
...Mungkin untuk sebagian orang sesuatu itu tidak begitu berarti tapi untuk beberapa orang lainnya, hal sederhana itu bisa menjadi sangat luar biasa ...
...🌺Selamat membaca🌺...
Aku pun segera turun dan melepas helm ku, tanpa mengucapkan terimakasih aku segera berlalu begitu saja. Entahlah apa yang di pikirkan pak Ardi saat ini, yang paling ingin aku lakukan hanya kabur dan menjauh dari pak Ardi. Sudah cukup masalah di hidupku dan tidak ingin bertambah dengan masalah lain lagi.
Tiba-tiba suasana berubah, biasanya saat aku berjalan mereka seolah tidak pernah melihat aku ada tapi saat ini, semua mata seperti menatapku dan siap untuk mengulitiku.
Aku tahu penyebabnya, seperti beberapa hari lalu saat aku berjalan beriringan dengan pak Ardi ke perpustakaan untuk mendapatkan hukuman, begitu juga kali ini. Tapi sepertinya kali ini jauh lebih tajam.
Pak Ardi idola sekolah ...., ya aku maklum. Bagaimana nanti kalau semua orang tahu jika pak Ardi telah melamarku? Tamatlah riwayatku.
Langkah kakiku semakin cepat saja, tas kain yang sudah usam ini tiba-tiba saja bisa berubah menjadi tameng yang menutupi wajahku.
Tapi langkahku terhenti tepat di depan ruang TU, aku harus menyelesaikan urusanku sekarang.
"Selamat pagi Bu," sapa ku pada Bu Nina, guru TU.
"Selamat pagi, ada apa?" mungkin Bu Nina ingat betul dengan wajahku, bukan karena aku terkenal tapi aku selalu nunggak saat pembayaran SPP dan kali ini pun pasti sama.
"Ini bu_," belum selesai aku bicara, tiba-tiba Bu Nina menyela.
"Oh iya, untung kamu ke sini. Ibu hampir lupa. Tunggu ya," Bu Nina mengambil buku besar dari lokernya dan mengeluarkan setumpuk kartu ujian.
"Ini punya kamu, maaf ya ibu kembali lupa kasih ke kamu." ucap Bu Nina dan aku..., aku hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
__ADS_1
"Tapi Bu, saya baru mau bayar hari ini,"
Seperti ekspresi ku tadi, Bu Nina pun juga mengeluarkan ekspresi yang sama.
"Oh kemarin pak Ardi yang membayarnya, katanya titipan dari orang tua kamu. Memang kamu nggak tahu?"
Pak Ardi ..., ya jelas lah aku tidak tahu. Pak Ardi tidak mengatakannya.
"Oh iya Bu, Zanna lupa. Terimakasih ya Bu,"
Aku pun segera meninggalkan ruang TU dengan membawa kartu ujianku. Sebenarnya ingin bertanya pada pak Ardi, tapi bel sudah berbunyi dari tadi.
Aku memilih melanjutkan langkahku ke kelas, mungkin nanti aku bisa menemuinya.
Hehhhh, akhirnya sampai juga di depan kelasku.
Segerombolan anak perempuan sudah siap menghadang ku di depan pintu.
Masalah ....
Ingin rasanya menghindari hari ini, tapi nyatanya hari ini sudah terlanjur dan aku harus apa. Ini bisa di bilang hari apes atau malah hari keberuntunganku. Entahlah ...
"Pagi Zanna!" Sapa salah satu anak perempuan yang aku tahu dia cukup populer de sekolahku dan tempatnya juga di kelasku namanya???,
Ah ... Aku bahkan tidak ingat namanya. Terlalu kurang kerjaan bagiku mengingat nama mereka, toh mereka juga tidak mau mengenalku.
__ADS_1
"Aku?" Ku tunjuk wajahku sendiri yang pura-pura bodoh. Untuk berpuluh hari yang telah kita lalui dan hari ini mereka menyapaku cuma gara-gara aku di bonceng pak Ardi. Mereka benar-benar kurang kerjaan.
"Iya, kamu!" jawabnya lagi.
"Apa aku membuat masalah?" tanyaku pura-pura tidak mengerti. Ingin rasanya segera kabur dan duduk di bangku favoritku.
"Enggak, bukan begitu! Kenalin aku sama pak Ardi dong."
"Hahhh, memang apa hubungannya sama aku?" tanyaku membuat mereka saling berpandangan.
Srekkkk
Tapi tiba-tiba berbuah tangan merangkul bahuku, membuatku mendongakkan kepala melihat siapa pemilik tangan,
"Iya ihhh, kalian aneh. Memang apa hubungannya Zanna sama pak Ardi. Sudah Na, jangan pikirkan ucapan mereka, ayo duduk!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1