My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
KEJUTAN


__ADS_3

Sekitar pukul 10.00 WIB pagi semua sudah selesai kejutan-kejutan kecilnya. Aku segera keluar kamar mengintip pak Zan yang masih duduk di ruang tamu. Masih melayani murid-murid nya. Aku keluar rumah melewati pak Zan. Setelah beberapa saat murid-murid itu keluar yaitu para gadis-gadis cantik nan centil.


Sebagian aku mengenalnya sebagian tidak.


"Hay, kak Tsania. Kakak ternyata adiknya pak Fauzan ya? " sapa salah satu adik kelas.


Aku tersenyum menahan malu.


"Oh ya, kakak kan anak SMA XX kan? " salah satu gadis yang sedikit centil dan cantik. Sepertinya anak orang kaya dilihat dari penampilan nya serba wah.


"Iya betul"


"Kalau tahu kakak adiknya pak Fauzan, dari dulu sudah saya dekati kakak buat deketin pak Zan" celetuknya.


"Wuah kamu mah modus, lagian dia udah nikah kan sekarang. Kamu kalah cepat tau nggak"


"Yeah.... siapa tahu bisa jadi istri ke duanya"


"Wuh kamu itu masih saja "


Duh, belum apa-apa sudah mau jadi istri kedua ada-ada ini bocah.


"Sudah-sudah malahan pada berantem. Kalian kan masih sekolah nggak usah mikir pacaran dulu fokus belajar dan sebentar lagi kan kelas tiga harus rajin belajar. Mengejar mimpi kalian" ujar ku.


"Ih kakak tuh sudah cantik, baik, bijak pula sama kayak pak Zan"


Deg, hatiku pun berbunga-bunga tapi harus rendah hati juga sih. Hehehe.


"Terima kasih, tapi jangan berlebihan nanti saya tersanjung loh"


"Ih kak Tsania lucu juga yah? "


"Kak, mau tanya istri pak Zan itu seperti apa sih? " tanya si centil yang ingin menggebu-gebu menjadi istri ke dua pak Zan. Aku pun harus berpikir keras untuk itu.


"Emm... nggak jauh beda kok kayak aku" jawabku asal.


"Berarti persis kayak kakak pakai baju gamis syar'i kayak gini? "


"Iyaps betul" jawabku semangat. Kebetulan siang ini aku sudah merias diri memakai gamis syar'i warna tosca lengkap dengan jilbabnya.


"Wuah aku harus ganti style nih"


"Adek yang manis, kalau kamu ingin berhijab jangan karena mengikuti style orang lain atau semata-mata mengejar cinta pak Zan. Berhijab lah karena takut sama Allah. Karena ingin menutup aurat, bukan yang lain yah? "


"Iya kak"


"Tsania? " panggil pak Zan dan semua menoleh.


"Iya kak... "


"Sudah siang kalian pada pulang gih, jangan keluyuran" tambah pak Zan.

__ADS_1


"Iya pak...!!! " jawab mereka serentak.


"Kita semua pulang dulu kak,makasih atas nasehat nya"


"Iya sama-sama"


Para gadis SMA sekitar 5 orang itu sudah pulang dan tanpa jejak lagi. Kini aku mulai beraksi dengan kejutan ku.


Pak Zan masih tersenyum menunggu ku di ambang pintu. Aku berjalan menghampiri nya.


"Sayangku sudah cantik aja" pujinya sembari merangkul pundak ku.


"Kan mau pergi? "


"Iya-iya maaf yah kakak lama"


"It's okay kak"


Aku segera masuk kamar dengan pak Zan. Mengajaknya duduk di atas ranjang sebelum dia bersiap-siap.


"Ada apa sayang? "


"Ada titipan buat kakak" ku berikan secarik dia amplop putih besar.


"Dari siapa sayang? "


"Dari penggemar mu"


"Sudahlah nggak penting juga. Kita jalan-jalan aja yuk" pak Zan melemparkan amplop itu ke atas ranjang.


"Nggak penting sayang"


"Penting sayang??? kita tu harus menghargai usaha orang lain apapun itu"


"Hist, iya-iya... " pak Zan membuka amplop itu perlahan dan mengambil selembar kertas dari dalamnya. Hatiku mulai berdebar tak karuan.


