My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
KEHILANGANMU


__ADS_3

Sekuat apapun kita mempertahankan sebuah hubungan jika Allah sudah mentakdirkan tidak, maka dengan segala cara apapun tetap akan berpisah.


Meski menurut kita itu yang terbaik belum tentu itu yang terbaik buat kita menurut ketetapan Allah.


Allah punya rencana yang indah untuk kita, jadi cintai lah setiap ujian dariNya karena di setiap ujian adalah bentuk rasa cinta Allah kepada kita para hamba-Nya.


Setelah malam tiba peti putih di keluarkan dari mobil ambulans. Semua keluarga histeris apalagi mamah dan eyang tak henti-hentinya menangis.


Dadaku terasa sesak hanya bisa menatap peti putih di depanku ini. Berharap itu bukan Tafi.


Perlahan peti itu di buka. Lidahku kelu tenggorokan ku terasa kering. Dadaku terasa sesak dan seakan jantung ku berhenti sejenak.


Wajah tampan nan bersih, terpancar aura kebahagiaan dan terlihat dengan jelas senyum itu terhias di bibirnya.


Tafi.....itukah kamu?


Ku sentuh pipinya. Seakan jari jemari ku terasa kaku tak bisa menyentuh nya. Lemas tak berdaya mengatung di atas petinya.


Pak Zan memelukku dari belakang dan aku membalas pelukan itu. Debaran di dadanya terdengar jelas namun air mata tak mampu ia tumpahkan.


Pak Zan mengelus kepala ku.


"Dia anak baik, Allah lebih sayang dia Tsan"


Gemuruh di langit menggetarkan bumi pertiwi seakan bumi ikut bersedih. Dengan secepat nya jenazah Tafi di sholati dan di bawa ke pemakaman umum.


Kakiku terasa lemas saat peti itu di buka dan jenazah Tafi di turunkan ke liang lahat. Aku tak sanggup melihat itu.


"Tafi.....!!!" pandangan ku gelap dan aku sudah tak sanggup lagi.


"Tafi....kenapa kamu pergi ninggalin aku?"


"Wawa...!!!" ku toleh Tafi datang menemui ku memakai baju serba putih.


"Jangan sedih ya?aku selalu mencintaimu sampai kapanpun itu" Tafi memelukku dan mengusap air mataku.


"Terima kasih Wa,kamu sudah memberiku kesempatan untuk mencintai mu dan memiliki cinta darimu"


"Tapi kenapa kamu pergi Fi...aku nggak mau sendiri. Kalau kamu pergi aku juga mau ikut kamu"


"Jangan, belum waktunya kamu pergi. Jadilah wanita yang kuat ya?jika tak ada aku lagi di samping mu. Ingat, masih ada Allah tempat kamu mengadu. Love you"


"Tafi...!!! kamu mau kemana?" tak menghiraukan ku lagi Tafi semakin menjauh dan melambaikan tangannya. Senyum di bibir nya semakin hilang oleh pandangan mataku.


"Tafi....!!!jangan tinggalin aku...Tafi...!!! hiks...hiks..."


"Tsania...?bangun Tsan...Tsan...?"


Ku buka mataku lebar-lebar dan semua hanyalah mimpi.


"Tsania?" pak Zan mengusap pipiku lembut. Air mata menetes dan bahkan isakan tangisku masih terbawa dalam nyata.


"Kak?"


"Iya sayang"


"Aku mimpi buruk..."


"Ceritakan ke kakak mimpi apa itu?"

__ADS_1


"Nggak tahu bagiku ini mimpi buruk yang pernah aku alami. Aku bermimpi Tafi ninggalin aku. Dia pergi untuk selamanya. Kak....ijinin aku besuk ketemu Tafi ya?"


Pak Zan terdiam, tak mampu lagi menjawab pintaku.


Di berikan ponselnya padaku, ku baca chat Tafi.


"Itu chat terakhir nya Tafi"


"Kak Irul,maafin Tafi ya?maaf...sudah mencintai bidadari mu. Maaf sudah merebut cinta itu. Tafi ingin...."


"Ingin apa ini kak?


"Entah kakak tak tahu, dari keterangan polisi Tafi lalai dalam berkendara. Kemungkinan besar saat berkendara dia sedang chat kakak itu. Dan tiba-tiba Tafi menabrak pembatas jalan" Ku lihat pak Zan terisak tangis. Aku tahu sedekat apa pak Zan dengan Tafi.


