My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
39. Pov Author


__ADS_3

...Kamu tidak tahu kalau aku tidak menyukai orang lain memperhatikan mu lebih dari aku memperhatikanmu...


...🌺Selamat membaca🌺...


Ini bukan kebiasaan Zanna makan di kntin, tapi apa daya ada teman sekelasnya yang tengah berulang tahun dan mentraktir bakso di kantin sekolah.


Terlihat Zanna dan Aska duduk di satu meja dengan bangku yang senggang, hanya mereka berdua karena tentu yang lainnya sudah duduk dengan teman-teman akrab mereka termasuk Luna, Luna punya geng di kelasnya. 


Kantin terlihat luas tanpa sekat hanya ada meja dan kursi yang berjejer persis seperti rumah makan tapi mejanya lebih kecil, ada juga yang lebih besar dengan bangku yang banyak jadi memungkinkan mereka para penghuni kantin bisa melihat seluruh area. Zanna, ini baginya adalah mengalaman yang langka, ia lihat di meja yang itu, penghuninya cukup banyak tapi karena zanna masuk belakangan hingga mendapat meja yang lebih kecil.


"Kamu mau pesan sesuatu selain bakso?"


Pertanyaan itu menyadarkan Zanna yang sepertinya terlalu menikmati baksonya hingga ia lupa ada orang lain di sampingnya.


"Nggak ini aja." Zanna menimbang, ia pikir ia tidak perlu beli jajan lagi agar uangnya utuh dan bisa ia tabung untuk membeli hp baru.


Jika di banding hp milik teman-teman satu kelasnya, jelas hp Zanna sangat ketinggalan jaman.


"Biar aku traktir, mau minum ya?"


Yang benar saja aku menolaknya, batin Zanna. Jelas ini tawaran bagus, lagi pula sepertinya mamanya pak Ardi tidak membawakan minum untuknya, sepetinya lupa.


"Ahh, memang nggak pa pa?" tanya Zanna malu-malu.


"Aku kan sudah menawarkan, berarti aku serius!"


Tapi kan pak Ardi kasih uang saku kalau pak Ardi tahu Aska mentraktirku apa dia akan marah?, Zanna teringat jika setelah menikah dengan pak Ardi, pria itu tidak pernah lupa memberinya uang jajan.


"Nggak perlu, aku punya uang!" ucap Zanna setelah pemikiran panjang sambil menunjukkan uang dua puluh ribu miliknya dari saku kemeja seragamnya.

__ADS_1


"Nggak pa pa, aku ikhlas. Sekali-kali kan, lagi pula aku lihat kamu nggak pernah ke kantin! Kenapa?"


"Nggak pa pa, aku bawa bekal! Ya udah makasih ya."


"Belum pesan apa-apa kenapa sudah bilang terimakasih?"


"Ya nggak pa pa, takutnya nanti lupa!"


Akhirnya Zanna memilih es teh, ia tahu harga es teh hanya dua ribu jadi tidak akan memberatkan Aska juga.


"Makasih ya." Zanna tersenyum tidak enak sambil menghabiskan es teh yang tingga seperempat gelas itu.


"Tuh kan, makasih lagi." protes Aska. "Sudah habis kan, bentar lagi masuk kelas. Kembali ke kelas yuk."


Zanna tembali terdiam, ia tidak biasa jalan berdua dengan anak laki-laki, apalagi Aska ketua OSIS.


"Aku sama yang lain saja." tolak Zanna sambil mengedarkan pandangannya, melihat beberapa anak memang belum meninggalkan kantin, bahkan beberapa masih asik mengobrol.


"Ah enggak, sungguh!" dengan cepat Zanna mengibaskan tangannya sambil berdiri.


"Ya udah, ayo!" Aska tiba-tiba menggandeng tangan Zanna membuat Zanna tercengang tapi tidak lama karena Aska sudah lebih dulu menarik tangannya hingga ia hanya bisa pasrah mengikutinya di belakang dengan tangan yang masih di gandeng oleh Aska.


Baru melewati dua kelas terdengar bel masuk berbunyi, satu persatu anak-anak berlarian memasuki kelasnya.


"Kita nggak ikut lari?" tanya Zanna membuat Aska tersenyum.


"Kenapa berlari, kelas kita sama ruang guru jauh. Butuh waktu lama buat guru masuk ke kelas kita kan!?"


"Ahhh iya, benar."

__ADS_1


Kembali Aska melanjutkan langkahnya, tapi dia juga tidak berniat melepaskan tangan Zanna.


Deg


Jantung Zanna seolah tengah berhantam sesuatu yang berat saat dari arah berlawanan pak Ardi tengah melintas di jalur yang sama, apalagi tatapan mata pak Ardi yang terus mengarah tajam ke tangan Zanna membuat Zanna dengan cepat menarik tangannya,


"Kenapa?" ternyata tarikan kasar Zanna berhasil membuat Aska menghentikan langkahnya dan menoleh pada Zanna.


"Nggak pa pa," ucap Zanna sambil tersenyum kikuk, apalagi jarak mereka dengan pak Ardi yang semakin dekat.


Sepertinya Aska menyadari arah tatapan Zanna,


"Karena pak Ardi?" tanyanya, "Aku dengar dari Luna, kamu jadi asisten rumah tangga di rumah pak Ardi ya?" tanyanya lagi,


Sepertinya pak Ardi mendengar apa yang di katakan oleh Aska, tatapannya semakin tajam pada Zanna membuat Zanna segera menundukkan pandangannya,


"Aku lupa belum mengerjakan pr, aku duluan ya." dengan cepat Zanna berlari meninggalkan Aska dan melewati pak Ardi begitu saja.


Hingga akhrinya dua pria itu saling bertemu,


"Selamat siang, pak." sapa Aska sambil tersenyum tapi pak Ardi menanggapinya dengan begitu dingin.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2