My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
POSITIF


__ADS_3

"Assalamu'alaikum....!?" seruku ketika masuk rumah. Membawa beberapa kantong plastik belanjaan.


"Astagfirullahalazim... " aku terkaget melihat ada sosok gadis yang menangis duduk di sofa.


"Ada apa mbak? " tanya Tafi yang hampir menabrak ku karena aku berhenti mendadak.


"Itu lihat Fi"


"Astagfirullahalazim... ih kalian ini malahan berhenti di tengah jalan, ngagetin mamah ajah" omel mamah.


"Mah? "


"Apa dek? "


"Lihat deh mah itu ada siapa? "


Setelah di beritahu Tafi, mamah semakin terkejut melihat apa yang di hadapannya kini. Gadis berseragam SMA yang berpakaian super ketat dan setengah terbuka.


"Kamu siapa mbak? " ibu duduk mendekati gadis itu.


"Saya Tika bu, saya murid pak Fauzan. Pak Fauzan sudah menghamili saya tapi setelah saya tahu saya hamil dia tidak mau bertanggung jawab"


"Apah???!!! " kantong plastik yang ku bawa terjatuh. Sedikit kaget dengan penjelasan gadis tadi tapi aku berusaha tenang. Karena pak Zan yang ku kenal tak mungkin seperti itu.


Tanpa mendengarkan penjelasan lagi dari gadis itu, aku langsung masuk membawa kantong plastik belanjaan yang terjatuh tadi. Menaruhnya di dapur. Dan setelah itu masuk kamar tanpa ku ketok.


"Sayang? " pak Zan terbangun dari tundukan nya. Wajahnya lesu dan lelah. Aku menghampiri nya. Tapi pak Zan menarik tubuhku dan memelukku.


"Aku rindu kamu sayang.... maafin kakak ya sudah membuatmu kecewa, maafin kakak sudah menyakiti hatimu" bisik nya.


"Berarti benar kata gadis itu? " sontak ku melepaskan pelukan pak Zan.


"Maksud kamu apa? "


"Tadi ada gadis di depan bilang katanya dia hamil karena kakak dan kakak gak mau tanggung jawab"


"Hist, fitnah itu tanya aja mbak Ning. Tadi dia menggoda kakak, katanya rela di hamili asalkan di jadiin pacar. Terus aku nasehati malahan marah dan mau perkosa kakak"


"Nggak salah? kan kakak cowok masak di perkosa? "


"Hahaha, buktinya tadi Tan. Tanya aja mbak Ning"


"Iya-iya percaya deh...aku percaya sama kakak"


"Kamu tadi ngapain aja selama di klinik? "

__ADS_1


"Cuma nemenin mamah meriksa pasien"


"Ok deh... "


Setelah aku dan pak Zan berbicara baik-baik semua masalah terselesaikan dengan baik. Ternyata rumah tangga itu tidak ada yang mulus ada pertikaian di setiap harinya entah kecil atau besar. Itu semuanya hanyalah bumbu-bumbu agar kita bisa semakin kuat dalam menghadapi di setiap badai.


.


.


.


.


.


Malam ini setelah mamah memanggil pak Zan dan Tafi semua terlihat baik-baik saja. Pak Zan sudah terlihat akur dengan Tafi. Entah apa yang mamah bicarakan hingga membuat mereka yang sempat perang dingin menjadi hangat lagi. Menjadi kembali seperti kucing dan tikus kalau lagi bercanda.


Dengan begitu bahagianya pak Zan hingga malam ini meminta jatahnya yang sempat beberapa hari ini tertunda.


"Sayang makasih ya? kamu selalu bisa bahagiain kakak" ucap pak Zan dan mencium kening ku. Setelah itu dia terlelap dalam pelukanku.


Ku pandangi wajahnya yang tampan itu. Membuatku sumringah, ku elus pipinya yang halus dan bibirnya yang ranum. Maklum pak Zan tidak merokok jadi bibirnya tidak menghitam dia merokok jika berjumpa kawan lamanya saja. Ku kecup bibirnya dan aku mulai terlelap dalam mimpiku,menyusulnya.


.


.


.


"Bismillah.... semoga ya Allah... "


Setelah beberapa saat dua garis itu muncul di dua tespack yang aku celupkan di air seni ku.


