My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
32. Luka yang tak terlihat


__ADS_3

...Biarkan cinta ini menjadi sempurna karena kamu mencintaiku juga. Aku tidak apa jika harus menunggu, karena kamu pantas untuk di tunggu....


...🌺🌺🌺...


"Pak, biarkan Zanna sendiri sama ayah." ucapku dengan bibir yang bergetar menahan air mataku yang sudah ingin luluh. Mungkin ini kelemahanku, saat melihat ayah dalam keadaan seperti ini, hati dan tubuhku semakin hancur saat pria yang aku kira benar mencintaiku ternyata menikahiku karena rasa bersalahnya padaku dan keluargaku.


Pak Ardi menakup kedua tanganku, wajahnya sedih penuh penyesalan, mungkin karena aku tidak tahu apa yang tengah ia rasakan saat ini,


"Na, maafin aku. Mungkin memang pernikahan kita karena rasa bersalahku pada pak Bara, tapi percayalah aku benar-benar menginginkan pernikahan ini."


"Pak!" ucapku dengan penuh penekanan, "Tinggalkan Zanna sama ayah." aku sedang tidak ingin berbicara padanya. Seandainya saja pak Ardi bisa lebih hati-hati, seandainya saja pak Ardi tidak menelpon sambil nyetir, pasti semua ini tidak akan terjadi.


Hahhhhh ...., rasanya ingin sekali aku marah, ingin sekali aku menampar wajah pak Ardi, mengadilinya dan banyak hal, tapi tanganku tidak bisa.


Akhrinya tidak ada yang bisa di lakukan oleh pak Ardi selain pergi meninggalkan aku sendiri. Pak Ardi keluar dari ruangan ayah, aku kembali menatap ayah dengan tubuh penuh dengan peralatan medis.


"Ayah,"


Dan akhrinya air mataku benar-benar pecah, aku tergugu di hadapan ayah, ku genggam tangan ayah yang selalu menggengam tanganku.


"Ayah, aku lemah tanpamu yah. Bangun yah, bagaimana aku, ibu, Rara dan Riri tanpa ayah? Bagaimana kami akan melanjutkan hidup tanpa ayah? Rasanya semakin berat saat ayah tidak ada, ibu ... Aku tahu ibu menangis setiap malam dan Zanna tahu sekarang apa alasannya, ternyata ibu sudah menyimpan semuanya sendiri. Atau tega biarin ibu begitu? Bangun yah..."

__ADS_1


Ingin sekali aku berteriak biar ayah dengar kalau aku tengah memanggilnya, tapi semua peralatan medis ini menyadarkanku bahwa aku bukan siapa-siapa yang mampu mengubah semuanya menjadi lebih baik.


Cukup lama aku berada di kamar ayah, bahkan sudah berkali-kali perawat datang hanya untuk sekedar memeriksa keadaan ayah dan mengganti cairan infus yang mengalir ke tubuh ayah.


Aku memutuskan untuk berpamitan dan keluar, tapi baru saja aku berdiri di depan pintu. Aku melihat seseorang menghampiri pak Ardi.


"Di, aku merindukanmu. Aku tahu kamu ke sini dari Sinta, makanya aku nyusul ke sini." ucap wanita itu, ia hendak memeluk pak Ardi tapi pak Ardi tampak menghindar.


"Kendalikan dirimu Maya. Aku sudah menikah."


"Jadi benar apa yang di katakan oleh Sinta kalau kamu menikah? Sama siapa? Sama anak bapak yang ada di dalam itu? Kamu tuh terlalu baik jadi orang, makanya di manfaatkan oleh orang."


"Stop. Kamu tidak berhak menilai bagaimana aku atau siapapun yang berhubungan denganku."


"Isstttt, jadi dia gadis ingusan itu!?" tanyanya sambil menunjuk ke arahku membuat pak Ardi juga menoleh kepadaku karena saat ini posisi pak Ardi membelakangi ruangan ayah.


"Na,"


"Maaf kalau Zanna ganggu." aku pun hendak berlalu tapi pak Ardi segera menahan tanganku hingga membuat langkahku terhenti.


"Ya, dia Zanna. Istri aku, jadi mulai sekarang berhenti mengurusi urusanku atau keluargaku karena kita tidak punya hubungan apapun."

__ADS_1


Pak Ardi segera menarik tanganku meninggalkan wanita itu, mungkin dia yang namanya Maya.


Sepanjang perjalanan pulang kami tidak ada obrolan, bahkan saat sampai di rumah aku langsung masuk ke dalam kamar tanpa berniat menunggu pak Ardi.


Aku tidak peduli dia mau tidur di mana atau mau ganti baju apa, yang jelas aku hanya ingin sendiri saat ini.


Tok tok tok


Suara ketukan di pintu mengalihkan tangisku, ku hapus air mataku tapi tidak ada niat untuk membukanya, aku melirik ke arah jam dinding, rupanya sudah jam sepuluh malam.


"Na, aku sudah buatkan makanan untukmu, kamu makan ya." itu suara pak Ardi.


"Kau akan tidur di ruang kerja, kalau kamu butuh sesuatu panggil aku ya." ucapnya lagi setelah cukup lama aku tidak berniat membuka pintu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2