
"Terus apa lagi Taf? "
"Iya kak Irul kan orangnya tertutup mbak, sejak di tinggal pergi orang tuanya dan adik satu-satunya itu dia benar-benar terpukul dan depresi.Sudah berkali-kali mamah papah mengajaknya ke psikiater untuk kesembuhannya. Tapi belum juga sembuh total, kadang depresi nya kambuh secara tiba-tiba. Mbak Tan tau kan tentang masa lalu kak Irul ? "
"Tahu kok kalau soal orang tua kandung kak Irul.Terus gimana lagi? "
"Ya setelah masuk SMA, bertemu kak Mano yang notabene anak broken home bisa cocok satu sama yang lainnya. Mereka setiap hari bersama ya meski semua orang mengira mereka pacaran tapi kak Irul selalu membantahnya. Dia takut jika hubungan nya yang ia jalin bisa retak jika putus nanti... Huft... " Tafi menghela nafasnya dan meletakkan ponselnya di atas meja.
Aku hanya memandangi nya dengan penuh rasa penasaran.
"Kak Irul hanya ingin menjaga kak Mano, menjaga selayaknya seorang sahabat. Meski ada perasaan cinta yang ia pendam, kak Irul sebenarnya berencana ingin melamar dan menikahi kak Mano setelah lulus dan punya gelar dokter. Ia sengaja menolak pernyataan cinta kak Mano waktu itu karena dia hanya ingin menunggu waktu yang tepat. Tapi sayang... kak Mano terbawa oleh nafsu . Mungkin kak Mano terlalu kecewa dan sakit hati hingga melampiaskan rasa kecewanya dengan temannya. Padahal sedikit lagi kak Mano bisa sabar pasti dia akan mendapatkan cinta kak Irul"
"Kasian kak Irul mbak, padahal dia ingin membuktikan sama orang tuanya bahwa kak Irul bisa menjadi dokter sesuai keinginan orang tua kandungnya tanpa beban pikirannya. Dan memiliki seorang istri di bidang kesehatan"
"Terus kenapa kak Irul keluar dari fakultas kedokteran malahan milih kuliah di bidang pendidikan. Padahal kan itu jauh dari keinginan orang tua kandung nya maupun mamah papah? "
"Dia depresi berat saat itu mbak... tak sengaja bertemu anak perempuan yang menolongnya saat kak Irul menangis histeris di pinggir danau. Kata mamah gadis berumur 7 tahun sama dengan seusiaku saat itu yang sudah berjasa menolong kak Irul".
"Gara-gara anak perempuan itulah kak Irul bangkit lagi. Kak Irul bisa bangkit dan mengambil mata kuliah di bidang pendidikan. Entah di mana gadis itu tinggal kak Irul dulu sering banget nyariin apalagi mamah kepingin banget ketemu sama dia lagi"
Aku terdiam membisu.Sedikit kecewa atas rahasia yang tak pernah pak Zan beritahukan padaku. Apa rencana pak Zan? apa dia tak ingin aku kecewa? tapi atas tidak tahunya ini akan membuatku semakin kecewa dan sakit hati.
"Huft.... "
"Kenapa mbak? "
"Nggak apa-apa Taf " ku pejamkan mataku menenangkan hati yang terbesir gejolak emosi.
Ku tahan air mata ini jangan sampai terjatuh aku nggak mau terlihat cengeng di mata orang lain.
Kuat Tan, pasti kamu kuat... jangan nangis kamu hanya butuh waktu untuk mendengar kan cerita langsung dari kak Irul. Tsania.
__ADS_1
"Mungkin itu salah satu sebab mamah papah berantem tadi malem"
"Maksud kamu? " aku langsung terperangah dan membuka kedua mataku.
"Mamah dulu itu juga sangat sayang banget sama kak Mano mbak, dulu kak Mano waktu masih SMA pernah di tanya sama mamah tentang cita-citanya. Mamah seneng banget saat itu karena kak Mano satu server sama mamah yaitu mencintai dunia kesehatan. Sesuai harapan mamah"
"Sayang? " aku dan Tafi menoleh melihat sumber suara.
