My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
SEMUA BERHAK BAHAGIA


__ADS_3

"Assalamualaikum...halo selamat siang sayang... " ucap bunda memasuki ruangan bersama ayah. Arnold segera turun dari ranjang menyambut ayah dan bundanya. Fulan memposisikan dirinya untuk duduk.


"Syukur puji Tuhan sayang kamu sudah baikan"


"Iya bunda alhamdulillah... " Fulan menyambut pelukan bunda. Dan bersalaman dengan ayah.


"Akhirnya keinginan ayah terwujud punya menantu yang bisa jagain Tian " ucap ayah.Ayah yang pendiam tiba-tiba bisa mengucap seperti itu karena dia tahu selama ini Arnold menderita.


"Jagain Tian ya nak Fulan, jadi istri yang baik dan sholehah... "


"Iya yah aamiin... "


"Tian yang harusnya jaga Fulan yah kan yang sakit Fulan bukan Tian " Arnold memeluk istrinya.


"Iya secara fisik kalau secara mental kamu yang sakit" ayah menunjuk kepala Arnold.


"Ih emang Tian gila apa..."


"Memang...gila cinta..oh ya nggak usah buru-buru punya anak biar kalian fokus kuliah dulu. Kalau kalian kepingin gendong bayi ini sudah ada nantinya" ayah mengelus perut bunda yang terlihat sudah membuncit.


"Cie yang mau punya anak lagi... " goda Arnold pada ayahnya.


"Hist kamu itu... " ayah mengibaskan tangannya ke muka anak nya itu.


"Iya-iya yah peace.... " Arnold mengacungkan dua jarinya.


"Mereka memang begitu nak Fulan sering berantem kalau ketemu, tapi kalau jauh-jauh an pada nyariin"


Fulan tersenyum.


"Bun boleh kan Fulan elus perut bunda? "


"Boleh sayang " bunda mendekat. Fulan mengelus perut ibu mertuanya itu dengan lembut. Air mata Fulan menetes dan bunda mengusapnya.


"Jangan sedih percaya saja nanti Tuhan bakalan nitipin bayi di perut kamu, semangat ya sayang. Bunda aja udah lama banget baru di kasih lagi ini"


Fulan terisak dan bunda memeluknya.


"Terima kasih ya bun"


"Assalamu'alaikum... !! "


"Waalaikumsalam.. " semua tersentak mendengar salam dari arah pintu.


"Tsania....!!! " Fulan berteriak histeris saking rindunya.


"Fulan... " aku sedikit berlari menghampiri sahabatku itu.


"Jahatnya lo ya nggak ngasih kabar gue"


"Maafin gue ya Tsan.... " Fulan menangis di pelukanku.


"Gue yang harusnya minta maaf, sahabat macam apa ini nggak tahu sahabat nya terbaring sakit. Hiks... hiks... "

__ADS_1


Pak Zan langsung bersalaman dengan bunda, ayah dan Arnold.


"Padahal kemarin gue mau ngasih kabar lo bahagia malahan lo sakit, cepat sembuh ya? jagoan harus kuat" ucap ku melepas pelukan Fulan.


"Bun... " aku bersalaman dengan bunda dan bunda menyambut memeluknya. Entah ada getaran apa membuat bunda terisak tangis jantungnya berdebar lebih kencang.


"Maafin bunda sayang" bisik bunda yang terdengar samar sekali.


Ku elus punggung bunda dan ku bisikkan padanya.


"Nggak apa bund, Arnold berhak bahagia dan ini pilihan yang tepat"


"Makasih sayang" bunda melepaskan pelukannya.


Aku menghampiri ayah dan Arnold bergantian salaman dan Arnold menatap ku sendu ku tundukkan pandanganku. Aku tahu suasana ruangan ini menjadi tegang. Aku segera mendekat pada Fulan lagi.


"Fulan, bunda, ayah dan Arnold sebelum nya Tsania minta maaf datang di saat yang tidak tepat seperti ini. Dan maaf sekali Tsania tidak sengaja mendengar percakapan kalian. Teruntuk kamu sahabatku tercinta kamu jangan merasa bersalah ya? jika Arnold sudah memilihmu berarti dia sudah mencintai mu. Jangan ragu dia lelaki baik dan gue sudah bahagia dengan pak Zan jadi jangan mikirin gue lagi" ku hembuskan nafasku perlahan menggenggam tangan Fulan erat.


"Dan untuk kamu Arnold, saya sungguh sangat berterima kasih karena kamu sudah tepat pada pilihanmu yaitu Fulan, dia adalah sahabat terbaikku, dia wanita yang sangat baik jaga dia ya? dan saya nggak masalah tentang hubungan kalian karena saya sudah bahagia dengan kehidupan saya. Untuk ayah dan bunda selamat ya keinginan kalian sudah terwujud memiliki seorang menantu yang sangat luar biasa ini" ku tatap wajah Fulan dan Fulan meneteskan air matanya.


"Tsania....!!! " Fulan memelukku dengan erat.


"Terima kasih ya Tsan... " Fulan mengelus punggung ku.


"Kamu berhak bahagia sayang, kamu sudah menanti selama ini kan? cinta sejati dan ini cinta sejatimu sakinah, mawwadah dan warrahmah. Dan cepat sembuh semoga cepat di beri amanah dalam rahim kamu ya? "


"Aamiin... "


Seketika keadaan sudah kembali tenang dan guratan bahagia mulai terpancar di wajah semua yang ada di ruangan ini. Aku sudah ikhlas dengan Arnold meski baru belajar karena sejatinya Arnold adalah orang pertama yang mengisi hatiku.


