My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
40. cemburu


__ADS_3

...Tapi maaf ya Allah, kali ini aku benar-benar tidak bisa konsentrasi, pikiranku terus saja tertuju pada makhluk-Mu yang sekarang sedang berdiri di depanku ini. Dia makluk-Mu yang sangat sempurna. Dosakah aku bila berharap banyak padanya? Aku takut tidak bisa mengendalikannya lagi....


...🌺Selamat membaca🌺...


"Ayo naik." ucap pak Ardi dingin membuat Zanna sampai mengerutkan keningnya.


Walaupun begitu Zanna hanya bisa pasrah, ia pun ikut naik ke boncengan motor pak Ardi dan dalam hitungan detik motor pun mulai melaju.


tidak ada lagi percapakan antara mereka, pak Ardi tampak begitu dingin.


Karena memang tidak ada yang ingin Zanna bicarakan, ia pun tidak berniat untuk memulai pembicaraan.


Hingga akhrinya motor melaju ke arah Lin, bukan arah rumah mereka,


"Kita ke mana pak?"


"Ke rumah ibuk,"


"Ohh,"


Mungkin memang pak Ardi sedang ingin berkunjung ke rumah ibuk, karena memang sudah satu Minggu ini aku tidak datang ke rumah ibuk, Rara dan Riri juga tidak main ke rumah mereka.


Tapi kemudian Zanna teringat dengan mamanya pak Ardi, mungkin mamanya pak Ardi ada di sana.


Dan benar saja, saat ia turun dari motor, dua wanita itu tengah mengobrol di teras rumah yang ada di samping toko milik ibunya Zanna.


"Assalamualaikum, buk, ma." sapa pak Ardi sambil mencium punggung tangan mereka bergantian sedangkan Zanna tetap diam di belakangnya hingga pak Ardi memberi kode untuk melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Beruntung Zanna langsung mengerti dan ia pun melakukan hal yang sama, jika sebelumnya ia tidak pernah melakukan hal ini setiap kali datang dari manapun, tapi sekarang pak Ardi begitu telaten membimbingnya.


"Mama di sini, jalan kaki?" tanya pak Ardi dan membuat wanita berhijab itu tersenyum.


"Iya dong, nggak mungkin kan mama nungguin kamu. Kelamaan tahu,"


"Ya sudah kalian ganti baju dulu gih, tadi mama kamu sudah buatkan makanan enak, habis ini kita makan ya." ucap ibu Zanna.


Zanna memang sudah kegerahan, ia tidak terbiasa memakai seragam terlalu lama, Beruntung ia masih meninggalkan baju-bajunya di rumah ibu.


"Ya udah, Zanna masuk dulu ya hu, ma." ijin Zanna.


Setelah meminta ijin, Zanna pun segera berlalu tanpa mengajak pak Ardi. Tapi tangannya tertahan saat hendak menutup pintu kamarnya kembali, rupanya pak Ardi sudah berada di belakangnya.


"Pak Ardi. Kenapa ikut Zanna?"


"Apa kamu lupa statusmu karena anak tadi?" pertanyaan itu kembali membuat Zanna memutar otaknya.


"Kenapa di kunci pak?"


Pak Ardi tidak langsung menjawab, ia memilih mendekati Zanna hingga membuat Zanna memundurkan tubuhnya.


"Pak Ardi nggak kesambet apa gitu kan?"


"Aku nggak suka kamu dekat-dekat sama dia!" ucap pak Ardi lagi hingga tanpa sadar karena terus mundur membuat tubuh Zanna terjebak diantar tubuh pak Ardi dan dinding kamarnya yang tidak luas.


Zanna kembali mengingat, hingga akhrinya ia menemukan satu nama, "Aska?" tanya Zanna dengan nada kesal.

__ADS_1


"Jangan terlalu dekat!" ucapnya lagi. Kata jangan hampir tidak pernah keluar dari bibir pak Ardi untuk mengultimatum Zanna, bias Aya pak Ardi selalu memberi beberapa alasan ataupun sebuah pilihan yang membuat zanna mengerti kenapa ia harus melakukan hal itu , tapi tentang Aska, kenapa pak Ardi lebih memilih kata jangan. Pak Ardi bukan orang yang suka melarang dengan begitu tegas hingga tidak bisa di tolerir lagi.


"Kenapa jangan pak?" Zanna bingung harus menjelaskannya bagaimana dengan pak Ardi maksud dari pertanyaannya. Bahkan pria itu tidak memberi pilihan ataupun ulasan hingga ia bisa maklum untuk menuruti permintaanya. "Maksudku, kata jangan? Itu sangat kasar kan?"


Pak Ardi menghela nafasnya, dia sepetinya juga kesulitan untuk mengubah kata jangan itu menjadi kata yang lebih pantas.


Ia sepertinya mulai menyadari kesalahannya hingga menjauh dari Zanna, ia memilih duduk di tepi tempat tidur dan menepuk tempat kosong di sampingnya,


"Duduklah!"


Zanna pun menurut dengan perintah suaminya, ia duduk di samping pak Ardi dengan memberi celah sedikit. Ia tengah menunggu penjelasan dari pria dewasa itu untuk otaknya yang masih terbilang cetek.


"Begini saja, aku tahu di kelas kamu ada begitu banyak teman, boleh sesekali dekat dengan salah satu dari mereka tapi tidak sampai di ajak pulang bareng atau di ajak jalan bareng tanpa aku, bagaimana? Kalau sekarang lebih bisa di terima?"


Pak Ardi memang pandai menjabarkan agar seseorang tidak tersinggung dengan perkataannya, sekarang Zanna bisa mengerti dengan maksud kata jangan yang di lontarkan pak Ardi.


Sedikit yang Zanna tahu jika seorang wanita yang sudah bersuami jalan bareng dengan pria lain yang bukan saudara atau bapaknya itu bisa timbul fitnah.


"Baiklah, aku mengerti sekarang!"


Mendengar jawaban Zanna, pak Ardi tersenyum. Senyum yang semenjak siang tadi tidak Zanna dapatkan dari pak Ardi.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰...


__ADS_2