
Pagi hari yang indah dengan kicauan burung yang berasal dari pohon masa kecil ku tepatnya disamping jendela kamarku.pohon itu sangatlah tua terlihat dari kulitnya yang sudah mengelupas,tetapi dia tidak pernah berhenti berbuah ketika sedang musimnya.
Aku sering kali menatapnya sebentar sebelum menjalani rutinitas pagi ku seperti bersihin tempat tidur, mandi,gosok gigi,berpakaian ,makan dan berangkat sekolah.
sekarang aku siap untuk berangkat ,aku menciumi masing - masing kedua tangan orang tua ku.aku berangkat sekolah berdua dengan supir pribadi ku hadiah ulang tahun ke tujuh belas ku meskipun pada akhirnya aku tidak boleh mengendarai mobil ku sendiri.
"Bye - bye Mah ,Yah." melambaikan tangan.
"Iya sayang."aku hanya tersenyum untuk mengiyakan .
setelah sampai disekolah aku disambut doi ,aku langsung memerah dia membukakan pintuku dan menyerahkan tangannya padaku dia sangat romantis kan,meskipun dia tak pernah menyampaikan rasa sukanya padaku.
"Nggak biasanya kamu kesiangan Hana."
Aku langsung melepaskan tanganya.
"karena aku kelelahan kemarin jadi bangun ku agak terlambat."
"Ohh ya,Emang ada apa dengan kemarin."
tanya nya padaku .
"ituu..."
__ADS_1
Teetttttttt
Suara bel yang menghentikan pembicaraan kami,aku merasa beruntung dengan bel ini karna aku tak perlu repot memberikan alasan,sekarang aku hanya perlu pergi dari hadapannya.
"Dah Riyan,aku masuk dulu ya."
aku melambaikan tangan dan bergegas pergi dari nya hadapannya, tanpa melihat ekspresi diwajahnya.
Sekarang aku meletakkan tas ku di teras lapangan, ini cara sekolah kami mendisiplinkan anak murid sebelum masuk kelas ,kami melaksanakan upacara bendera terlebih dahulu.
Barisan kelas ku nomor dua dari barisan guru - guru sekolah ku,hingga bisa dijelaskan aku dan calon suami ku hanya terpisah satu jarak kelas dengannya mungkin sekarang dia melihatku dari sana dan menatap ku penuh keringat karna terik matahari ku rasa sangat panas hari,muka ku rasanya sekarang hampir terbakar,tetapi aku bukan lah murid yang suka beralasan sakit untuk menghadiri upacara ini.
"Hana panas ya?."tanya vera ,aku hanya mengangguk untuk menyetujui ucapannya.
Tak terasa upacara selesai,kami pun bergiliran masuk kedalam kelas masing - masing.
"Vera aku... ."
"Kenapa Hana."Dia menjawab tanpa melihat kearah ku.
"Nanti saja deh,takut bu guru datang.. ."
"Kamu ini kebiasaan,bicara tanpa menyelesaikan nya."
__ADS_1
"Hehe,Vera kita ke koperasi seberang sana yuk sebentar mau beli air es dulu."
Aku menariknya ke depan koperasi ,tetapi sebelum sampai disana kami berpapasan dengan guru matematika .
Vera menundukkan badannya dan menyapanya,ia hanya memberikan senyumnya sekilas dan menatap kearahku.
"Kamu ngapain Hana."Tanyanya padaku.
"Hana mau beli air Es pak."Sahut temanku cepat.
"Oh ya,mau aku bantu belikan ,sekarang koperasi nya kan rame,takutnya kamu nggak sempat beli keburu gurunya masuk."Jelasnya padaku.memang sih sekarang koperasi terlihat sangat ramai mungkin karena upacara tadi agak lama atau cuacanya hari ini yang sangat panas.
"nggak jadi pak,hana lupa tadi sudah dibawakan mama air."Elak ku padanya ,aku langsung menari tangan sahabat ku untuk menuju kelas.sepeninggalan kami dia tersenyum dan kembali mendekati koperasi.
"Hana kamu kenapa sih!katanya haus?."
"aku sudah tidak haus lagi Vera."
"Hana kamu kenapa,Kamu kesambet apa hari ini?."tanyanya bingung.
"Biasanya kamu menyapa guru,tetapi kenapa sekarang sikap mu berubah."
aku melepaskan tangan nya dari ku,dia mengerenyitkan alisnya menatapku heran ,dia merasa hari ini aku agak berbeda tak seperti dia kenal.
__ADS_1
"Karena seminggu lagi dia akan Menjadi suamiku Vera."jawabku yang membuatnya tertegun tak bisa berkata - kata.