"Alhamdulillah ya Allah.... aku hamil... " air mataku mengalir dengan derasnya. Hatiku benar-benar bahagia sekali. Hingga tak bisa berkata-kata lagi.


Tok.... tok....


"Sayang...sudah belum? kakak kebelet nih"


Aku membuka pintu kamar mandi dan menyimpan testpack tadi di saku baju piyama ku.


"Belum kak, aku belum mandi. Tadi juga kebelet kalau kakak kebelet, kakak aja duluan"


"Ok deh"

__ADS_1


Setelah pak Zan masuk ke dalam toilet aku langsung jingkrak-jingkrak kegirangan seperti anak kecil yang mendapat kan permen lollipop. Dan ini lebih bahagia lagi. Setelah berliku-liku perjalanan ku dengan pak Zan akhirnya aku hamil anaknya.


Semoga ini jalan untuk menuju bahagia, untuk menguat kan rumah tangga kita. Semakin kuat dalam menghadapi segala masalah. Dengan adanya anak ini nanti akan selalu menjadi penguat bagi orang tuanya.


"Sehat ya nak? jangan rewel" ku elus perutku yang belum nampak membuncit ini.


"Kenapa sayang? " tanya pak Zan mengagetkan ku.Pak Zan keluar memakai handuk yang melingkar di perutnya.Untung belum puasa kalau sudah puasa bisa menggoda imanku. Hehehe.


Ku peluk pak Zan itu dengan penuh kehangatan, pak Zan balik memelukku.


"Kamu kenapa sayang? " bisik nya dalam pelukanku. Entah mengapa air mataku mengalir tanpa aba-aba. Haru bahagia campur aduk jadi satu. Setelah kepahitan dan kekecewaan yang aku lalui bersama pak Zan.


"Ada masalah apa? " tanya pak Zan melepaskan pelukanku. Tapi tangisan ku semakin kencang. Entah, ini kebahagiaan yang luar biasa bagiku. Allah yang baik, ya Rahman ya Rahim....


"Hiks... hiks... "


"Sudah-sudah.... sekarang mandi dulu keburu kesiangan nanti subuh nya. Habis subuhan kita bicara lagi".


Aku mengangguk dan segera masuk kamar mandi. Setelah itu sholat subuh. Habis subuh pun aku langsung keluar kamar meninggalkan pak Zan yang masih bingung dengan sikapku.


Aku bersih-bersih rumah membantu mbak Ning meski di larang. Setelah pukul 07.00 WIB pagi semua sudah siap di meja makan.


Sarapan dengan tenang dan penuh cinta. Bahagia terpancar di wajah mereka. Penuh sayang dan kasih. Membuat ku rindu dengan ibu, Toni dan Laili.


"Mas Irul kamu pagi ini ada acara kemana? " tanya mamah.


"Itu mah, masih ada daftar ulang jadi nanti ada siswa-siswi datang ke rumah. Palingan tinggal dikit nanti"


"Ya wes kalau sudah selesai ajak jalan-jalan nak Tsania nya ya? biar gak bosen"


"Iya mah"


"Habis jalan-jalan mampir ke toko bunganya eyang ya Rul? "


"Loh, eyang punya toko bunga? "


"Punya dong, makanya nanti suruh Irul ajak ke sana yah? "


"Ok siap eyang"


Hari ini semua sudah berada dalam tugas masing-masing. Mamah dan papah seperti biasa berangkat kerja ke klinik dan Tafi ikut tes di Universitas Kedokteran. Dan Kafi bantu-bantu eyang di toko bunganya. Karena Kafi sudah kemarin sudah ikut tes di bidang Management.


Sedangkan aku merencanakan kejutan untuk pak Zan. Selama dia mengurus murid-murid nya nanti aku ingin membuat sesuatu di kamar untuk memberitahukan tentang kabar gembira ini. Semoga sukses nanti misi ku membuat pak Zan terkejut dan bahagia.


(Assalamu'alaikum...gimana kabar kalian semuanya? sehat kan?. **Maaf yah lama sekali up nya di karenakan ibu mertua author lagi sakit jadi harus fokus ngerawat nya dulu.. Dan alhamdulillah sekarang sudah mendingan.

__ADS_1


Jangan lupa ya like, komen dan vote. Terima kasih. 😘🤗🙏**)


__ADS_2