
"Terimakasih ya Di karena kamu mau datang ke sini," ucap Maya saat mengantar Ardi dan Zanna menuju ke kamar Luna. Ia sedang mencoba mencari celah diantara Zanna dan Ardi agar bisa berjalan dekat dengan Ardi, tapi tetap tidak bisa karena Ardi tidak pernah menjelaskan genggaman tangannya pada Zanna, karena Maya terus berusaha mendekatinya, Ardi pun meraih pinggang Zanna hingga Meraka berjalan beriringan tanpa sekat sedikitpun.
"Saya ke sini karena Zanna, jadi kalau mau berterimakasih, berterimakasih saja sama Zanna."
Seketika ekspresi wajah Maya berubah kesal, tapi beberapa detik kemudian ia segera mengubahkan dengan senyum.
Hingga akhrinya mereka sampai di depan sebuah ruangan jika dilihat dari luar, tampak seperti kamar.
"Saya harap kamu dulu ya, Di yang masuk. Saya khawatir kalau zanan juga masuk, Luna akan semakin histeris."
Ardi menoleh pada Zanna meminta pendapat darinya,
"Iya mas, mbak Maya benar. Mas Ardi yang duluan masuk ya, takutnya Luna semakin histeris kan."
Akhirnya setelah mendapat persetujuan dari Zanna, Ardi dan Maya pun masuk lebih dulu setelah pintu di buka.
Ardi bisa melihat wajah kamar yang hanya terdiri dari satu tempat tidur dan satu meja kecil, tidak ada satupun perabotan yang menghiasi kamar itu.
Dan seorang gadis kecil tengah duduk meringkuk di sudut ruangan, penampilannya berantakan.
Menyadari ada seseorang yang datang, gadia itu mendongakkan kepalanya, matanya berkaca-kaca dan ia pun segera berdiri perlahan berjalan menghampiri Ardi.
Srekkk
__ADS_1
"Pak Ardi,"
Tiba-tiba Luna berhambur memeluk Ardi saat melihat kedatangan Ardi dan Maya, meskipun ia melihat Zanna yang berada di belakang Ardi, seolah ia tidak peduli.
Ardi pun terdiam, ia bahkan tidak membalas pelukan Luna. Tubuhnya terpaku, bersiap untuk melepaskan pelukan dari Luna tapi Maya menggelengkan kepalanya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada meminta Ardi agar tidak melepaskan pelukan Luna.
Melihat wanita lain memeluk suaminya, hato istri mana yang tidak terluka. Zanna ingin sekali menarik tubuh suaminya agar menjauh dari wanita itu tapi hati nuraninya menahannya saat melihat keadaan Luna yang berantakan.
***
Ardi sudah duduk di samping tempat tidur Luna, tangannya terus di genggam Luna yang perlahan mulai memejamkan matanya.
Sedangkan Zanna dan Maya menunggunya di ruangan lain. Sebenarnya Ardi merasa tidak nyaman berada dalam satu ruangan hanya berdua seperti ini dengan seorang wanita yang bukan mahram tapi dokter yang merawat Luna memintanya untuk melakukan itu.
"Maaf mas, akan lebih baik jika mas mengalah sebentar demi kesehatan mbak Luna. Hanya untuk beberapa hari saja sampai keadaan mbak Luna stabil. Jika ia terus di biarkan histeris dan tidak mau tidur, tidak mau makan dan mandi, saya khawatir hal buruk bisa terjadi. Saya harap mas Ardi bisa memahami keadaan mbak Luna saat ini, jika ini berlangsung setiap hari bisa jadi hanya beberapa hari mbak Luna akan kembali seperti sedia kala." ucap dokter yang baru saja memeriksa keadaan Luna.
Di ruangan lain, Zanna dan Maya tengah mengobrol.
"Kamu lihat sendiri kan bagaimana keadaan Luna kalau ada Ardi. Saya harap kamu bisa lah merelakan Ardi beberapa hari ini saja. Saya khawatir jika Ardi pergi Luna akan menyakiti dirinya sendiri lagi."
"Iya mbak, saya mengerti."
"Baguslah jika kamu mengerti."
__ADS_1
Zanna terus memilin ujung bajunya, perasaanya campur aduk hingga ia tidak bisa menyimpulkannya sendiri.
***
Satu jam kemudian, akhirnya Luna benar-benar tertidur. Ardi pun tidak sabar untuk segera bisa keluar dari kamar itu dan menemui Zanna. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana terlukanya wanita itu saat melihat dirinya tengah berduaan dengan Luna.
"Zanna ke mana?" pertanyaan itu segera muncul saat tidak mendapati Zanna bersama Luna.
"Duduklah, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu. Kita makan bersama ya."
"Aku tidak lapar, dimana Zanna?"
"Dia sudah pulang, dia_,"
Tidak menunggu Maya menyelesaikan ucapannya, Ardi sudah lebih dulu berlalu dengan langkah cepat keluar dari rumah Maya, dan pergi dengan mobilnya
Ia seolah tidak peduli dengan panggilan bertubi-tubi dari Maya. Ia berharap bisa segara menemui sang istri dan memberi pelukan hangat padanya.
bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...