My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
BERTEMU DION


__ADS_3

"Maafin kakak ya Tan, belum bisa membuatmu bahagia" Pak Zan mengecup mesra kening Tsania.


Setelah itu keluar lagi dari kamar. Usai mandi dan berganti pakaian.


"Bu, Irul pamit dulu ada keperluan sebentar. Nanti kalau Tsania bangun bilang saja saya mau ketemu Dion ya bu"


"Iya nak Irul, kamu nggak makan dulu?"


"Nggak bu, terima kasih. Oh iya bu minta tolong bangunkan Tsania dia belum sholat ashar kan? Irul gak tega mau bangunin pasti dia masih lelah. Irul permisi bu. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam... " jawab ibu. Ada perasaan khawatir di balik senyum ibu. Takut jika ada masalah berat menimpa rumah tangga anaknya. Takut jika anaknya tidak bahagia dalam pernikahan ini. Mengingat ini adalah perjodohan bukan atas dasar saling cinta. Ibu mendesah menyesali jika itu memang iya.


.


.


.


Di sebuah cafe Dion sahabat pak Zan menunggu kedatangan Fauzan. Dia pulang lebih awal dari perkiraan. Tugas di luar daerah sudah selesai sebelum waktunya. Jadi dia bisa pulang lebih awal. Perasaan khawatir menyelimuti hatinya setelah mata-mata yang ia kerahkan untuk mengintai istrinya mengirimkan foto bermesraan dengan sahabatnya sendiri.


Geram,amarah sempat menguasai hatinya. Tapi seketika itu masih ia tahan sebelum penjelasan keluar dari mulut sahabat nya.


"Hai Yon... " pak Zan merangkul dan mengelus punggungnya.


"Lama gak bertemu apa kabarnya? "


"Baik, gimana loe dan istri loe? "


"Baik juga kok. Oh iya bukannya loe masih tugas ya? minggu depan baru pulang"


"Iya alhamdulillah tugas sudah selesai jadi bisa pulang lebih awal"


"Kebetulan sekali sudah lama gue menunggu kepulangan loe. Ada hal penting yang ingin gue bicara kan ke loe".

__ADS_1


"Bicaralah"


"Tapi sebelum loe menjawab gue harap loe nggak marah dan kecewa"


"It's ok" Dion menyilangkan kedua tangannya. Ada guratan amarah dan kecewa yang ia sembunyikan.


Pak Zan menceritakan semua tentang penjebakan 5 bulan yang lalu di kota Jogja. Dion diam tak bergeming.


"Sebenarnya kemarin sebelum Tsania melepaskan mahkota nya, gue putus asa terasa buntu pikiran gue. Dan gue berencana akan menyuruh Mano menggugat loe dan akan gue nikahi "


Suasana hening tak ada suara hanya nafas mereka yang berderu.


"Maafin gue Yon, gue menyimpan ini semua sendiri gue benar-benar takut. Apalagi setelah gue tahu Tsania adalah kekasih Arnold anak didik gue sendiri yang udah gue anggap adik sendiri. Gue merasa bersalah membuat mereka terluka. Bahkan Tsania pun belum mau menerima gue saat itu. Tambah lagi dengan ancaman Mano tentang anak dalam kandungan Mano. Gue berpikir kalau anak itu benar-benar anak gue meski dalam hati masih ragu. Ya gue mau melepaskan Tsania membiarkan dia hidup bahagia dengan pilihannya. Dan Gue hidup dengan Mano memenuhi keinginan nya membuat nya bahagia meski dengan cara yang salah" pak Zan menunduk. Menahan air matanya ia nggak mau terlihat cengeng di depan mata sahabat nya itu.


"Maafin gue Yon... " Dion berpindah duduk di sebelah pak Zan mengelus punggungnya. Ada sedikit kelegaan setelah mendengar penjelasan dari sahabatnya itu.


"Kamu bisa jelaskan tentang ini? " Dion mengeluarkan foto-foto dari slingbag nya.


"Maafin gue Yon, sebenarnya sebelum gue menikah gue frustasi melihat Tsania sudah punya kekasih dan apalagi gue mau di jodohin. Gue menerima apapun perlakuan Mano, maafin gue yang tak menolak... "


"Huft... " Dion membuang nafasnya kasar.


pak Zan hanya melirik nya.


