My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
TENTANG FULAN


__ADS_3

Setelah terakhir Fulan melihat Arnold mengantar Tsania di pantai kala itu dia menjadi semakin dekat dan akrab dengan bundanya Arnold. Tanpa sepengetahuan Tsania dia sering ketemuan dengan Arnold dan orang tuanya.


Meski ada perasaan takut dan tidak enak pada Tsania karena merasa berkhianat padanya. Tapi awal mula alasannya Fulan mau menemui Arnold karena bunda yang menyuruhnya. Bunda mengajak bertemu karena ingin menyuruh Fulan mengajari Arnold belajar bela diri yang sempat ia pelajari dulu.


"Fulan? "


"Bunda? "


"Duh nggak nyangka bunda bisa ketemu sama kamu sayang" bunda memeluk Fulan dengan erat. Itulah bunda dengan mudah bisa akrab dengan siapapun karena keinginan dia untuk memiliki seorang anak cewek.


"Habis ngantar Tsania bunda"


"Sama kok"


Pertemuan di Jogja kala itu awal keakraban Fulan dengan keluarga Arnold. Hari demi hari Arnold sering bertemu dengan Fulan meski hanya sekedar membahas tentang turnamen pencak silat.


Bagi Arnold dulu turnamen pencak silat tak begitu ia sukai karena Tsania tak begitu menyukai perkelahian. Tapi sejak bertemu dengan Fulan nyala api itu berkobar lagi.


Nyaman ya perasaan itu tumbuh dengan sendirinya hingga Arnold memutuskan untuk pindah ke Indonesia. Kuliah dan pesantren, semua ia urus untuk kembali ke Indonesia demi Fulan sahabat mantannya yang diam-diam telah mengobati lukanya.


Malam itu malam pesta pernikahan Tsania dan pak Fauzan. Fulan tampak bahagia meski dia menahan rasa sakitnya. Hingga pagi sekali dia di larikan ke rumah sakit dan di ambil tindakan untuk segera di operasi agar tidak lebih parah lagi.


Semua keluarga baru saja tahu ternyata Fulan sudah lama mengidap miom tapi dia menyembunyikan itu semua. Dia tidak mau terlihat sakit karena dia lebih suka di bilang gadis periang, kuat dan pemberani.


Fulan menjalani operasi tanpa sepengetahuan Arnold. Arnold berangkat ke Mesir untuk mengurus semua urusan kepindahannya ke Indonesia lagi. Dan akan pulang ketika nanti pas pertandingan di mulai. Guru di Club turnamen pencak silat di tempat mereka mengirim empat orang untuk di pertandingan.


Untuk pria salah satunya Arnold dan wanita salah satunya juga Fulan. Tiga hari pasca operasi Fulan di geruduk i chat dari semua teman-teman sejawat di pencak silat termasuk Arnold tentang pertandingan.


Semua mengabarkan kalau di *club* mereka semua anggota yang di kirim kalah tinggal Arnold yang masih bertahan di pihak lelaki. Dan pihak panitia memberi waktu pada guru Fulan tiga hari ke depan jika tidak ada perwakilan lagi di anggap kalah.


📩"Fulan....??? kamu kemana? ini tinggal menunggu kamu. Kalau kamu nggak berangkat kita bakalan di anggap kalah" isi chat dari gurunya membuatnya semakin tidak enak.


Meski Fulan sudah di bawa pulang ke rumah tapi dia belum sembuh betul jahitan nya belum kering juga. Dia semakin gundah hingga malam itu Arnold dan bundanya menelpon.


📞"Assalamu'alaikum.... Fulan? " Fulan mengatur suaranya agar tidak terdengar seperti orang sakit.

__ADS_1


📞"Waalaikumsalam... Arnold? ada apa apa? "


📞"Hei... ada apa? semua orang mencari kamu. You okay?gue khawatir Lan" Fulan berusaha mencari alasan agar tidak mengecewakan Arnold.


📞"Sorry kemarin sedikit demam tapi sekarang baik-baik saja"


📞"Oh syukur lah... gue masuk babak final Lan, gue seneng banget. Lo kapan masuk? tinggal lo nih, Ini kan juga termasuk impian lo bisa menang dalam turnamen ini. Masak cuma karena demam kamu gak jadi ikut"


📞"Halo Fulan... " suara lembut di ujung telpon sana membuyarkan lamunan Fulan. Pikiran jauhnya terhenti.


📞"Iya bunda, maafin Fulan ya? gak sempat angkat atau balas chat bunda"


📞"Iya gak masalah sayang. Yang penting kamu baik-baik saja bunda khawatir kamu kenapa-kenapa. Oh iya kamu beneran nggak jadi ikut turnamen? sayang banget loh ini kesempatan emas buat kamu. Empat tahun kamu menunggu kesempatan ini kan? bukannya ini impian kamu? "


Fulan terhenti sejenak pikiran melayang. Bimbang antara kesehatan nya dan cita-citanya.


