Kenapa? "


"Itu anu... si Kafi mau kesini sama ceweknya. Iya nggak enak kan kalau mbak Tan pergi padahal mereka mau kesini"


"It's Okay... " aku kembali meletakkan tasku di atas meja dan duduk di tepi ranjang. Meraih ponsel mengutak-atiknya.

__ADS_1


Sedikit curiga, takut dan was-was. Tafi dari tadi diam melihat ku terus. Apalagi dia sering mondar-mandir tak jelas. Aku tahu dia adikku sekarang. Tapi pikiran kotor dengan jelas pasti akan melintas di sana. Karena kita hanya berdua tak ada yang lain.


"Huft..." ku tarik nafasku dengan pelan dan ku buang kasar.Merasa bosan diam di kamar.


Tak berapa lama ada bel masuk. Dan Tafi segera membukanya. Dan benar Kafi sama ceweknya. Cantik banget. Dengan rambut coklatnya berurai panjang bergelombang menambahkan kecantikan nya.


"Hay mbak, kenalin cewek aku" sapa Kafi.


"Halo mbak saya Winda"


"Masya Allah kamu cantik banget sih. Kenapa mau sama Kafi? ckckck" ku ulurkan tanganku menerima tangannya yang lebih dulu di ulurkan.


"Mbak Tan?.... " rengek Kafi.


"Hahahahah.... " semua tergelak tawa.


Aku dengan asyik mengobrol dengan mereka hingga kita di make up bareng, dan tak terasa sampai mahgrib tiba. Usai menjalankan ibadah sholat aku dan yang lainnya keluar kamar. Tafi menggandeng mesra tanganku menuju acara prom night.


Di luar dugaan ku ternyata acaranya bertema party garden.


"Kenapa gelap gini sih? " tanyaku pada Tafi.


"Emang gini mbak. Kan belum di mulai"


Semua terasa gelap tak ada cahaya sama sekali hanya taburan bintang yang menjadi pencahayaan. Seperti hanya ada aku dan Tafi semata. Karena terlihat sepi. Aku bingung dengan acara ini.


Bukan seperti prom night melainkan ini seperti acara Tafi ingin menyatakan cinta padaku.


"Hust.. mikir apaan sih aku ini" lirih ku.


"Kenapa mbak? " ternyata di dengar Tafi.


"Nggak Taf, takut aja aku"


"Udah nggak usah takut mbak ada Tafi di sini"


"cek.. cek... sebelum acara kita mulai malam ini kita berdoa dulu agar acara di lancarkan. Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai" seorang pemandu acara memulai acaranya.


"Berdoa selesai. Assalamu'alaikum... selamat malam semuanya...!!!. Gelap ya? gak kelihatan siapa yang ngomong kan? pasti pada penasaran tenang gak usah pada penasaran pasti yang jelas MC nya ganteng sekali... hahahhah"


Semua tergelak dan menikmati ocehan MC itu. Dan tiba-tiba semua menyalakan senter dari ponsel mereka. Terfokus pada panggung kecil yang sudah ada dua orang lelaki yang tak tak begitu jelas. Karena masih remang-remang cahayanya di tambah mereka memakai topeng dimatanya.


"Selamat malam semuanya. Ijin kan malam ini saya menyanyikan sebuah lagu teruntuk orang yang aku kasihi"


"Ye.....hua....!!! " teriak semua yang ada. Aku sedikit terkejut tak menyangka ternyata sudah banyak orang di sana aku pikir masih sepi karena tak ada suara sedikit pun dari tadi.


"Taf? itu siapa yang nyanyi? " karena aku seperti mengenalnya.


"Itu penyanyinya mbak"


Tanganku masih setia menggandeng lengan Tafi bak pasangan pengantin yang sedang berbahagia menikmati acara party garden. Karena Tafi malam ini juga terlihat keren dengan setelan jas hitamnya.


"Lagu Tetap di sini dari Tri Suaka saya persembahkan teruntuk kamu. Kamu yang sudah setia menemaniku. Sabar dengan sikapku. Mau bersabar dengan semua masalah yang bertubi-tubi. Terima kasih teruntuk semuanya. Lagu ini hadiah kecil teruntuk mu "


Deg...