"Kakak cari-cari ternyata kamu di sini? lagi cerita apa sih kok asyik banget" imbuh pak Zan. Pak Zan duduk di sebelahku yang masih ada satu bangku kosong.
"Iya kak, adem di sini. "
"Kamu nggak di godain sama Tafi kan sayang? "
"Hist, kak Irul itu kalau ngomong... " sahut Tafi yang sudah fokus dengan game di ponsel nya lagi.
"Kenapa? "
"Awas kalau kamu berani menggoda istri kakak akan ku makan habis-habis kamu" omel pak Zan yang sembari memelukku erat.
"Ih kakak ada Tafi itu malu tau... "
"Dasar.... " Tafi segera berdiri dan meninggalkanku dan pak Zan yang masih betah di belakang rumah.
"Bucin....!!! " Tafi berlari tunggang langgang setelah berhasil menggoda sang kakak.
"Awas kamu...!!! "
"Sudah-sudah... gimana mamah papah? "
"Nggak ada apa-apa sih biasa namanya juga rumah tangga sayang" jawab pak Zan dengan menciumi pipiku.
__ADS_1
Hatiku semakin kecewa atas jawaban pak Zan, aku tahu pasti ada masalah besar yang di sembunyikan pak Zan dariku. Salah satunya cerita dari Tafi tadi. Tapi kenapa pak Zan tak mau sedikit pun bercerita padaku. Bukankah aku istrinya? aku juga bagian dari keluarga ini setidaknya aku ingin di libatkan dalam menyelesaikan masalah di keluarga ini.
"Kamu kenapa sayang? nggak usah mikir macam-macam ya? mamah papah baik-baik saja mereka sudah baikan kok" jelas pak Zan yang melihatku tidak puas dengan jawabannya.
"Kak? "
"Iya? " pak Zan masih asyik menciumi setiap helai rambutku yang entah kapan pak Zan membuka jilbabku hingga kini sudah terlepas dari kepalaku.
"Kakak sudah pernah ngomong belum tentang mata kuliah yang Tsania ambil nanti ke mamah papah? "
"Sudah dulu"
"Terus? "
"Papah mamah nggak masalah tuh, mereka setuju-setuju aja kok"
Kamu bohong kak, jelas-jelas mamah nggak setuju dengan keputusan ku.. kenapa kamu bohong? kenapa kamu nggak jujur saja? apa kamu hanya ingin menenangkan hatiku? apa rencana mu kak? jerit hati Tsania.
Air mataku menetes tanpa bisa ku tahan lagi, hatiku terasa hancur dan rapuh. Banyak sekali rahasia pak Zan yang di tutupi. Entah karena tak mau membuatku sedih atau gimana aku tak tahu. Jelas-jelas dia sudah berjanji akan bercerita semua padaku setiap kerap kali ada masalah.Tapi kenapa sekarang pak Zan mengulanginya lagi?.
"Kenapa kamu menangis? " pak Zan mengusap air mataku.
"Nggak apa-apa kak, cuma terharu bahagia aja "
Jikalau dulu bu Mano tidak hamil dengan kak Dion apakah kak Irul akan menikahi bu Mano? atau mungkin pertengkaran rumah tangga bu Mano dan kak Dion kemarin yang di ujung tanduk adalah salah satu kesempatan buat kak Irul? apa dia senang? huh.... entah lah aku bingung dengan hatiku yang bimbang ini.... Tsania.
"Sayang yuk kita makan siang dulu" pak Zan menggandeng tanganku masuk ke dalam rumah dan aku hanya diam pasrah mengikuti nya.
Aku harap kamu akan ngomong jujur nanti malam kak, karena aku percaya kamu punya alasan yang membuat aku bisa tenang. Tsania.
...Pak Zan berjalan dengan menciumi tanganku dengan mesranya. ...
__ADS_1