📞"Fulan? "


📞"Iya bunda Fulan ikut "


📞"Iya Nold"


Hingga tiga hari ini Fulan merenung tentang keputusan nya. Dia bercermin mengamati jahitan di perutnya. Hingga dia benar-benar yakin kalau dia bisa dan sudah sembuh.


Pagi itu tanpa sepengetahuan orang tuanya Fulan pergi ke turnamen itu. Karena kebetulan turnamen yang di adakan empat tahun sekali itu jatuh di kotanya. Hingga membuat nya mudah untuk ke sana. Semua menyambut nya bahagia termasuk Arnold dan bundanya.


"Lo pasti menang Lan" ucap Arnold yang sudah masuk grand final.


Kini Fulan bertanding tanpa hambatan. Dia menang masuk Final dan akhirnya masuk grand final. Selama bertanding tadi dia dengan lincah tanpa kena tendangan di perutnya dia bisa menghindar dengan lincahnya.


Pada pertandingan terakhir karena dia kelelahan perutnya terkena tendangan bertubi-tubi. Dengan bringas tim lawan menendangnya tanpa ampun. Panitia dan juri menyatakan tim lawan di diskualifikasi. Dan Fulan dinyatakan menang.


Tanpa tahu kemenangan nya Fulan sudah jatuh pingsan. Semua panik terlebih bunda dan Arnold. Fulan di larikan ke rumah sakit keadaan nya kritis. Orang tua Fulan kecewa dan sempat marah besar dengan Arnold saat mendengar kabar Fulan.


"Kamu ya yang sudah meracuni anak saya...!!! " bentak mamah Fulan pada Arnold yang masih memakai baju seragam pencak silat.

__ADS_1


"Mah, sabar mah, jangan marah-marah...ini di rumah sakit " bujuk papah Fulan.


"Tante, om sebelum nya saya minta maaf atas kejadian ini. Tapi saya berani sumpah saya tidak tahu tentang penyakit Fulan. Saya hanya mengajaknya. Karena kata dia impian terbesar nya adalah bisa juara dalam bidang pencak silat. Saya hanya berusaha mewujudkan impian nya tante om" lirih Arnold menjelaskan.


"Maafkan putra saya pak buk" tambah bunda yang sedari tadi juga panik melihat kondisi Fulan.


"Fulan seminggu yang lalu habis operasi karena penyakit miom" jelas papah Fulan.


"Astagfirullah... maaf om saya tidak tahu"


"Kalau anak saya kenapa-kenapa gimana? kalau nanti rahimnya bermasalah dan tidak bisa punya anak gimana? apa kamu bisa tanggung jawab... hah...!!! " bentak mamah Fulan.


"Saya akan bertanggung jawab tante, kalau di ijinkan saya akan menikahi anak om. Saya akan bahagia kan dia. InsyaAllah saya berjanji itu om"


"Sekarang juga bisa? " tantang mamah Fulan.


"Mah, jangan gitu pernikahan bukan di buat mainan" bujuk papah.


"Saya tidak main-main om saya serius ingin menikahi anak om dan tante.Nanti malam saya juga bisa menepati janji itu om tante. Dan besuk kalau Fulan sembuh saya akan mengurus semuanya di KUA. Saya memang masih kuliah om tapi saya sudah bekerja" jelas Arnold dengan lantang. Dan bunda menggenggam erat tangan Arnold.


"Siapa nama kamu nak" tanya papah yang lembut.


"Arnold Sebastian. Panggil saja Ar... "


"Tian... " sahut bunda. Arnold menoleh bundanya dan bunda hanya mengangguk tersenyum.


"Ok karena pernikahan itu sakral dan bukan bahan permainan. Saya tunggu janji kamu nanti setelah Fulan sembuh. Dan sekarang kita fokus dengan kesembuhan Fulan. Kita doakan yang terbaik untuk Fulan agar dia bisa kuat dan bisa melewati masa komanya"


"Aamiin... "


Semua menunggu di ruang tunggu melihat di pintu kaca Fulan di ruang ICU tak sadarkan diri. Lantunan doa tak henti-hentinya di kirim untuk kesembuhan Fulan.


Bangun Lan,.... batin Arnold.


Air mata Arnold menetes tanpa jeda.

__ADS_1


(Maaf ya teman-teman lama nggak up di karena kan author sakit demam. Tapi alhamdulillah sudah sembuh ini. Mohon dukungannya, like, vote dan komen. Terima kasih.... 🙏🙏🙏😘😘😘)


__ADS_2