
...Kadang sesuatu yang di sembunyikan itu tidak akan membuat hati tentram, aku cukup takut untuk tidak bisa bertahan denganku...
...🌺Selamat Membaca🌺...
Pagi ini untuk pertama kalinya Zanna memasak untuk pak Ardi, bukan karena ia tidak bisa memasak tapi karena pak Ardi tidak pernah mengijinkannya memasak,
Karena hari ini sekolah tengah libur, jadi Zanna tidak punya pekerjaan lain selain memasak, mengurus rumah itulah kenapa hari ini pak Ardi mengijinkannya untuk memasak, jika sekolah masuk, pak Ardi lebih memilih memasak sendiri agar tidak menggangu sekolah Zanna meskipun pekerjaan memasak bukanlah pekerjaan yang berat karena sebelum menikah dengan pak Ardi, Zanna sudah memasak setiap hari.
Karena Pak Ardi tidak pernah lupa memberi Zanna uang jajan, membuat Zanna merasa tidak enak jika tidak melakukan sesuatu yang berarti untuk pria yang tiba-tiba menjadi bagian dari hidupnya itu.
Pagi ini setelah sholat shubuh, Zanna sudah berdiri di depan rumah untuk menunggu tukan sayur lewat.
Memang tidak banyak yang bisa Zanna lakukan di rumah barunya bersama pak Ardi, tapi ia pikir setidaknya ia bisa membuat pria itu merasa tidak rugi karena telah menikahinya.
Memang sebelumnya Zanna juga tidak terlalu banyak memasak karena di rumah ibunya tidak ada bahan masakan yang membuat zanna bisa masak banyak, kalau hanya memasak sayur seadanya, makanan kesukaan si kembar, atau telur ceplok Zanna sudah biasa, ia biasanya hanya menggunakan bumbu dapur dasar saja seperti cabe, bawang merah, bawang putih, garam, penyedap rasa, gula. Memberi kunyit pada masakan santan, memberi kecap pada masakan oseng.
Beberapa hal memeng sudah biasa Zanna lakukan sendiri sedari kecil bersama sang ayah, ayahnya yang sering mengajarinya memasak.
Hahhh, jadi ingat ayah, gimana ya kabarnya sekarang?
Semenjak ayahnya menjalani terapi paska bangun dari koma, Zanna belum pernah sekalipun menengoknya,
Ia merasa tidak enak jika meminta pada pak Ardi, meskipun mungkin pak Ardi juga tidak akan menolaknya.
Akhirnya selesai juga memasak hari ini, sebelum pak Ardi pulang dari masjid Zanna cepat-cepat masuk kembali ke dalam kamar. Rasanya sangat malu setiap kali mengingat kejadian semalam,
__ADS_1
Pak Ardi mikir apa ya tentang aku?
Berada terlalu dekat dengan pak Ardi membuat jantungnya tidak sehat, begitulah pikir Zanna. Setiap kali mengingat wajah tampan pak Ardi membuat pipi Zanna memerah seperti kepiting.
Dan benar saja baru saja Zanna masuk ke dalam kamar, samar-samar ia bisa mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam rumah, itu pasti pak Ardi. Zanna dengan cepat mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi agar tidak bertemu pak Ardi pagi ini.
"Assalamualaikum," sapa pak Ardi, tapi tidak ada jawaban karena memang Zanna sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Karena beberapa kali memberi salam, tidak ada sahutan. Pak Ardi segera menyusuri rumah, hingga ia bisa mendengar gemericik air dari kamar mandi yang ada di dalam kamar membuat pak Ardi yakin kalau Zanna tengah berada di kamar mandi.
Pak Ardi pun memutuskan untuk ke dapur, sudah hal biasa jika sepulang dari masjid pak Ardi langsung terjun ke dapur untuk membuat sarapan.
Tapi langkahnya terhenti tepat di samping meja makan, lubang hidungnya menghitup aroma sedap dari masakan yang baru matang, manik matanya langsung tertuju pada peja di samping, sebuah tudung saji menutupi sebagian besar meja membuat rasa penasaran pak Ardi semakin besar untuk membukanya.
...🍂🍂🍂...
Kini Zanna dan pak Ardi sudah berada di meja makan, tapi Zanna masih terlihat salah tingkah, ia bingung harus memulai dari mana untuk menawarkan makanan yang ia buat.
Sarapan dengan pak Ardi pagi ini terasa begitu canggung. Ternyata pak Ardi juga merasakan hal yang sama, karena dari tadi pak Ardi tidak berani menatap Zanna.
Apa aku yang bicara duluan ya? Batin Zanna
Zanna tahu jika pak Ardi punya sikap yang dingin, pasti tidak akan mulai bicara kalau tidak ada yang memulainya lebih dulu.
"Terimakasih ya!"
__ADS_1
Dan ternyata dugaan Zanna salah, pak Ardi bicara lebih dulu.
"Untuk apa pak?"
"Masakannya pagi ini!"
"Maaf jika_!"
"Rasanya enak!" ucap pak Ardi sambil tersenyum menatap Zanna, padahal Zanna tadi sudah sangat khawatir. Entah kenapa saat ini Zanna merasa semuanya terasa tidak baik-baik saja kalau berhubungan dengan pak Ardi.
Masakanku, dulu aku tidak peduli enak atau tidak yang penting matang, tapi saat ini aku ingin mendengarkan pujian dari pak Ardi.
Anehhhh
Hati Zanna terasa aneh, di dekat pak Ardi, Zanna merasa begitu canggung tapi kalau tidak melihatnya rasanya ingin sekali melihatnya walau hanya sedikit.
...🍂🍂🍂...
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰
__ADS_1