My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
GUGUP


__ADS_3

Dan malam yang begitu hening untuk pertama kalinya aku berkumpul dan makan malam bersama di rumah pak Zan. Dengan porsi lengkap. Papah yang begitu lembut selalu terlihat sumringah,Tafi dan Kafi dengan ke gesrekannya menambahkan suasana makan malam tak begitu menakutkan. Meski ada guratan tatapan menyudutkan dari wajah mamah aku berusaha tak memperdulikan nya.


Eyang yang dulu aku kira galak, cerewet ternyata tidak. Dia begitu baik lembut seperti papah. Hanya saja mamah yang tampak berbeda setelah sekian lama tak berjumpa tatapannya sangat berbeda. Entah, karena masa lalu pak Zan dengan bu Mano ataupun setelah pak Zan mengutarakan tentang keputusan ku yang tak jadi memilih kuliah di bidang kesehatan.


Mamah tampak berbeda terlihat dingin dan menakutkan hingga aku gak berani menatap nya lagi. Aku benar-benar gugup. Rasa takutku dan khawatir yang dulu sempat hilang kini datang lagi.Bahkan makanan yang begitu melezat kan tergelar di atas meja tampak terasa hambar saat ku santap.


"kafi? anterin mamah belanja ke supermarket bentar ya sayang? " ajak mamah sebelum meninggalkan meja makan.


"Tafi aja mah, Kafi lagi ada urusan" oceh Kafi.


"Sama Irul aja mah, Irul juga sudah lama gak belanja bareng sama mamah. Rindu rasanya" sahut pak Zan.


"Ok deh kalau begitu" jawab mamah dan langsung pergi dari ruang makan.


Dan di ikuti papah, eyang dan pak Zan.


"Emang kamu ada urusan apa sih Ka? " tanya Ta.


"Mau keluar sebentar sama cewek gue, dia lagi ngambek" jawabnya dan langsung pergi dari ruang makan dengan senyum menggoda Ta.


"Dasar lo, bucin... !!! " teriak Tafi dengan emosi.Lalu dia pergi dari meja makan.


Tinggal aku yang masih sendiri di atas meja makan. Aku segera membereskan piring-piring kotor.


"Nggak usah mbak biar saya saja" sahut seorang wanita muda yang terlihat kalem dengan wajah polosnya dengan rambut ikal di kuncir sembarang.


"Kamu siapa? "


"Perkenalkan saya Ningrum mbak, asisten rumah tangga di rumah ini. Maaf kemarin saya cuti dua minggu karena anak saya sakit" bebernya.


"Oh pantesan aku baru lihat mbak nya"


"Oh iya selamat ya mbak Tsania atas pernikahan nya, semoga sakinah mawwadah dan warrahmah dan segera dikaruniai seorang anak "


"Aamiin, makasih ya mbak. Mbak kok tahu nama saya? "


"Tahu dong kan ibu sering cerita sebelum mas Irul menikah dengan mbak Tsania" aku mengikuti mbak Ningrum yang sudah duluan membawa piring kotor ke dapur.


Karena aku tak di perbolehkan mbak Ningrum untuk ikut mencuci piring akhirnya aku mengambil kursi dan duduk di sebelah nya.


"Maksud mbak ibu siapa? "


"Ibunya mas Irul mbak"


"Terus-terus? "


"Ibu seneng banget punya menantu mbak. Apalagi pas tahu mas Irul sudah gak berhubungan dengan pacarnya lagi dan memilih di jodohkan dengan pilihan bapak. Ibu sangat antusias karena ibu rasa bakal ada penerusnya dalam keluarga ini menjadi seorang bidan mbak"


"Oh gitu ya" jawabku dengan lesu.


Sekarang aku tahu kenapa mamah sekarang sedikit dingin denganku. Mungkin karena pak Zan sudah bercerita tentang ku yang tak jadi kuliah di bidang kesehatan.


"Sayang? kakak cari-cari kok malahan di sini" pak Zan menghampiri ku dan mengelus kepalaku.


"Iya sayang maaf, ini kenalan sama mbak Ningrum"


"Iya ini mbak Ningrum sudah lama di sini" jawab pak Zan. Dan mbak Ning tersenyum menunduk.


"Sudah dulu ya mbak Ning" pamit ku dan pak Zan merangkul ku dari samping.

__ADS_1


"Iya mbak"


"Sayang kamu di rumah aja ya. Kamu mau nitip apa? "


"Hemm... ikut.... " rengek ku dengan mengedipkan kedua mataku.


"Sayang? kamu gak usah ikut ya? " bujuk pak Zan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipiku.


"Tapi aku pingin ikut, pingin makan sate kambing yang pedes banget gitu sambil menikmati kendaraan lalu lalang" pintaku.


"Sayang?lain kali aja ya? sama kakak"


"Hemm... " jawabku dengan memanyunkan bibirku.


"Jangan ngambek nanti kakak jadi khilaf loh" rayunya dengan mencium bibirku.


"Kamu baik-baik ya di rumah nanti kakak belikan sate kambingnya" pamit pak Zan mengusap kepalaku.


"Nggak usah ah... "


"Hist, jangan ngambekan ah... udah dulu ya? " pak Zan berlalu meninggalkan ku yang masih berdiri mematung di dalam kamar.