Hatiku tersentuh mendengar kata-kata dari penyanyi itu. Mengena banget seperti yang akhir-akhir ini aku alami.


Dengan iringan keyboard menambahkan kesan manis


Kau belahan jiwaku, penerang gelap ku


Kau penghibur lara ku disaat 'ku terjatuh


Kau tak pernah mengeluh disaat 'ku terpuruk

__ADS_1


Dan kau selalu tegar menjalani hidup ini


Ku tak akan pernah menyesal hidup denganmu


Karena kau memang terlahir untuk hidupku


Terima kasih kau telah mencintaiku


Terima kasih kau telah menyayangiku


Tetap di sini, temani aku sepanjang hidupku


Percayalah, ku akan setia menemanimu hingga akhir hidupku


Ku 'kan di sini, tetap di sini


Terima kasih kau telah mencintaiku


Terima kasih kau telah menyayangiku


Tetap di sini, temani aku sepanjang hidupku


Percayalah, ku akan setia menemanimu hingga akhir hidupku


Ku 'kan di sini, tetap di sini


Maafkanlah, duhai cinta


Ku tak bisa membuatmu bahagia


Karena ku lemah dan tak berdaya dan tak sempurna


Biarkanlah orang berkata


Genggam aku, tetap setia jalani hidup dengan cinta


Ku tak akan pernah menyesal hidup denganmu


Sumber: Musixmatch


Tes...


Air mataku menetes membasahi pipiku. Aku terus terisak mengingat kisah ku dengan kak Irul.


kamu di mana kak? aku rindu denganmu. Andaikan kamu di sini. Batinku.


Tiba-tiba senter yang menjadi penerang di matikan lagi. Aku tak menghiraukan dengan hal itu karena hatiku masih sesak mendengar isi lagu tadi. Aku sangat merindukan kak Irul. Yang akhir-akhir ini acuh denganku.


Klik...


Tiba-tiba semua lampu menyala terlihat kelap-kelip. Terlihat jelas ada banyak bunga terhias di sana. Dan lilin-lilin yang tertata rapi di atas meja-meja. Semua melingkar menghadap ke arahku. Membuatku bingung, dan aku tersentak kak Irul sudah berjongkok di hadapanku. Membawa sebuket bunga mawar merah dan satu kotak berwarna merah.


"Happy anniversary 1 month my wife. I love you" ucapnya.


Ku tutup mulut ku dengan ke dua tanganku. Seperti mimpi belaka. Aku semakin terisak tak pernah menyangka kak Irul membuatkan pesta semeriah ini untukku.


Kak Irul berdiri memelukku saat aku sudah menerima bunga itu dan menyelipkan cincin di jariku. Cincin yang cantik berkilau dijari manis ku. Dalam pelukan kak Irul. Aku melirik Tafi yang sudah menyengir dan mengacungkan dua jari nya.


"Istriku Tsania Marwa, Terima kasih atas kesetiaan mu, kesabaran mu, dan Cinta mu yang tulus. I love you" pak Zan mendekatkan mikrofon nya lagi.


Kamu terlihat tampan sekali kak malam ini. Memakai jas stelan berwarna serba putih dan dasi yang berwarna hitam.


Ku lihat sekeliling semua sosok manusia yang hadir di malam itu. Ada semua teman-teman sekolah, Fulan, guru, mamah papah, Toni, Laili dan... Ibu... tersenyum dengan lembut ke arahku.


"I Love you more kak" ku peluk erat kak Irul lagi. Aku tak bisa berucap lagi. Kejutan yang membuatku bahagia. Aku tak pernah menyangka kak Irul menyiapkan ini semua untukku. Setelah semua rasa sakit dan kecewa menghantui ku selama ini.

__ADS_1


Malam yang gemerlap dengan lampu warna-warni dan di iringi musik yang mendayu-dayu menambahkan kesan romantis.


Terima kasih Ya Allah atas kebahagiaan ini.


__ADS_2