My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
Begitu berartinya pak Ardi


__ADS_3

...Merasa di hargai menjadi hal yang paling di nanti dalam setiap hubungan. Hubungan antar teman ataupun hubungan cinta....


...🌺🌺🌺...


Dia Galih, teman satu kelasku. Aku mengenal namanya karena kami sering satu kelompok dan dia satu-satunya anak laki-laki yang mau menyapaku.


Aku pun hanya pasrah dan duduk di bangku ku dan Galih pun juga melakukan hal yang sama, selalu sama tidak ada imbal balik dalam percakapan kami. Galih tidak pernah menuntut ku agar aku mengucapkan terimakasih setiap kali ia menolongku.


Aku kira setelah duduk, aku akan terbebas tapi ternyata aku salah. Salah satu anak perempuan itu kembali mendatangiku dan duduk di bangku kosong yang ada di sampingku.


"Ayo lah Zanna, kasih tahu aku! Dia apanya kamu sih? Kalian tetangganya ya? Atau pak Ardi masih saudaraan sama kamu?"


Pertanyaan yang bertubi, aku juga tidak tahu siapa pak Ardi dan kenapa memilihku untuk dekat. Padahal gadis di sampingku jelas lebih cantik segalanya, bajunya putih bersih, tidak kumel, cantik anak orang kaya mungkin.


"Pak Ardi bukan siapa-siapa aku!"


"Kok bisa?"


"Kami tadi hanya kebetulan bertemu di jalan, sungguh!"


"Yakin?" dia tampak tidak percaya. Tapi memang apa yang mereka irikan dari seorang Zanna yang hanya anak dari seolah pemilik toko kelontong. Yang setiap harinya harus berkutat dengan segala macam sembako, mengurus rumah dan juga menjadi tukang cuci baju, apa hebatnya.

__ADS_1


"Ya begitulah!" aku tidak mau berkomentar banyak.


"Awas ya kalau kamu bohong." ancamnya kemudian pergi begitu saja meninggalkan aku. 


Hehhh, hanya demi pak Ardi, Begitu istimewanya pak Ardi hingga mereka mengidolakannya.


Seperti biasa aku adalah penghuni tetap bangku paling depan dan dekat dengan guru. Walaupun bagi mereka bangku itu adalah kursi pesakitan, tapi bagiku ini keberuntungan. Setidaknya kau tidak perlu merasa enggan saat bertanya pada guru, suaraku pasti terdengar jelas meskipun aku bertanya dengan suara lirih.


Untuk pertama kalinya aku bisa duduk tenang di dalam kelas dan mengikuti pelajaran di jam pertama. Biasanya aku selalu terlambat atau kalau tidak berkejaran dengan satpam agar tidak menutup gerbang lebih dulu.


Guru Wali kelas memasuki kelas kami untuk memastikan semua siswa lusa bisa mengikuti ujian. Untunglah pak Ardi membayarkan uang SPP ku. Entahlah ini sebuah keberuntungan atau apa, yang jelas aku sudah lunas dan tidak menjadi pusat perhatian lagi.


Tidak ada yang istimewa di kelas, semuanya masih sama hingga bel istirahat berbunyi. Aku tidak akan meninggalkan kelasku karena sudah pasti anak-anak yang lain akan pergi ke kantin.


Aku bisa gunain uangku untuk mengambil ponselku yang tengah aku tinggal di counter hp, ponselnya sudah satu Minggu di sana untuk di perbaiki.


Lapar sih sebenernya, tapi keinginan untuk bisa pegang ponsel lagi menahanku.


"Zanna ya?"


Seorang siswa tiba-tiba masuk ke dalam kelasku, aku dengan reflek berdiri, aku tahu dia adalah pengurus OSIS.

__ADS_1


"Iya! Ada apa ya?"


"Saya dapat pesan dari pak Ardi, kamu di suruh ke ruangannya!"


"Ada apa ya?"


"Ya kamu ke ruangannya saja biar tahu! Ya sudah aku tinggal!"


Ada apa lagi?  Seketika aku kembali cemas. Bukan apa-apa, baru juga terbebas dari pak Ardi, aku kira ternyata aku salah.


...🍂🍂🍂...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2