My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
42. Aku cemburu


__ADS_3

...Hati ini terlalu rapuh hingga aku takut jika kamu tidak lagi menjadikan aku istimewa...


...🍂🍂🍂...


Zanna dan pak Ardi sudah berada di ruang kerja pak Ardi, seperti janji Zanna pada pak Ardi, dalam satu hari Zanna harus menyempatkan waktunya dua jam untuk belajar, waktu yang biasa Zanna gunakan untuk bekerja kini ia gunakan untuk belajar.


Tapi suasana di ruangan itu masih sama seperti tadi siang, bahkan pak Ardi jauh lebih dingin dari pada kemarin.


Pak Ardi dan Zanna duduk di bangku di antara meja, pak Ardi dengan laptopnya dan Zanna dengan buku tugasku, meskipun masih bersikap dingin tapi pak Ardi tetap menjawab pertanyaan Zanna saat Zanna tidak tahu beberapa hal di bab yang sedang dia pelajari.


"Pak!"


"Hmm!"


"Bapak marah ya sama aku?" tanya Zanna yang merasa sudah sangat tidak nyaman dengan keadaan ini.


"Itu tidak ada dalam materi kan? Lanjutkan belajarnya." ucap pak Ardi dingin membuat Zanna semakin kesal. Saat hatinya sudah melunak, malah sikap pria itu yang menjadi dingin.


"Pak," kali ini Zanna meninggikan suaranya membuat pria itu menatap ke arahnya,


"Pak Ardi ngahk adik sama Zanna. Kalau Zanna salah, harusnya pak Ardi katakan, bukan malah mendiamkan Zanna seperti ini." ucap Zanna begitu menggebu.


Hehhhh ....


Pak Ardi menghela nafas panjang,


"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu, aku minta maaf ya jika sikapku menyakitimu." sepertinya ia tengah menyadari kesalahannya, lagi pula rasa cemburunya tidak bisa ia bebankan pada Zanna.


Zanna mengangukkan kepalanya dan pak Ardi mengusap puncak kepala Zanna dengan lembut,


"Maaf, insyaallah aku tidak akan lagi mendiamkan Zanna. Aku akan membicarakan semuanya pada Zanna."


"Baiklah, sekarang Zanna siap mendengarkan." ucap Zanna sambil bersikap tegap seperti hendak memulai pelajaran.

__ADS_1


"Apa?" pak Ardi malah bingung.


"Ya jelasin pak, kenapa pak Ardi marah sama Zanna."


Ingin memendamnya saja, tapi ia terlanjur berjanji membuatnya tidak bisa mengelak lagi,


"Aku cemburu," ucapnya lirih membuat Zanna memiringkan kepalanya, ia sampai mendekatkan tubuhnya.


"Apa pak, nggak kedengeran."


"Aku cemburu," kali ini lebih tinggi nadanya membuat Zanna tercengang, ia sampai kembali duduk dan mengedipkan matanya berkali-kali mencoba mencerna ucapan pria dewasa itu.


"Maksud pak Ardi _?"


"Iya Zanna, aku cemburu saat kamu dekat-dekat sama Aska. Dia menyukai kamu."


Zanna malah tersenyum dengan memiringkan bibirnya tidak percaya, sebenarnya ia berusaha menahan agar tidak tersenyum tapi tidak bisa.


Mimpi apa aku semalam hingga pak Ardi mengatakan hal itu, batin Zanna masih tidak percaya.


Pak Ardi mengerutkan keningnya, "Maksudnya?"


"Ya gitu deh, pak Ardi cuma alasan aja pasti."


Tapi semua ucapan Zanna malah semakin membuat pak Ardi salah tingkah, ia memilih kembali fokus dengan pekerjaannya,


"Sudah jangan banyak bicara, nanti tugasnya malah nggak selesai."


Hal itu membuat Zanna berdecak kesal, meskipun terpaksa akhirnya ia menyetujuinya. Beruntung tinggal sedikit jadi mungkin sepuluh menit lagi selesai.


Benar saja, Zanna selesai lebih dulu tapi ia tidak berniat ke kamar lebih dulu, ia memilih menunggu pak Ardi.


"Kalau kamu ngantuk tidur dulu aja Na."

__ADS_1


"Nggak ah, nungguin pak Ardi aja."


"Baiklah, sebentar lagi selesai, kamu tidur aja di sofa nanti kalau sudah selesai aku bangunin."


Zanna pun menuruti permintaan suaminya, tapi baru saja hendak merebahkan tubuhnya tiba-tiba Zanna kembali duduk saat teringat sesuatu.


"Pak,"


"Hemmm?"


"Bapak tahu nggak kalau Luna nggak masuk sudah beberapa hari, tanpa keterangan lagi?"


Sebenarnya Zanna bertanya pada orang yang salah, tentu sudah pasti pak Ardi tahu karena dia seorang guru BP, kadang Zanna suka lupa kalau pak Ardi guru BP di sekolahnya. Kalau ada kelakuan menyimpang di sekolah, jelas pak Ardi yang tahu lebih dulu.


Tapi reaksinya tidak seperti yang di pikirkan oleh Zanna, pak Ardi menatap Zanna, sepertinya dia mau Zanna melanjutkan pertanyaannya.


Zanna yang mengerti pun melanjutkan ucapannya, "Katanya papa Luna tersandung kasus korupsi!"


"Ohhh,"


"Kok oh sih pak, tanya apa gitu loh pak."


"Memang aku harus tanya apa Na? Aku kan sudah tahu. Lagi pula itu bukan urusan kamu, biarlah orang-orang yang berkepentingan yang mengurusnya. Kamu tidur aja."


Sebenarnya Zanna kesal dengan respon itu, tapi harus bagaimana lagi memang harusnya kayak gitu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2