
Bukan aku ingin pergi mencari kesenangan yang lain, bukan aku tak ingin lagi menjadi istri yang baik tapi aku hanya ingin mencari kebahagiaan. Karena hatiku sudah lelah dengan penderitaan ini yang tak kunjung usai.
Hatiku bukan terbuat dari besi tembaga yang akan kuat jika akan di hancurkan oleh tangan. Hatiku rapuh, penghianatan, kebohongan dan tidak dipedulikan lagi membuat ku harus bangkit mencari sebuah kenyamanan yang lain untuk membuat ku bahagia.
Meski pada akhirnya nanti jika semua orang tau aku yang akan di salahkan aku tak peduli lagi karena aku hanyalah wanita yang lemah jika di sakiti. Bukan aku mau membalas tapi aku hanya ingin bangkit dari keterpurukan ini.
Jika ada yang memberikan kenyamanan dan menjamin kebahagiaan itulah orang yang tepat untuk kita bawa masuk dalam kehidupan kita.
Tafi adik ipar sekaligus sahabat ku, dia yang selama ini selalu memberikan kebahagiaan dan kenyamanan. Dia yang hadir untuk membasuh lukaku. Membangkitkan keterpurukan ku.
Tafi datang di waktu yang tepat, dia membawaku ke rumah dan membereskan semua pakaian ku, dia membawaku pergi setelah aku berpamitan pada pak Zan untuk berwisata ke pulau Bali beberapa hari ke depan. Tanpa bisa melarang ku lagi dia mengiyakan meski seperti berat tapi berusaha mengikhlaskan kepergian ku.
Aku berharap kepergian ku ini, akan membuat ku bisa bangkit dan menghapus segala rasa sakit ku. Segala rasa keterpurukan. Bersama Tafi aku berharap semua akan indah sampai akhir waktu.
"Wa?"
"Iya?" ku toleh Tafi.
"Terima kasih ya?kamu sudah memberikanku kesempatan ini"
"Sama-sama Fi" Tafi menggenggam tanganku dan mencium nya. Aku dan Tafi pergi ke Bali mengendarai mobil sendiri jika nanti capek akan istirahat. Karena pasport belum aku kantongi jika menaiki pesawat.
Akhirnya beberapa jam sampai lah di kota Dewata Bali yang setelah beristirahat beberapa kali di perjalanan tadi.
Aku dan Tafi menyewa dua kamar untuk menginap di sana. Segera mandi, sholat dan beristirahat sebentar. Dan Tafi mengajakku pergi makan ke sebuah cafe yang begitu romantis.
Lampu yang tak begitu terang dan di temani lilin yang mewarnai keromantisan di malam ini. Angin sepoi-sepoi mendayu-dayu menyapu ombak di pantai, karena tepat di pinggir pantai Tafi mengajakku makan di sana.
Meski gelap terdengar jelas gemuruh ombak di pantai itu, makanan dan minuman sudah tersaji kan Tafi menyewa gitar menyanyikan sebuah lagu yang indah untukku.
Indah Cintaku
Lagu Nicky Tirta dan Vanessa Angel
Ku ingin kau tahu
Ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin
__ADS_1
Untuk mencintaiku
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak perduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta
Karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sudahkah kau yakin
Untuk mencintaiku
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak perduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta
Karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
__ADS_1
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku (na)
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku Terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku (oh)
Sungguh indah cintaku
Indah cintaku
Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Alam Anggara Urbach
Tafi mengelus perutku usai bernyanyi dan memetik gitar nya.
"Sayang? bahagia selalu ya, yang kuat demi bunda mu" lalu Tafi mencium perutku.
"Terima kasih Fi, aku benar-benar bahagia sekali"
.
.
.
.
Di sebuah ujung ada dua bola mata sedang mengintai.
"Sakit Tsan, kau tega mengkhianati ku seperti ini" air mata menetes di pipinya.
__ADS_1