My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
43. Jantungku mau meledak


__ADS_3

...Tanpa sadar perlahan rasa itu menyusup seperti angin, bahkan jika aku hanya punya celah yang sempit, dia bahkan lebih besar masuk meskipun tanpa mengetuk...


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Pak Ardi kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Zanna memilih merebahkan tubuhnya di sofa.


Sepetinya yang tengah dikerjakan pak Ardi bukan pekerjaan di sekolah.


Zanna sempat melihat ada beberapa berkas yang bukan tentang sekolah, tentang pemasaran produk, kayaknya rekap bulanan sebuah toko.


Walaupun begitu Zanna tidak mau kepo terlalu banyak, lagi pula itu bukan urusannya. Cukup baginya pak Ardi memberinya uang jajan yang cukup setiap hari, ia juga bertanggung jawab terhadap pengobatan ayahnya yang semakin hari juga semakin baik. Bahkan kemarin ia sempat mendengar obrolan mamanya pak Ardi dan ibunya jika ayahnya sudah sadar dan bisa di ajak bicara.


Ingin sekali rasanya segera menjenguk sang ayah, tapi pak Ardi akan mengantarnya saat libur sekolah.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, aku Ardi kembali menatap buku-buku Zanna yang masih berserakan di atas meja.


Zanna memang bukan anak yang suka rapi, ia lebih suka grusa-grusu.


Hehhhh ....


Pak Ardi menghela nafas dalam dan mengambil tas milik Zanna yang ada di kursi. Ia harus belajar banyak sabar karena menikahi gadis seusia Zanna yang masih suka labil.


Pak Ardi mengeluarkan buku-buku pelajaran hari ini dan merapikan buku-buku itu di rak. Kemudian memasukkan buku-buku pelajaran besok ke dalam tas baru Zanna, entah sejak kapan pak Ardi mengganti tas butut Zanna dengan tas baru. Zanna bahkan tidak menyadarinya, atau mungkin dia menyadarinya tapi memilih diam karena Zanna bukan orang yang mudah mengutarakan perasaanya.


Setelah menyelesaikannya ia kembali menatap ke arah istri kecilnya, rupanya Zanna sudah tertidur pulas di sofa dalam posisi yang tidak nyaman.


Ia pun perlahan mendekati Zanna dan berdiri tepat di depan wajah Zanna, perlahan ia jongkok dan mengamati wajah itu.


Tidak pernah sebelumnya terpikirkan untuk jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi karena rasa tanggung jawabnya itu. Ia pikir ia Kana menikah selama satu atau dua tahun saja dan memikirkan untuk bercerai, tapi semejak iaa mengucapkan ijab Qabul di depan penghulu, pikirannya berubah. Ia ingin menjadi imam yang baik bagi Zanna hingga maut memisahkan mereka.


Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Zanna, cukup lama bibirnya berdiam di sana hingga ia kembali menjauhkanya.


Ingin rasanya lebih dari itu, rapi ia takut tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menyentuh wanita di depannya itu. Ia tahu itu tidak salah karena mereka sudah halal di mata hukum dan agama tapi Zanna masih sekolah, membuatnya berpikir ulang.


Pak ardi pun segera mengangkat tubuh Zanna dan membawanya ke kamar. Menidurkannya di tempat tidur.


Ingin rasanya tidur di samping Zanna hanya saja ia takut tidak bisa menggendalikan dirinya, ia memilih tidur di lantai dengan menggelar karpet.


***


Azan subuh berkumandang, tidak biasanya pak Ardi bangun kesiangan hingga ia melewatkan azan subuh.


Terpaksa ia pun sholat di rumah setelah membangunkan Zanna.


"Zanna, bangun sudah subuh."


Sebenarnya tidak keras Panggilan pak Ardi tapi berhasil membuat Zanna bangun dengan cepat.


"Sudah lewat banyak ya pak,"


"Belum."

__ADS_1


"Ya udah, Zanna ke kamar mandi dulu." Zanna pun bergegas turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam.


Ceklek


Pak Ardi membuka pintu, saat Zanna sudah duduk di atas sajadah.


"Tunggu aku." ucap pak Ardi, tapi bukan ucapan pak Ardi yang membuat zanna terpaku.


Matak Zanna sungguh tidak mampu beralih dari pria yang terlibat begitu tampan, wajahnya segar dan tenang, rambutnya yang sedikit basah menetes ke pelipisnya. Baju Koko yang belum benar-benar di kancingkan dengan kaos dalam ketatnya, sarung melilit kaki hingga pinggangnya.


Ya Allah ...., Kenapa pak Ardi tampan sekali ...., Boleh tidak aku jatuh cinta sama dia?


"Sudah siap?"


Pertanyaan pak Ardi lagi-lagi menyadarkan Zanna, rupanya pak Ardi sudah berdiri di depannya, tepatnya di sajadah yang sejak kapan di gelar di depannya.


"Iya pak."


โ€‚Perut Zanna tiba-tiba rasanya sepeti bergetar saat menatap punggung pak Ardi. Jantung Zanna rasanya bergetar hebat saat ini, membuatnya tidak fokus bahkan rasa kantuknya tiba-tiba hilang berganti dengan perasaan aneh itu. Dengan cepat Zanna menundukkan pandangannya agar tidak terus memikirkan pak Ardi selama sholat.


