
...Inikah yang di sebut nyaman? Kenapa secepat itu? Apa ini salah? Aku bahkan tidak bisa mengerti dengan perasaanku sendiri....
...🌺🌺🌺...
Eh tunggu .....
Tapi bukannya bagus jika aku bareng sama pak Ardi?, mungkin nanti aku bisa bertanya sama pak Ardi tentang hubungannya dengan ibu!
"Baiklah, tunggu pak!"
Segera ku masukkan sepedahku kedalam pagar rumah itu. Entahlah itu rumah tetanggaku yang pasti, aku optimis saja jika tidak akan ada yang berniat mencuri sepedaku yang sudah butuh itu.
Langkahku cepat, pak Ardi memberikan helm cadangannya. Bagaimana bisa dia mempunyai helm cadangan, bukankah dia belum berkeluarga?
Ahhh, pikiranku jadi buruk.
"Pak Ardi seorang duda ya?" tanyaku setelah naik ke atas motor. Jelas helm ini bukan helm seorang pria, helm ini lebih feminim jika di pakai oleh pria, warnanya pink.
"Kenapa?"
"Ya kan ada helm cadangan kayak gini!" ucapku sambil menunjukkan helm yang aku pakai. Walaupun tidak bersuara, aku tahu kalau pak Ardi sedang tertawa.
__ADS_1
"Salah ya?" tanyaku lagi kayaknya aku salah tebak, "Atau pak Ardi tukang ojek ya?"
Ya siapa tahu pak Ardi hanya ambil penumpang perempuan, walaupun tidak tahu banyak, tapi gaji guru tidak terlalu besar. Apalagi pak Ardi juga belum menjadi PNS.
"Nanti aku kasih tahu kalau sudah turun,"
Pak Ardi menjalankan motornya. Ini untuk pertama kalinya aku di bonceng motor. Rasanya takut, tapi juga menyenangkan. Tidak panas seperti saat mengayuh sepeda sendiri.
"Pak Ardi punya hubungan apa dengan ayah?" tanyaku dengan sedikit berteriak agar pak Ardi bisa mendengarnya.
"Nanti kamu juga tahu sendiri, sepulang sekolah tunggu aku, aku akan mengantarmu pulang!"
"Hmmm!"
"Pak turun di sini saja, nggak enak sama anak-anak lainnya kalau aku di bonceng sama bapak!" ucapku saat sudah dekat dengan sekolah.
"Kalau tahu juga nggak pa pa kan!"
"Tapi pak_!"
Bukannya menurunkan aku, pak Ardi malah melanjutkan motornya hingga memasuki gerbang sekolah. Aku hanya bisa menyembunyikan wajahku, aku tahu anak-anak yang melihatku bersama pak Ardi akan mengintrogasi ku.
__ADS_1
Jangankan dekat dengan anak cowok di sekolahku, bahkan anak cowok yang paling jelek pun berpikir puluhan kali untuk dekat denganku dan kini tiba-tiba aku datang di bonceng oleh pak Ardi, guru yang sedang jadi idola anak-anak cewek.
Bahkan semenjak pak Ardi datang dan menjabat menjadi guru BK, sekarang banyak anak-anak cewek yang suka dengan sengaja melakukan penggantian agar di hukum oleh pak Ardi.
"Sudah sampai, mau tetap di atas motor atau turun?" pertanyaan pak Ardi menyadarkanku, kini kami sudah sampai di parkiran. Ternyata cukup lama aku memejamkan mataku, sulit bagiku menerima kenyataan akan jadi pusat perhatian.
Aku pun segera turun dan melepas helm ku,
"Oh iya, mau tahu helmnya untuk siapa?" tanya pak Ardi dengan suara lirih.
"Untuk calon istriku." ucap pak Ardi lagi.
Entah kenapa aku merasa itu di tujukan untukku, tanpa mengucapkan terimakasih aku segera berlalu begitu saja.
Entahlah apa yang di pikirkan pak Ardi saat ini, yang paling ingin aku lakukan hanya kabur dan menjauh dari pak Ardi. Sudah cukup masalah di hidupku dan tidak ingin bertambah dengan masalah lain lagi.
...Bersambung ...
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...