"Gue sudah sadar kok Yon, berkat rasa tulus dan dukungan dari Tsania, gue berani ngomong ini ke loe, gue minta maaf... "


"Dan.... gue minta tolong ke loe bantuin gue buat mencari tahu tentang anak dalam kandungan Mano".


" Zan...gue yang seharusnya minta maaf. Gara-gara kesibukan gue Mano jadi cari perhatian ke loe. Gue tahu gue yang salah. Gue tahu Mano tak akan senekat ini sebelum dia salah paham ke gue"


"Maksud loe? "


"Mano cemburu dengan pasien gue. Ada pasien depresi yang sering periksa ke klinik dia di tinggal suaminya karena kecelakaan. Setiap dia konsultasi dan periksa ke klinik dia sering lihat gue. Kata ibunya gue mirip almarhum suaminya. Ibu itu minta tolong ke gue buat menjadi suami sementara buat wanita itu. Sampai depresi nya sembuh"

__ADS_1


"Lantas? "


"Ya gue gak pernah cerita ke Mano soal ini pikir gue ini masalah sepele dalam kerjaan. Sampai suatu hari gue lagi nemenin wanita itu cari perlengkapan sekolah buat anaknya yang masuk TK. Dan saat itu Mano tahu dan dia mengira gue selingkuh. Mano tak mau mendengar kan penjelasan dari gue. Ini berlangsung selama 2 tahun.Gue membiarkan masalah ini berlarut. Gue pikir atas diamnya Mano semua masalah sudah kelar. Maafin gue Zan gara-gara gue semua jadi kena imbasnya gini"


Pak Zan diam menatap lekat sahabat nya itu. Dia tak pernah menyangka di balik masalah yang ia alami masih terasa berat masalah yang di alami Dion.


"Tentang anak dalam kandungan Mano itu anak gue kok. Jangan khawatir. Gue juga udah tes DNA. Tanpa sepengetahuan Mano"


"Kok bisa? "


"Gue kan dokter kandungan. Mano kan juga gue yang meriksa.Dua bulan yang lalu gue periksa kandungan itu dan sekaligus melakukan tes DNA. Karena gue takut jika Mano berbuat nekat dan melakukan di luar batas. Setelah gue tahu hasil tes itu gue lega banget kalau ternyata itu beneran anak gue"


"Syukurlah... Tapi gimana caranya agar Mano bisa sadar dan kembali mendengar kan penjelasan loe? "


"Sebenarnya kemarin gue tugas itu di ajak teman gue dokter ahli jiwa yang merawat wanita itu. Gue di ajak ke kampung halaman suaminya. Menjalankan terapi untuk wanita itu. Ya teman gue minta bantuan sama gue untuk bisa membantu pemulihan kejiwaan wanita itu. Dan syukur alhamdulillah sekarang wanita itu sudah lebih baik. Sudah bisa menerima kepergian suaminya"


"Alhamdulillah... seneng gue dengernya"


"Besuk wanita itu beserta keluarga nya sudah pulang lagi ke sini sebagai ucapan terima kasih dan syukuran atas sembuhnya wanita itu, orang tua wanita itu mengundang teman gue. Dan gue sama Mano juga di undang. Semoga besuk setelah mendengar kenyataan yang ada Mano bisa kembali memaafkan gue. Gue sayang banget sama Mano Zan, gue tahu Mano itu wanita yang baik. Gue gak akan pernah ninggalin ataupun nyakitin dia. Kasian dia korban broken home "


"Iya gue tahu kok maka dari itu gue gak pernah berani menolak keinginan dia"


"Iya Zan, semoga semua masalah segera terselesaikan dengan baik"


"Aamiin... dengan ini gue bisa bernafas lega. Kasian Tsania Yon, dia kan cemburuan. Apalagi kalau lihat kedekatan gue sama Mano. Bawaannya nangis terus"


"Jangan-jangan dia hamil? apa gue periksa biar lebih tahu"


"Hist enak di loe donk, gue ma nggak bakalan ngijinin kalau periksa kandungan ke loe gue lebih percaya sama dokter cewek aja. Kalau sama loe ma banyak modusnya. Hahaha... "


"Rese loe.... hahahahh"


Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Semua masalah bisa terasi dengan baik jika kita mampu membuat masalah itu menjadi kecil. Saling terbuka dan percaya itulah kunci utama dalam penyelesaian masalah.

__ADS_1


__ADS_2