Deg...


Bukan mimpi buruk melainkan ini sebuah kenyataan pahit. Tafi beneran pergi. Pergi untuk selamanya.


"Kita sama-sama kehilangan kak" ku elus punggung nya yang membelakangi ku. Menutupi segala air matanya dariku. Tangisannya ia redam dalam sunyi hingga menyesakkan di hatinya.


"Kita sholat yuk kak" ku alihkan rasa sedihku mengingat semua pesan Tafi.


Selama ini aku lupa,lupa akan KuasaNya. Segala kesedihan dan air mata ini ku artikan sebuah penderitaan hidup hingga aku lupa dan menjauh dari sang penentu segala kenikmatan.


Hamba yang berlumur dosa, yang selalu mengkufuri nikmat Mu. Hari ini Engkau benar-benar menunjukkan segala kuasaMu. Kau ambil segala kesenangan ku dari hidupku.


Kenapa Engkau mengambilnya ya Allah? sedangkan aku saja belum puas menikmati semuanya. Aku belum juga sembuh akan sakit ku. Dia pengobat ku ya Allah.


Bagaimana jika aku merindukan nya?apa aku masih bisa memeluknya?hanya bayangan semu yang bisa ku raih mengobati segala lukaku yang belum sembuh sempurna.


Ya Rabb, maafkan hambaMu ini....ku serahkan semuanya padaMu. Satu pintaku berikan rasa ikhlas di hati untuk kepergiannya. Aamiin.


Teruntuk mu sahabat terbaikku. Nailul Muktafi bin Qadirun Alfatihah.


Ku beranjak meninggalkan kamar usai sholat menuju balkon. Suasana rumah sangat hening karena sudah sangat larut malam mamah dan keluarga lainnya sudah tak terdengar isak kan tangisnya.


Guyuran hujan membuat suasana semakin dingin. Bukan hanya kita tapi bumi pun mengiringi kepergian Tafi.


Teringat tentang Tafi. Di tempat ini dia selalu menemani ku dalam sepi, dalam kesendirian ku.


Tafi, sahabat plus adik ipar yang baik. Darinya aku menemukan ketulusan cinta. Kesetiaan yang belum aku temukan sebelumnya.


Tafi, pengobat lukaku. Pengobat yang selalu ada untuk ku. Di mana lagi aku mencari mu?aku merindukan mu.


Ku tatap semua foto-foto Tafi di ponsel. Ku jadikan satu dalam bentuk video. Ku setting dan ku berikan lagu sebagai kenangan saat aku merindukannya.


Ku putar video itu dan ku dengarkan lagu melodi yang menyentuh kalbuku.


Kamu & Kenangan


Lagu Maudy Ayunda


Seusai itu senja jadi sendu awan pun mengabu


Kepergianmu menyisakan duka dalam hidupku


'Ku memintal rindu menyesali waktu mengapa dahulu


Tak kuucapkan aku mencintaimu sejuta kali sehari

__ADS_1


Walau masih bisa senyum


Namun tak selepas dulu


Kini aku kesepian


Kamu dan segala kenangan


Menyatu dalam waktu yang berjalan


Dan aku kini sendirian


Menatap dirimu hanya bayangan


Tak ada yang lebih pedih


Daripada kehilangan dirimu


Cintaku tak mungkin beralih


Sampai mati hanya cinta padamu (padamu)


Walau masih bisa senyum


Namun tak selepas dulu


Kini aku kesepian


Kamu dan segala kenangan (kenangan)


Menyatu dalam waktu yang berjalan (berjalan)


Dan aku kini sendirian


Menatap dirimu hanya bayangan hanya bayangan


Daripada kehilangan dirimu


Cintaku tak mungkin beralih


Sampai mati hanya cinta padamu


Tak ada yang lebih pedih


Daripada kehilangan dirimu


Cintaku tak mungkin beralih


Sampai mati hanya cinta padamu


'Ku mencintamu (mencintamu)


Kamu (kamu) dan kenangan


Sumber: Musixmatch


Ku cium foto Tafi dan ku dekap dalam pelukan ku.


Tak akan ku temukan lagi cinta seperti mu Taf, kamu yang tulus dan setia.

__ADS_1


Meski terlambat aku akan tetap katakan ini.


"Aku mencintaimu selamanya. Nailul Muktafi"


__ADS_2