
Setelah mobil itu melaju,sepanjang perjalanan kami berdua hanya diam ,tidak ada salah satu dari kami yang memulai pembicaraan,Aku hanya menatap Jendela disampingku dan dia fokus menyetir.
"Turun,kita sudah sampai."Perintahnya .
"Iya."
sekarang kami berada di taman bermain, terlihat anak kecil sedang berlarian kesana - kemari dengan ice cream ditangannya.Aku meneguk Saliva ku ,Aku berdoa semoga aku bisa membelinya sekarang, aku sangat menyukai ice cream itu.
"Kamu mau"Tanyanya padaku.
"(Diam)."Pengen rasanya bilang iya tapi aku tidak terlalu mengenalnya.Aku pun menggelengkan kepalaku.
"Kalau begitu aku yang mau membelinya,Hari ini cuacanya cukup panas."Ucapnya.
"Iya panas ."Kataku menyetujui nya.
"Ikuti aku."
Akupun mengangguk dan mengikutinya dari belakang,Terlihat dia sangat berkharisma saat berjalan .
"Dia akan menjadi suamiku."Gerutuku lemah,ku rasa sekarang pipi ku memanas layaknya kepiting rebus.
Kami pun sudah sampai ditoko Ice cream terlihat berbagai macam rasa disana.
"Mau yang mana."Tanyanya padaku.
"Enggak Usah."Tolakku halus.
"(Dia hanya menatap ku sebentar dan kembali melihat tempat Ice Cream)
"Paman ,Ice cream rasa Coklat satu dan Vanilanya satu."Ucapnya .
"Nih,Pak."Dia memberikannya.
"Makasih Paman."memberikan Uang.
"Iya."
__ADS_1
"Buat kamu ".Memberikan rasa vanila.
"Rezeki nggak boleh ditolak ."Katanya.Akupun mengangguk dan menyambutnya.Setelah itu kamipun pergi ketempat teduh .
"Duduk ,Na."perintahnya padaku, Aku pun duduk.
"Maaf ya,tadi aku nggak menolak untuk pernikahan kita."ucapnya merasa bersalah.
"Kenapa Bapak menerima pernikahan ini?."
"Aku tidak bisa menolak permintaan papah, Dia sangat menginginkan ku mempunyai istri."
"Dia sering mengancam ku ,Jika aku menolak permintaannya maka bisnis properti nya tidak akan dia berikan padaku."
"Dan untuk Bunda..,Dia setiap hari membujuk- ku untuk pergi kerumah mu,Agar aku tidak terus melawan dari Papa".Jelasnya kepadaku. Aku terdiam mendengar kan penjelasannya , Hatiku merasa risau memikirkan gimana pendidikan ku nanti jika aku menikah,Gimana masa depan ku.
Aku hanyalah gadis SMA yang sekarang baru kelas sebelas, pendidikan ku masih panjang.
Karier pun aku belum memulai nya.Dan sekarang aku harus menikah dengan pria yang berumur dua puluh sembilan tahun . Selisih umur kami sangatlah jauh.Percayalah ini adalah nasib buruk yang dituliskan padaku.
"Bapak kenapa nggak menikah dengan orang lain saja,Masih banyak kok yang menyukai bapa".Lanjut ku dengan wajah tertunduk lesu.
"Kenapa harus murid Bapak sendiri."
"Hana."Dia menatap ku sebentar untuk melihat keadaan ku sekarang.dan kembali menatap lurus melihat Anak - anak yang sedang bermain Ayunan.
"Kamu nggak tahu,Ayahmu dan Papahku sudah merencanakan ini semenjak kamu lahir".
"(Aku menggelengkan kepalaku pelan)."
*Flashback dari Dika Sanjaya*
Ketika mamah mu sedang berada diruangan ICU untuk melahirkan mu,Ayah mu menelpon papah ku untuk mengabarkan Bahwa mamamu akan segera melahirkan.Papahku langsung berangkat dan mengajakku katanya agar bisa menenangkan Ayah mu karena sikapku yang dulu banyak bicara dan membuat tingkah aneh layaknya seorang anak kecil.Papah ku menggenggam erat tangan ku ketika sudah sampai dirumah sakit.
"Gimana keada'an Istri mu Dimas."Tanya papahku.
"Dia masih didalam Ton,Aku takut Ton."Ucap Ayahmu menunduk dengan kepala diditopang oleh tangannya."
__ADS_1
"Om jangan sedih ,Nanti dede bayi nya ikut sedih".Ucap ku sambil menggenggam telunjuk nya.
"Om coba lihat aku."
"Oooommmmmm".Aku berjongkok memandangi Ayahmu yang menunduk.
"Senyuumm." Aku menarik kedua pipiku.
"Mau aku ajarin."
Akupun bangun dari posisiku,dan mendongak
-kan kepala Om dan ku letakkan dua jari ku disudut bibirnya dan aku tarik.
"Yeayyyyy,Om sangat tampan".Ucapku menepuk kedua jariku.Ayahmu terpukau melihat tingkahku tanpa sadar dia membelai rambut ku lembut.
"Anton ,Kamu sangat beruntung memiliki dia."
ucap Ayahmu.
"Dia memang sifatnya begitu dimas".
"Jika aku mempunyai anak perempuan, bolehkah aku bermimpi anakmu yang tampan ini menjadi menantu ku."Ucap Ayah mu sambil memegang pipi kanan ku.
"Kamu mau kan?."Tanya Ayahmu kepadaku.
Aku hanya terdiam mendengar ucapanya karena pada saat itu aku belum memahami nya.
"Jika kamu memiliki Anak perempuan, Dimas kamu tenang saja ,Anakku ini akan menjadi Suami anak mu Ini adalah janjiku". Ucap papah meyakinkannya.
"Meskipun dia menolak aku akan tetap menyuruh nya untuk menjadi suami anakmu."Lanjutnya tanpa getar.
"Terimakasih ."Jawab Ayahmu dan langsung menepuk bahu papahku.
Tiba - tiba dokter keluar dan menyampaikan, Bahwa Ibu dan anak nya dalam keadaan yang tidak mengkhawatirkan.
"Selamat pak kamu mendapatkan Anak perempuan."Ucap Dokter itu dengan posisi tangan dimajukan bermaksud untuk bersalam .Ayahmu langsung menyambut nya dan papahku mengucapkan selamat.
__ADS_1