Assalamu'alaikum... Hay.... ay, Apa kabarnya? sehat selalu ya ay, agar aku bisa berjumpa denganmu nanti. Semoga Allah beberapa bulan lagi bisa mempertemukan kita. Aku selalu merindukanmu. Semoga kau juga. Doakan aku baik-baik saja dan sehat selalu ya ay? . Karena aku sudah tak sabar ingin berjumpa denganmu. Your love. (B). Wa'alaikumussalam.


Pak Zan mengerutkan keningnya dan menutup surat itu.


"siapa dia? "


"Kamu baca lagi itu ada lagi kan tulisannya"


Pak Zan membuka lagi surat itu dan membaca tulisan di akhir surat itu.


Kalau ay ingin tahu aku cari lagi huruf kelanjutan ku di bawah meja kamar.


Tanpa tanya lagi pak Zan berlari menuju bawah meja kamar. Dan dia menemukan selembar kertas lagi.


A, ya huruf kelanjutan ku adalah A. Sekarang ay bisa cari lagi di dalam lemari. Carilah huruf kelanjutan ku di dalam tempat sujud mu.

__ADS_1


Pak Zan berlari lagi menuju lemari. Di sana dia diam sejenak berfikir.


"Sayang? tempat sujud ku apa ya? " tanya nya saat sudah berdiri di depan lemari.


"Kakak kalau sholat itu pakai apa? "


Tanpa jawaban pak Zan mencari sajadah dan membuka nya.


Yeay... ay kamu sangat hebat. Aku bangga padamu. B. Sekarang cari lagi kelanjutan ku. Aku berada di sebuah terpencil dan terdalam.Di ruangan gelap yang bisa kau jangkau dengan menunduk. Di bawah saat engkau mengharapkan ku. Cari aku ya ay, mungkin ini agak sulit tapi tetap berjuang ay.


"Tsan? ini tuh siapa sih emang tadi ada yang masuk kamar ini? "


"Nggak tau, tadi juga dapat itu di meja depan" jawabku asal dan menahan tawa.


"Tapi ini sangat mencurigakan, siapa yang sudah berani-beraninya masuk kamar kita tanpa seijin kita...!!!" emosinya.


"Sudah-sudah jangan emosi,selesaikan dulu itu


dan kita biar bisa segera pergi"


"Iya-iya, terus ini di mana aku nggak tahu lagi... " putus nya.


"Huft... kakak ini mah, kenapa gak bisa berjuang sedikit sih. Semangat napa, soal mudah gitu aja ngeluh"


Pak Zan terhenti dan membaca ulang tulisan dalam secarik kertas itu. Dia tersenyum dan mulai menunduk. Mencari di setiap kolong-kolong. Dan terakhir di kolong ranjang. Dia menemukan kotak kecil berwarna biru muda.


"Akhirnya aku menemukanmu" riangnya.


Pak Zan membuka kotak itu dan ada secarik kertas lagi.


Yeay.... kamu benar-benar hebat ya ay, kamu berhasil menemukanku. Saatnya kamu menghadiahi bund, kecupan sayang. Selamat ay, semoga kita bisa berjumpa beberapa bulan lagi. Aku Y. Sekarang bisa kumpulkan semua kata-kata tadi dan buka kotak itu.


Pak Zan melirikku. Aku tersenyum. Dia menggabungkan semua kata-kata itu.


"B... A... B... Y... baby? " pak Zan mengerutkan keningnya dan segera membuka kotak itu. Dia tersenyum melihat testpack .


"Garis dua?artinya? "


"Positif"


"Hah?. Beneran ini? "


"Iya sayang"


"Masya Allah.... " pak Zan menangis dan bersujud syukur.


"Terima kasih ya Allah.... hiks... hiks... " pak Zan berdiri menghampiri ku dan memelukku erat. Dia mengecup keningku.


"Terima kasih sayang, atas segala perjuangan mu, kesabaran mu.I love you" bisik nya. Dan pak Zan mengelus perutku dan menciumnya.


"Anak ayah yang hebat, terima kasih yah? atas perjuangan mu. Sehat-sehat yah? jangan rewel jaga bunda baik-baik . Muach.... "

__ADS_1


"Terima kasih ya? kejutannya ... kamu bener-bener bikin kakak bahagia hari ini " pak Zan memeluk ku.


"Sama-sama sayang".


__ADS_2