
...Caramu untuk mencintaiku membuatku begitu sempurna, tapi alasanmu mencintaiku yang aku tidak mengerti membuatku takut....
...🌺🌺🌺...
Tok tok tokÂ
Walaupun ragu, aku mengetuk pintu yang tertutup itu.Â
"Masuk!" ada sahutan dari dalam dan aku kenal itu suara pak Ardi.
Tanganku sedikit gemetar, mungkin memang sudah lapar sih. Aku tadi tidak sempat sarapan, di tambah hukuman yang mungkin akan aku terima hari ini.
Tangan ini menarik handle pintu, ku lihat pak Ardi sedang sibuk dengan setumpuk berkas di depannya. Ia mendongakkan kepalanya saat melihatku sudah berada di depan pintu,
"Masuklah!" perintahnya lagi.
Hanya dengan beberapa langkah saja, kini aku sudah berdiri tepat di depan meja pak Ardi.
"Ada apa ya pak?" tanyaku dengan wajah cemas. Perasaan hari ini aku tidak melakukan kesalahan atau mungkin ini ada hubungannya dengan SPP ku yang sudah lunas.
"Duduklah!" perintahnya lagi dengan menunjuk bangku yang ada di depan meja berseberangan dengan tempat duduk pak Ardi.
Ku geser bangku itu dan perlahan duduk, tanganku mulai memilin rok abu-abu yang aku kenakan. Setiap ke ruangan ini pasti aku akan menerima hukuman.
"Terimakasih ya pak," ucapku membuat pak Ardi mendongakkan kepalanya.
"Untuk apa? Bukankah tadi padi sudah terima kasih?"
Perasaan belum, aku turun begitu saja tadi. Tapi ya sudahlah, bukan itu masalahnya.
"Tentang SPP ku,"
"Oh kamu sudah tahu," ucapnya santai.
"Iya, tapi nanti kalau aku sudah punya uang aku ganti pak."
__ADS_1
"Bukannya kamu sekarang punya uang?"
Pertanyaan itu segera mengingatkanku pada uang di sakuku. Ahhh kenapa secepat ini, padahal kan aku ingin menggunakannya untuk hal lain.
Aku hampir mengeluarkan uangku yang hanya pas-pasan itu.
"Aku hanya becanda, simpan saja uangmu."
Kata-kata itu membuatku urung mengambilnya.
"Tapi pak_," meskipun senang tapi aku harus tetap berpura-pura jual mahal kan. Begitu konsepnya.
"Tunggu sebentar!"
Pak Ardi terlihat merogoh sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak makan siang.
"Ini untukmu!" ucapnya sambil menyodorkannya di depanku.Â
"Untukku?" ku kerutkan keningku, mimpi apa semalam sudah dapat tumpangan, SPP lunas dan sekarang dapat makan siang.
"Iya, sayur yang tadi aku beli cukup banyak dan aku tidak bisa menghabiskannya sendiri."
"Jangan repot-repot pak!" ucapku sambil ku geser kembali kotak makan siang itu ke depan pak Ardi. Aku kesal karena alasan pak Ardi, aku lebih suka alasan lain dari pada hal itu.
Tapi pak Ardi kembali menggesernya ke arahku.
"Tidak merasa di repotkan, aku akan repot kalau kamu terus melakukan pelanggaran! Jadi setengah tahun ke depan buat hidupku tenang dengan tanpa melakukan pelanggaran!"
Apa hubungannya makan siang dengan pelanggaran ....
"Apa hubungannya pak?"
"Makanlah! Nanti aku kasih tahu apa hubungannya setelah makan."
"Di sini?" tanyaku sambil menunjuk ke arah bangku tempatku duduk.
__ADS_1
"Hemm!"
Aku pun mulai membuka kotak makan siang itu, ternyata bukan nasi dengan lauk sambal terong atau sayur ontong, atau sayur pepaya seperti yang di beli pak Ardi tadi. Isi kotak makan ini adalah nasi dengan lauk ayam. Kebayang jika ada Rara dan Riri mereka pasti sangat senang bisa makan ayam seperti ini.
"Kenapa hanya di lihat? Nggak suka?" pertanyaan pak Ardi menyadarkanku.
"Suka kok pak, Terimakasih!"Â
Walaupun sungkan tapi aku juga melahap habis makanan itu,
"Minumlah!"
Suara pak Ardi menyadarkanku, aku sampai lupa kalau aku tengah berada di ruang BK.
"Terimakasih pak!" ucapku setelah mengambil botol air itu dan meneguknya.
"Kamu sangat suka ayam ya?"
Pertanyaan itu membuatku menghentikan meneguk minumanku, aku menoleh ke arah pak Ardi. Seperti anak golongan menengah kebawah kebanyakan, ayam menjadi menu favoritku.
"Aku akan membawakannya setiap hari untukmu, jika jam istirahat kamu tidak ke sini dalam sepuluh menit berarti aku yang akan menghampirimu ke kelas!"
Hahhh, dia mengancamku.
"Kok gitu sih pak!?" protesku. Semua warga sekolah bisa berpikir macam-macam tentang hubungan kita. Dan aku jelas tidak mau itu terjadi.
"Kembalilah ke kelas, dan tunggu aku nanti di depan gerbang sekolah saat pulang!" ucap pak Ardi seolah tidak mengindahkan protes yang telah aku layangkan.
"Baik pak!"
...Bersambung ...
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...