
Aku langsung berlari meninggalkan Vera yang sendari tadi mencoba memahami perkataan ku,dia masih bingung terlihat dari caranya berjalan sangatlah pelan.
setelah sampai dikelas dan duduk disamping ku ,dia mencoba melihat kearahku sambil mengeluarkan buku yang akan ia pelajari saat ini.
Dia memegang lengan ku dan berusaha melihat wajah ku yang sedari tadi menunduk.
"Hana kita perlu bicara setelah kita istirahat,kamu harus menjelaskan semuanya padaku."Jelasnya,tak lama guru yang ditunggu pun datang dan pelajaran dimulai.
Tettttttt tettttt.
Akhirnya waktu istirahat pun datang,Vera langsung menarik tangan ku untuk menuju kantin sekolah.Kami duduk di bangku paling pojok agar pembicaraan kami tidak ada yang mendengar.
Dia menekan bahu ku,seakan menyuruh ku agar tetap disini.
"Kamu mau apa?."Tanyanya padaku.
"Tidak ada."Suara ku lemah.
"Oh tunggu."
"Iya."
Vera pun pergi ke kantin enam belas membeli dua buah jus Lemon dan melon.
"Nih ambil,cepat." menggeser jus melon kearahku dan ia pun duduk.
"kamu menolak minum ,kita berhenti berteman."Ancamnya aku pun mengambil jus itu perlahan.
"Kok kamu nggak bilang sih kalau dijodohkan."Memulai ketopik.
__ADS_1
"Aku juga nggak tahu Vera.Ayah dan mamahku pun tak bilang padaku."
Vera memutar - mutar sedotan di gelasnya.
"Terus mereka langsung menjodohkan gitu."
"Iya."
Dia memangku wajahnya dengan tangan kirinya dan mencoba mengambang - ambangkan pikirannya.
"menurutku ya Hana,Bapa Dika itu orangnya baik ,dia sering loh bantu - bantu guru disekolah.karena ku dengar - dengar dia diterima disini dengan nilai yang bagus."
"Dan juga bapa dika itu orangnya nggak centil loh dengan guru lain,dia saat dingin dann... ."
Vera mendekatkan bibirnya ditelinga ku.
"Dia ganteng."
"Cemewew mu ganteng .hahahhaha."
Aku menonyor dahi Vera kearah belakang membuatnya sedikit agak bergerutu sakit.
"Vera kamu ini ya,aku ini serius."
"Minggu depan aku akan menikah."
Dia memajukan wajahnya dan mengedipkan matanya beberapa kali,mencoba untuk menggodaku,tetapi wajahku tetap saja datar.
"Aghh kamu Naa,senyum dikit kek buat aku."
__ADS_1
"Gini aja deh Hana."Menyodorkan wajah yang seakan memberikan solusi.
"Apa."
"Kamu pasrah aja,dia kan ganteng guru pula,
Lumayan kan bisa dimanfaatkan supaya nilai bagus."
"Kalau nilai kamu bagus ,aa.. ."Mata dia melotot ketika merasakan rasa pedas di jus Lemon nya.Aku memang sengaja meletakkannya, ketika dia sudah mulai berbicara hal hal yang tidak berguna.
"Haanaaaaa."Teriaknya agak keras.dia pun langsung bergegas berlari untuk membeli jusnya kembali.
Aku hampir saja tertawa keras melihat tingkah nya tadi,dia memang sahabat ku paling nggak bisa diem.terlihat dari caranya memesan sekarang, agak memaksa untuk segera dilayani ibu kantin.
Dia kembali ketempat duduknya dengan jus barunya.
"Kamu ini ada - ada saja."Gerutunya pelan .
"Mau lagi."Aku menggeser jus kembali yang sudah ia singkirkan .
"Nggak lucu."
"Vera poni kamu berantakan tuh."
Dia dengan cepat mengambil sebuah kaca dari sakunya,dan mengarahkan kaca itu keponi nya.
"Nggak kok,aku masih cantik."Ungkapnya berbicara dikaca membuatku menepukkan jidat melihat kelakuan sahabat ku.
"Hana kembali ke topik."Ucapnya dengan sedikit tegas sambil mengembalikan kaca
__ADS_1
disakunya.
"Kamu harus menerima pak guru,karena ku lihat semenjak kamu kelas sepuluh ,kamu sudah dilirik bapak guru dari jauh."ungkapnya membuatku terkejut.