Hehhh


Zanna menghela nafas panjang, berharap bisa sedikit mengurangi rasa deg degannya.


Pak Ardi mulai diam dan di iringi dengan ucapan takbir, dan Zanna pun mulai mengikutinya.


Tapi maaf ya Allah, kali ini aku benar-benar tidak bisa konsentrasi, pikiranku terus saja tertuju pada makhluk-Mu yang sekarang sedang berdiri di depanku ini. Dia makluk-Mu yang sangat sempurna. Dosakah aku bila berharap banyak padanya? Aku takut tidak bisa mengendalikannya lagi.


Sepanjang sholat Zanna terus mengadu pada Allah, bahkan sampai sama sekali tidak memperhatikan tempat sujudnya.


Assalamualaikum warahmatullah


Assalamualaikum warahmatullah


Pak Ardi mengangkat kedua tangannya dan menakupkannya di depan dada dan mulai membacakan doa, ada sebaik doa yang selalu pak Ardi baca setiap kali kami melakukan sholat berjama'ah.


ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ููŠุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ููŠ ูููŠู‘ูŽุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง , ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ูŽุง ู…ูู†ู‘ููŠุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ู…ูŽุนู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฌูŽู…ูŽุนู’ุชูŽ ูููŠ ุฎูŽูŠู’ุฑู , ูˆูŽููŽุฑู‘ูู‚ู’ย 


ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ููŽุฑู‘ูŽู‚ู’ุชูŽ ูููŠ ุฎูŽูŠู’ุฑู


โ€œYa Allah, berkahilah aku dalam keluargaku (istriku), dan berkahilah untuk istriku dalam diriku. Ya Allah, berilah aku rezeki darinya dan berilah dia rezeki dariku. Ya Allah, kumpulkan di antara kami selama engkau kumpulkan dalam kebaikan, dan pisahkan di antara kami jika engkau memisahkan dalam kebaikan.โ€


Doa yang indah yang selalu ingin Zanna dengar dan selalu Zanna dengar setiap kali mereka sholat berjamaah.


Dan kemudian pak Ardi mengulurkan tangannya setelah selesai membaca doa.


Dengan bergetar Zanna menyambut tangan pak Ardi dan mencium punggung tangannya itu.


Cup


Sebuah kecupan selalu mendarat di kening Zanna lengkap dengan doa. Perasaan hangat langsung menjalar ke seluruh tubuh Zanna, rasanya tidak ingin melepaskan tangan itu. Zanna terus menggenggamnya.

__ADS_1


"Zanna, kamu tidak pa pa?"


Zanna mendongakkan kepalanya dan menatap wajah sejuk itu,


"Tidak pa pa pak, hanya saja dadaku!" ucap Zanna sambil memegangi letak jantungnya.


"Kenapa? Kamu sesak?"


Pek Ardi terlihat begitu panik, ia menarik tangannya dan menempelkannya ke dada Zanna.


"Bagaimana rasanya, apa susah nafas?" tanya pak Ardi dengan tangan yang masih menempel di dada Zanna.


"Iya pak, rasanya seperti mau meledak."


Pak Ardi terdiam, Zanna pun juga begitu.


"Sejak kapan sakitnya?" tanya pak Ardi lagi.


"Sejak_, sejak pak Ardi masuk tadi, sebelum sholat."


"Apa rasanya seperti habis lari maraton?"


"Iya,"


"Apa karena melihatku?"


"Iya," jawab Zanna pasrah.


"Emmmmm, aku tahu jawabannya." ucap pak Ardi sambil menaggut-manguutkan kepalanya.


"Apa?" tanya Zanna penasaran hingga mata mereka saling bertemu. Tapi segera Zanna sadar jika saat ini tangan pak Ardi berada di mana, dan pak Ardi pun sepertinya juga mulai menyadarinya dan mereka pun saling menatap tidak percaya.


Pak Ardi dengan cepat menarik tangannya, "Lain kali jangan lakukan ini lagi ya!"


Pak Ardi segera berdiri dan meninggalkan Zanna, ia keluar dari kamar.


โ€‚Zanna tidak peduli dan tidak ingin tahu lagi apa yang di lakukan di luar sana, yang jelas saat ini Zanna hanya bisa guling-guling seperti orang gila dan mengutuki kebodohannya.


"Aaaaaaa ..., Bodoh bodoh ...., Bisa-bisanya aku lakukan itu, dia kan ..., Maksudku pak Ardi seorang pria!"


"Bodoh ...., Bodoh ....., Bodoh ....!"


Zanna beberapa kali menungging dan memukul lantai yang tidak salah apa-apa hingga beberapa kali hingga sajadah dan mukenanya sudah lepas entah ke mana.


Bersambung


Maaf ya teman-teman, lama sekali nggak up, sebenarnya pengen banget bisa up tiap hari tapi apa daya di musim kayak gini tiba-tiba tubuh drop, trus di tambah pekerjaan di dunia nyata benar-benar padat kalau bulan Agustus, tapi insyaallah bakal aku usahain buat up ya teman-teman, terimakasih sudah setiap menunggu up nya, I love you all โ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


__ADS_2