
Pak Ardi kembali ke ruangannya, ia harus berkemas hari ini juga san setelah itu menyerahkan surat pengunduran dirinya ke pihak sekolah.
Sedangkan Zanna tidak bisa mengikuti pelajaran berikutnya karena harus berada di ruang guru untuk mengikuti ulangan susulan di pelajaran pertama.
Luna yang merasa penasaran karena Zanna tidak kembali ke kelas pun memutuskan untuk ijin keluar kelas,
"Pak," ucap Luna sambil mengangkat tangannya.
"Ya Luna, ada apa?"
"Saya ijin ke kamar mandi." ucapnya sambil keluar dari dalam kelas, tapi bukan ke kamar mandi. Tempat yang sangat membuatnya penasaran untuk ia kunjungi adalah ruang BP.
Tok tok tok
Ketukan di pintu itu membuat seorang pria yang tengah memasukkan barang-barang kedalam kardus menoleh ke arah pintu,
"Masuk," ucap pria itu membuat Luna tersenyum dan segera masuk, tidak lupa ia menutup pintu dari luar.
"Kenapa pintunya di tutup?" tanya pak Ardi dengan sedikit terkejut.
"Luna ingin bicara berdua sama sama pak Ardi."
"Tapi tidak perlu di tutup kan pintunya."
Pak Ardi segera berjalan melewati Luna yang sudah berjalan beberapa langkah masuk ke dalam ruangan,, tangan pak Ardi hendak menarik handle pintu tapi tiba-tiba Luna memeluknya dari belakang,
"Apa yang kamu lakukan?" pak Ardi begitu terkejut hingga ia terpaku di tempatnya.
"Pak aku mencintai bapak, Zanna tidak pantas mendapatkan cinta dari bapak."
"Saya akan bicara sama kamu tapi lepaskan dulu ini."
"Bapak janji kan?"
__ADS_1
"Hmmm, tapi lepaskan dulu."
Luna pun perlahan melepaskan tangannya dari dari pinggang pak Ardi,
"Duduklah!" perintah pak Ardi sambil kembali melanjutkan langkahnya untuk membuka pintu dan membiarkannya tetap terbuka bahkan sangat lebar.
Luna pun dududuk dan di susul oleh pak Ardi,
"Zanna pasti di keluarkan kan dari sekolah, iya kan pak? Sudah aku duga, Zanna memang tidak pantas sekolah di sini, semua anak yang sekolah di sini adalah anak-anak berprestasi tidak seperti dirinya yang masuk karena jalur beasiswa. Iya kalau beasiswa prestasi, orang tuanya mengajukan keringanan biaya ke sekolah."
Pak Ardi tersenyum seperti biasanya, ia bahkan tanpa mengubah posisi ataupun ekspresi wajahnya.
"Zanna tetap sekolah di sini."
"Hahhh? Kok bisa? Zanna sudah melakukan pelanggaran loh pak, mana bisa dia tetap di sini?"
"Pelanggaran yang di lakukan oleh Zanna adalah menjalin pernikahan dengan orang yang berada dalam satu instansi,"
"Tapi Zanna sudah melakukan pelanggaran karena menikah di bawah umur pak."
"Sepertinya pak Ardi Nggak update UUD terbaru pak, berdasarkan undang-undang pernikahan mengenai batas usia minial seseorang boleh menikah, pasal 7 ayat (1) undang-undangn nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun."
Hehhhhh ....
Pak Ardi menghela nafas mendengar penjelasan detail Luna, ia tidak menyangka jika Luna bisa mengetahui cukup detail tentang undang-undang, sepertinya pak Ardi lupa jika Luna adalah putri seorang politikus yang bercita-cita menjadi seorang advokat.
Setelah cukup lama terdiam, pak Ardi kembali membalas penjelasan Luna dengan penjelasan yang lain,
"Tapi sepertinya kamu lupa mempelajari jika ada pengecualian yang bisa menjadi alasan kenapa saya dan Zanna harus menikah meski usia Zanna masih belum genap sembilan belas tahun, meski pada dasarnya tidak dibolehkan, berdasarkan Pasal 7 ayat (2) UU 16/2019 masih dimungkinkan adanya penyimpangan terhadap ketentuan umur 19 tahun tersebut, yaitu dengan cara orang tua pihak pria dan/atau wanita meminta dispensasi kepada pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup."
"Alasan apa yang sangat mendesak itu?"
"Apa saya harus menjelaskan padamu?"
__ADS_1
"Ya,"
"Saya tidak punya tanggung jawab untuk menjelaskan apapun padamu."
"Punya, karena pak Ardi sudah membuat saya jatuh hati pada pak Ardi."
"Luna, kamu masih muda. Masih banyak hal yang belum kamu ketahui di dunia ini. Banyak cinta akan akan kamu temui dikemudian hari, jadi setelah saya pergi insyaallah kamu akan bisa melupakan saya."
"Maksud bapak?"
"Saya sudah mengundurkan diri hari ini."
"Kenapa?"
"Seperti pembahasan kita dari awal. Zanna tetap di sini dan saya yang akan pergi."
"Kenapa?"
"Karena saya suami Zanna."
"Dia tidak pantas mendapatkan keistimewaan seperti ini darimu pak.”
"Dia yang paling pantas mendapatkannya."
Luna tidak bisa memaksakan perasaanya lagi, ia sudah mengaku kalah dan memilih berlalu keluar dari ruangan pak Ardi dengan membawa luka karena patah hati.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...