Aku hanya bisa sabar menanti ini semua. Padahal jauh di lubuk hatiku terdalam sedikit kecewa ingin sekali mendekat dengan mamah, ingin rasanya mencair kan hati mamah yang sedang beku itu. Ya sudahlah mungkin mamah lagi gak kepingin denganku dulu.


Aku duduk di atas kasur dan menyalakan televisi tapi setelah berkali-kali aku pindah *c*hanel tak ada satupun yang membuat ku senang. Dalam bayanganku hanyalah kebulan asap sate yang baru saja matang dan di taburi irisan cabe, bawang merah, tomat dan kecap.


Entahlah... padahal tadi sudah makan tapi keinginan untuk makan sate sangat kuat. Aku segera berjalan ke depan rumah melihat keadaan depan rumah yang sepi.


Karena semua membuat ku jenuh aku langsung duduk di kursi ayunan. Melihat taburan bintang.


"Huft.... jenuh.... " oceh ku


"Eh, Tafi... " ku toleh Tafi yang terlihat nongol dari balik pintu.


"Ikut Tafi bentar yuk? "


"Kemana? "


"Itu laptop aku rusak mbak, minta tolong benerin ya? "


"Hist mana aku tahu tentang laptop"


"Udah ah ayo lihat aja dulu mana tahu di sentuh mbak jadi nyala"


"Iya-iya bawel"


Aku mengikuti Tafi yang menaiki anak tangga menuju kamar atas.


"Bawa ke keluar aja laptop nya jangan di kamar"


Tafi menghentikan langkah nya hingga membuat ku menabrak dirinya dan aku hampir terjatuh dengan sigap Tafi menarik tubuhku. Aku segera menarik pinggiran tangga. Dan Tafi melepaskan ku dengan perlahan.


"Lain kali kalau jalan lihat-lihat" ceplosnya.


"Hayah.... kamu juga kalau mau berhenti mbok ya bilang-bilang" timpal ku.


Aku berusaha melupakan semua kejadian tadi dan mengikuti Tafi di balkon.


"Masya Allah.... " ku tutup mulutku karena saking takjub nya. Ini pertama kalinya aku tahu kalau di rumah pak Zan ada balkon.

__ADS_1


Di sana terlihat kelap-kelip lampu di malam hari yang begitu indah di bawah langit yang pekat bertaburan bintang yang memenuhi malam menjadi meriah. Terdengar suara deruman kendaraan lalu lalang menambah kan suasana menjadi ramai.


"Duduk mbak.... " Tafi menyuruhku duduk di sebuah bangku panjang dan di depannya sudah ada laptop di atas meja.


"Aku baru tahu Taf, kalau di sini ada balkon yang bisa lihat kendaraan lalu lalang"


"Iya lah, mbak Tan ma kalau di sini cuma di kamar aja" gerutu Tafi.


"Hist... namanya juga pengantin baru Taf, besuk kalau kamu sudah menikah juga akan ngerti"


Tafi membuka laptop nya dan mengutak-atiknya.


"Ini coba mbak pencet bisa nggak? dari tadi aku mau nonton film drakor ini gak bisa terus"


Aku segera memencet dan langsung bisa.


"Tuh bisa, apanya yang sulit?jangan-jangan kamu cuma ngerjain mbak ya? "


"Di makan mbak" Tafi menyodorkan sepiring sate kambing dengan taburan irisan cabai, bawang merah, tomat dan kecap tak lupa dengan irisan bawang goreng menambahkan aroma yang khas.


"Hemmm.... kamu kok bisa beli sate Taf? "


"Iya lagi pingin aja mbak... "


Tak terasa aku melahap sate kambing itu sembari dengan menonton film drakor yang lucu dan romantis.


Rasanya ada perasaan lega dan tenang dalam hatiku setelah menyantap sate kambing itu.


...Makasih kak, pasti kamu yang menyuruh Tafi untuk menyiapkan ini semua agar aku tidak kesepian dan kecewa. Tsania. ...


Hingga jam sudah menunjukkan pukul 23.00 malam dan film drakor itu sudah selesai. Sate kambing 20 tusuk yang tinggal 2 tusuk sudah ku makan dengan lahap.


"Masih dua tusuk tuh mbak.. "


"Aku sudah kenyang Taf"


"Ya udah buat aku aja ya mbak? "


"Iya, ya udah aku istirahat dulu ya? sudah malam. Makasih ya? "


"Sama-sama mbak, met istirahat mbak nice dream"


"Hist.... kelamaan ngejomblo pasti kamu jadi halu"


"Hahahaha.... bisa aja kamu mbak... "


Aku menyusuri anak tangga dengan sumringah ada perasaan bahagia.Keinginan ku untuk makan sate sambil melihat kendaraan lalu lalang sudah terpenuhi. Karena itu semua berkat pak Zan yang begitu perhatian dan baik hati.





Sementara itu di balkon Tafi masih senyum-senyum sendiri menyantap sisa makanan dari Tsania.


Semoga kamu senang mbak Tan. Tafi.


(Assalamu'alaikum... halo semua pembacaku,sudah lama gak cuma ya? author jadi kangen komentar-komentar kalian... Tolong dong di vote, di like, di komen yah? makasih loh.... Semoga kalian selalu di beri kesehatan. Oh iya author mau ngasih tahu kalau author punya novel lain judulnya AKU INGIN BAHAGIA. Tolong di baca ya? di like, di vote di komen. Makasih... 😘🤗)

__ADS_1


__ADS_2