
...Kamu adalah pikiran terakhir dalam pikiranku sebelum aku tertidur dan pikiran pertama ketika aku bangun setiap pagi, jadi jangan pernah berpikir jika aku tidak mencintaimu....
...🌺Selamat membaca🌺...
Pak Ardi pun mulai berjalan mendekat ke rah Zanna seiring dengan semakin cepatnya jantung berpacu, rupanya pak Ardi pun tidak kalah deg-degan saat harus menemui Zanna lagi.
Sepertinya olah raga yang ia lakukan di rumah kerja sama sekali tidak membantunya, keringat dingin sudah mulai membasahi lehernya hingga membuat tangannya harus mengusap lehernya yang sedikit basah.
 Mungkin lain kali aku harus sering-sering olah raga agar jika jantungku berdetak kencang aku tidak terserang penyakit jantung.
 Hingga akhirnya pak Ardi sampai juga di ranjang, ia duduk di tepi ranjang,
"Kamu belum tidur?" tanyanya meskipun sebenarnya itu bukan pertanyaan yang penting karena jelas Zanna belum tidur karena ia bahkan masih duduk di sampingnya.
 "Belum pak, maksudnya mas, belum ngantuk."
"Kenapa?"
"Zanna nunggu mas Ardi!"
"Kenapa nunggu?" tanya Ardi yang perlahan menggeser duduknya agar mendekat ke arah Zanna.
"Nggak pa pa, Zanna nggak ngantuk aja!"
"Ohhh,"
Ardi pun perlahan menggeser tangannya hingga kini merambat ke tangan Zanna dan menggenggamnya.
Serrrrr
Seperti ada sengatan listrik pada tubuh Zanna saat tangan itu menyentuh tangan Zanna.
"Zanna,"
"Iya?" bahkan suara Zanna sekarang sudah tercekat di tenggorokan.
"Tidurlah, aku akan menemanimu!" ucap Ardi yang tiba-tiba merebahkan tubuhnya begitu saja di samping Zanna membuat Zanna tercengang.
Hal yang ia pikirkan sedari tadi, hal yang membuatnya tegang dari tadi tidak terjadi, apalagi saat melihat pria itu malah memejamkan matanya.
Yakin hanya kayak gini?
__ADS_1
Layaknya remaja pada umumnya tang suka menonton ftv-ftv romantis, tapi hal romantis yang biasa ia tonton di sinetron ternyata tidak terjadi padanya, malam pertama itu tidak terjadi.Â
"Mas Ardi yakin mau tidur aja?" tanya Zanna berhasil membuat Ardi kembali membuka matanya dan menatap ke arah Zanna yang tengah menatapnya dengan penuh harap.
Ardi pun kembali duduk dan menggeser tubuhnya, mereka duduk bersebelahan dengan punggung yang bersandar di sandaran tempat tidur yang sama.
"Apa malam ini hanya tidur aja, tidak ada yang lain?" tanya Zanna memastikan.
Terlihat Ardi mengerutkan keningnya, ia tidak yakin dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Zanna tapi jika di cerna dengan benar memang mengarah ke hal itu, tapi Ardi tidak ingin buru-buru menyimpulkan, ia ingin mendengar langsung dari sang istri.
"Maksudnya?"
"Maksudnya setelah apa yang aku utarakan sama mas Ardi, apa tidak ada yang harus kita lakukan malam ini sebagai sepasang suami istri?"
Ardi terdiam cukup lama, sepertinya kali ini ia sudah yakin dengan maksud dari ucapan Zanna , tapi dia sedang mencoba untuk tidak terpancing saja.
Cletuk
Bukan hal yang romantis yang menjadi reflek Ardi, tapi malah sebuah jitakan mendarat di kening Zanna.
"Anak nakal, kamu tau seperti itu dari mana?"
"Siapa suruh mikir cabul kayak gitu, ingat ya kamu masih sekolah ya, jadi jangan pikir macam-macam."
"Tapi kan Zanna juga sudah berstatus istri, sudah sah, nggak dosa."
Ardi memiringkan tubuhnya hingga kini Zanna bisa melihat dengan jelas wajah Ardi hingga tatapan mereka bertemu.
"Na, ingin rasanya aku melakukan apapun padamu layaknya seperti suami-suami yang lainnya pada istrinya!"
"Lalu kenapa tidak kita mulai sekarang saja mas?"Â
"Karena kamu masih sekolah, sabar tinggal beberapa bulan lagi. Dan nanti saat kamu sudah benar-benar siap, kita akan melakukannya."
"Aku sudah siap, sudah benar-benar siap!" ucap Zanna keras kepala, sepertinya jiwa muda nan menggebu-gebu Zanna mendominasi. Layaknya remaja seumurannya yang penasaran dengan hal-hal baru.
Cup
Tiba-tiba mata Zanna membulat sempurna saat benda kenyal nan dingin itu mendarat sempurna di bibirnya, seharusnya ia tidak mengitu degdegan karena ini bukan yang pertama, tapi ternyata rasa itu masih sama seperti yang pertama waktu itu. Semuanya masih sama, getarannya, sensasinya dan sentuhannya.
Jantungku masih aman...
__ADS_1
Hangat dan memabukkan, rasanya seperti melayang saat tanyanya mulai menyusup ke sela-sela bajunya.
Hingga ciuman yang awalnya penuh cinta itu berubah menjadi penuh gairah. Kini tubuh Zanna sudah berada di bawah Kungkungan Ardi dengan baju yang tersingkap hingga menampakkan tubuh atas Zanna.
Bahkan ciuman itu sekarang sudah menjalar ke seluruh tubuh Zanna, Zanna hanya bisa mencengkeram kaos Ardi menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh sang suami.
Zanna menggeliat hebat saat merasakan sensasi yang luar biasanya yang baru pertama kali ia rasakan itu, tapi Ardi segera menghentikan kegiatannya membuat Zanna menatap kecewa.
"Kenapa?" tanya Zanna dengan suara seraknya, ada perasaan kecewa dalam dirinya.
"Jangan memintaku untuk melakukan lebih dari ini!"
Walaupun sederhana tapi kata-kata itu berhasil menjatuhkan harapan Zanna yang sudah terlanjur melambung tinggi. Air mata Zanna seketika luluh di buatnya, Zanna merasa tidak di inginkan menjadi seorangan istri
"Kenapa menangis? Jangan menangis!" Ardi segera mengusap air mata Zanna.
"Apa mas begitu tidak menginginkanku? Aku tahu aku tidak seseksi kak Maya, aku juga tidak_,"
"Hussttttt." dengan cepat Ardi menempelkan jarinya di bibir Zanna,
"Jangan mengatakan hal itu, tidak seperti itu."
"Lalu?" bahkan suara Zanna bergetar dan seperti tertahan di tenggorokan berusaha keras untuk menahan air matanya agar tidak semakin jatuh.Â
Tangan Ardi sekali lagi terulur untuk mengusap air mata Zanna dengan jari-jarinya.
"Jangan menangis, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau kamu menangis! Aku mencintaimu sungguh. Aku akan melakukannya jika kamu sudah yakin, jadi jangan menangis ya,"
Zanna mengangukkan kepalanya. Kembali Ardi mendekatkan bibirnya, mengabsen setiap jengkal tubuh Zanna.
Malam ini benar-benar menjadi malam yang panjang bagi sepasang suami istri dengan jenjang usia yang cukup jauh itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1