Pak Zan duduk di sofa bersama Arnold dan ayah ngobrol panjang lebar dan aku duduk di sebelah Fulan bersama bunda tak kalah seru juga bercanda ria


"Oh ya Lan, bun sampai lupa Tsania mau ngasih tahu kabar gembira "


"Apa tu? "


"Gue hamil Lan? "


"Oh ya? alhamdulillah deh... gue jadi ikut seneng "


"Udah berapa bulan sayang?"


"Baru dua bulan bun"


"Bunda udah empat bulan nih"


"Wuah alhamdulillah bunda beneran hamil nih? akhirnya selah sekian lama ya bun? " ku elus perut bunda yang sudah lebih besar dari perutku. Dan bisa-bisanya aku nggak ngeh kalau bunda hamil dasar aku....


"Sehat-sehat ya sayang biar kita bisa lahiran normal " bunda gantian mengelus perutku.


Ku lirih Fulan yang mengusap air matanya.


"Lan, nggak usah sedih ya? percaya saja kamu bakalan secepatnya dikasih kepercayaan sama Allah" ku genggam erat tangannya yang sudah dingin itu.

__ADS_1


"Iya sayang, jangan dengerin omongan ayah ya? kalau kamu mau cepetan punya anak gak apa kok sayang nanti kalau kamu kuliah bisa di titipin ke bunda. Bunda bakalan resign dari kantor kok kalau sudah lahiran bunda mau fokus ngurusi si dedek. Masalah di kantor biar ayah yang ngurusi semua"


"Tuh dengerin bunda, jangan khawatir ya? lo harus cepetan sembuh biar nanti kita bulan madu bareng. Kita punya anak bareng" ku genggam erat tangan nya Fulan lagi menyakinkan dia yang sedikit down.


Fulan tersenyum ada guratan harapan indah di wajahnya, matanya tersorot semangat yang menyala. Dia sahabat terbaik ku yang selalu ada di saat suka duka. Kita selalu bersama dari sedih, terluka dan kini aku sudah bahagia diapun juga wajib bahagia. Sudah saatnya kita bangkit dari masa lalu menata masa depan yang cerah membuang segala ego, amarah dan kecewa sudah saatnya kita bahagia.


Bunda menyatukan tanganku dan Fulan dia menggenggam erat tanganku dan Fulan.


"Nak Tsania, nak Fulan bunda harap kalian akan terus bersama ya? sampai maut memisahkan. Kalian di satukan dengan kasih sayang dan jangan sampai gara-gara cinta pula kalian berpisah"


"Iya bun... " aku dan Fulan memeluk bunda dengan erat.


"Ehem.... " ku toleh pada sumber suara ada Arnold, ayah dan pak Zan.


"Sudah ya teletubis nya... " goda Arnold.


"Ih kamu ya merusak suasana... " gerutu Fulan.


"Kita pulang ya sayang? kamu harus istirahat kasihan bayi kamu juga perlu istirahat. Fulan juga biar istirahat biar bisa cepat pulih" bujuk pak Zan.


"Iya kak"


Aku dan pak Zan segera berpamitan dengan ayah, bunda, Arnold dan Fulan. Aku keluar ruangan dengan perasaan lega. Ku tatap wajah pak Zan yang begitu mempesona kan ku.


Terima kasih ya kak? sudah sabar dan tulus banget sama Tsania, Tsania janji akan terus menjaga cinta dan martabat kakak. I love you kak. Tsania.


"Hist, kalau jalan itu ke depan nanti bisa jatuh" oceh pak Zan yang tanpa menoleh seperti ada CCTV pada tubuhnya yang tahu gerak gerik ku.


"Ih kakak.... " ku pukul pelan lengannya.


"Hehehe.... habis kamu lihatin kakak terus kayak mau di ambil orang aja... "


"Hist jangan donk... " ku peluk lengannya dengan erat.


"Lagian kakak juga gak bakalan mau kok pergi atau lari dari bidadari yang sholehah ini" pak Zan menarik tangannya yang ku peluk erat bergantian memelukku dari samping dan di akhiri dengan kecupan lembut di kening. Dia tersenyum menatapku.


"I love you to istriku tercinta... "


"Hah?... " ku tutup mulutku karena kaget pak Zan bisa tahu isi hatiku.


"Kita pulang ya istirahat... " pak Zan terus menggandeng ku menuju arah parkiran depan rumah sakit tanpa menjelaskan rasa penasaran ku.


Ya sudahlah yang penting kita sudah bahagia.... 🥰🤗


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya pembacaku semua, author sudah lama nggak up soalnya lagi fokus isolasi mandiri lagi demam jadi nggak bisa fokus mau up novelnya. Alhamdulillah sekarang sudah sehat dan bisa beraktivitas kembali. Terima kasih ya atas dukungan kalian semoga Allah membalas kebaikan kalian. Jangan lupa vote, like dan komen. Oh iya jangan lupa baca novel ku yang lainnya. Aku ingin bahagia dan menjadi istri ke dua. Terima kasih banyak... 🥰🤗😘😘😘


__ADS_2