
Masa lalu yang kelam biarlah berlalu dengan sendirinya sekarang waktunya menata hidup baru. Kembali memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik, maafkan semua yang menyakiti.
Dan berusaha ikhlas dan sabar menuju masa depan yang cerah. Semua kesalahan jadikan pelajaran untuk masa depan. Agar tidak terulang lagi nantinya.
Hari ini di adakan pernikahan Laili dan Taufiq hanya di gelar sederhana. Keluarga dari Laili dan Taufiq semata.
Semua berjalan dengan lancar dan hikmad. Setelah acara ijab usai di lanjutkan syukuran anak Laili dan Taufiq yang sudah berganti nama.
Arshaka Qaili Fauzan menjadi Muhammad Arshaka Fiqli. Semua atas usul dari Taufiq sendiri selaku ayah baby Arsya.
Melihat pemandangan itu membuat ku menjadi tenang. Bukan karena tidak ada pelakor lagi melainkan melihat kebahagiaan Laili dengan keluarga kecilnya adalah suatu yang membuat ku bangga tersendiri.
Laili wanita baik hanya saja dia tidak bisa mengontrol emosi dan kekecewaannya. Cerita dari Taufiq yang akhirnya bisa kembali dan menikahi Laili karena sang istri meninggal dunia dengan anak dalam kandungan nya.
Bukan karena semata sang istri meninggal baru ingat dengan Laili bukan, melainkan istri Taufiq adalah sahabat Taufiq yang ternyata di hamili oleh pacarnya yang tak bertanggungjawab dengan modal nekat dia menjebak Taufiq agar anaknya dia bisa lahir dengan sosok seorang ayah.
Semua hanyalah korban. Laili dan Taufiq sama-sama korban. Atas takdir Allah istri Taufiq meninggal usai melahirkan. Dan semua kenyataan terungkap saat sang istri bercerita sebelum meninggal.
"Sayang?aku janji nggak akan meninggalkan kamu lagi. Apapun itu semoga Allah selalu menyatukan kita sampai surgaNya"
"Aamiin..."
Taufiq mengelus kepala Laili yang bersandar di bahunya.
"Maafin ya sayang? gara-gara aku kamu harus berjuang sendiri menghadapi semua ini"
"Minta maaflah kepada mbak Laili yang, gara-gara masalah ini rumah tangga nya hampir hancur. Karena aku sudah kehilangan kewarasan ku karena kehilangan kamu"
"Maaf ya sayang, aku janji nggak akan ninggalin kamu lagi. Cukup kemarin aku pergi, seterusnya aku akan selalu menjagamu dan anak kita selalu , aku janji itu" Taufiq menopang kedua pipi Laili.
__ADS_1
"Ehem...ehem...pacaran mulu inget anak napa? nih minta *****" ku serahkan baby Arsya dalam gendongan ku pada Laili yang asyik mojok di kamar.
"Iya-iya " Laili meraih Arsya dan membuka kebayanya lalu menyusui bayinya.
Aku menyusul duduk di atas ranjang memperhatikan Laili menyusui anaknya dan Taufik duduk di sampingnya mengelus kepala Laili.
Pemandangan yang sangat manis sekali, meski harus melewati berbagai ujian untuk mendapatkan itu semua.
"Mbak Tan?" Taufiq membuka suara.
"Maafin semua kesalahan saya dan Laili ya mbak?"
Ku lirik Taufik dan aku hanya bisa diam kembali memperhatikan Arsya.
"Saya tahu, apa yang di lakukan Laili sangat fatal dan membuat hati mbak hancur. Itu semua karena saya. Saya yang bejat dan tidak bertanggung jawab membuat mental Laili hancur"
Laili diam tak bergeming menatap bayinya sesekali mengusap air matanya yang menetes.
"Mbak tahu kenapa kak Irul berubah? dan dia selalu lebih perhatian padaku? karena dia mencoba melupakan segala kenangan mbak agar dia tidak emosi dan membenci mbak. Kak Irul cemburu berat mbak. Melihat mbak bersama Arnold ataupun Tafi"
"Kecemburuan kak Irul itu di batas normal mbak. Mbak ingat kan dia punya trauma di masa lalu? di tinggalkan orang yang di sayang? maka dari itu setiap dia melihat mbak dengan lelaki lain dia selalu cemburu tapi caranya salah mbak, dia terlalu keras karena dia terlalu cinta dengan mbak"
"Maaf mbak, aku juga salah yang sudah memanfaatkan situasi yang darurat ini. Maaf kemarin-kemarin yang sudah merebut kak Irul dari mbak tapi jujur aku hanya frustasi dan bingung mbak. Memikirkan gimana nasib anakku kedepan. Gimana dengan masa depanku yang hancur"
"Selama ini saat ketemu kak Irul, dia selalu saja menceritakan tentang mbak dan selalu mbak tak jauh dari itu. Dia selalu mencari cara agar bagaimana dia tidak cemburu dan bagaimana agar bisa melawan emosinya"
"Laili pernah kok mbak menemani kak Irul pergi ke psikiater untuk memulihkan psikis nya yang terkadang tidak normal. Kasian dia mbak dia butuh mbak , dia sangat mencintai mbak. Dia takut kehilangan mbak"
Gumpalan es batu yang sangat keras tiba-tiba dikit demi sedikit mencair. Air mataku bercucuran. Aku tahu aku sudah melangkah jauh dari semua nya. Hanya karena aku tidak bisa sabar dan ikhlas.
__ADS_1
Hanya karena luka ku balas dengan luka. Perbuatan yang hina ku balas dengan hina.
"Aku tahu mbak, mbak sudah terlalu sakit dengan semua ini. Dan semua terserah mbak mau melanjutkan hubungan yang mana itu hak mbak. Aku sebagai adik hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu mbak. Aku sudah bahagia berharap mbak juga bisa bahagia dengan pilihan mbak"
Ku usap air mataku mengatur nafas yang tak karuan. Aku membuka ponselku setelah melihat chat dari Tafi pamitan mau berangkat ke Jogja lagi.
📩"Aku pergi dulu, maaf nggak bisa nemuin kamu dulu. Aku buru-buru"
📨"Iya nggak apa-apa. Hati-hati kamu ya? kalau udah sampai kabari ya?"
📩"Love you Wa"
📨"Love u too Fi"
"Arsya sudah bubug biar di tunggu sama ayahnya kita makan dulu yuk?"
"Eh iya" ku tersentak dengan panggilan Laili.
"Oh ya selamat ya buat kalian" ku masukkan ponselku ke dalam sling bag ku.
"Iya mbak makasih ya?"
"Semoga sakinah, mawadah dan warahmah. Bahagia selalu ya kalian. Fiq, titip Laili ya?jangan di sakiti" meski Taufiq 5 tahun di atas ku tetap saja dia adalah adik iparku.
"Iya tentu itu mbak"
" Makasih ya mbak?aku sudah bahagia, mbak juga harus bahagia ya?" Laili memeluk ku dengan erat.
"Iya Lel, makasih ya?" ku elus punggung nya. Lalu dia menggandeng ku keluar kamar mencari makan karena sudah lapar.
__ADS_1
Memaafkan adalah hal yang paling sulit di lakukan tapi memaafkan adalah cara untuk bisa menyelesaikan masalah dengan mudah.