
"Teman-teman kamu udah pulang sayang?"
"Baru aja pamit Mas, kamu tumben hari ini baik banget, dapat salam tuh dari Sihabi cs."
"Sihabi siapa yank?" tanyanya mengerutkan dahinya.
"Sinta, Bila, Hanum, mereka ngucapin terimakasih, terus katanya, salam ya buat Dogan, dingin-dingin menghanyutkan. Hahaha," celoteh Disya panjang lebar.
Sky sendiri menanggapi dengan datar. "Waalaikumsalam," jawab pria itu menerima salam dari sahabat istrinya.
"Ih ... jaim banget, jawabnya cuma gitu doang, komen kek atau apa? Sahabat-sahabat aku tuh orang nya asik, rame."
"Komen apa? Bagiku tidak ada topik yang menarik selain tentang dirimu," ucap pria itu menatap Disya dalam.
Disya yang masih cengengesan pun kontras langsung terdiam, tertegun mendengar pernyataan suaminya.
"Kamu manis banget si Mas, lama-lama aku bisa diabetes kalau gini caranya," kata perempuan itu seraya menangkup pipi Sky dengan gemas.
Sky menggenggam tangan Disya yang menggantung di pipi, pria itu membawa dalam genggaman dan meletakkannya pada dadanya.
"Sya ... serius sayang, rasakan lebih dalam, jantung aku di penuhi dengan detakan namamu?" ucap Sky dalam.
Disya tersenyum, hatinya menghangat seketika mendengar pengakuan suaminya yang begitu besar mencintainya.
"Makasih, selalu mencintaiku, dan mencintaiku. Ingatkan aku untuk selalu bertahan jika suatu saat hatiku mulai goyah," ujarnya tersanjung.
Sky kembali membawa tangan Disya dalam genggaman, dan menciuminya dengan sayang.
"Mas, berarti kalau besok-besok ajak mereka main lagi boleh dong ya?" Sekilas mereka merubah posisi, Sky yang menopang tubuhnya di papan ranjang, merengkuh istrinya dalam dekapan.
__ADS_1
"Boleh, tapi jangan sering-sering juga, nanti waktu kita berdua jadi semakin jarang, aku nggak mau loh ya, apalagi minggu ini, nggak boleh kalau buat sekedar main-main aja, libur menjelang UAS kan dimaksudkan agar untuk fokus belajar, bukan untuk klayapan."
"Hmmm, iya Mas, ngerti kok," ujar Disya mengikuti Sky yang menyender di headboard, kepalanya ia senderkan di bahu suaminya. Tangan kanan perempuan itu ia melingkar di perut suaminya, memeluk dengan sayang.
"Besok ... aku ada reunian gitu, sebenarnya nggak begitu tertarik untuk berangkat, tapi ... nggak enak, udah lama juga nggak ketemu, kamu ikut ya? Sekalian aku mau kenalin kamu sama temen-temen aku," tuturnya. Matanya melirik Disya dalam dekapan, tangan pria itu mengusap lengan Disya dengan lembut.
"Malu lah Mas, diantara temen-temen kamu, entar kamu cuekin aku lagi, akunya yang gigit jari."
"Nggak mungkin lah aku gitu, pengen aja ngajakin kamu, tapi ... kalau nggak mau ikut ya nggak pa-paa sih, senyamannya kamu aja," ujarnya ngalah, mencium puncak kepala istrinya yang menyandar di dadanya.
Seketika Disya berpikir, reunian itu sudah pasti banyak cewek-cewek yang datang, dan di situ ada Mona juga, seketika gadis itu langsung awas dan memilih untuk ikut tawaran tersebut.
"Aku mau ikut aja Mas," jawabnya semangat, sedikit mendongak dan mengurai pelukan manjanya, ia tersenyum simpul.
"Beneran ya, tapi kalau aku agak lama nggak boleh bosan loh ya?"
"Pengen tahu aja, siapa aja sih temen-temen SMA kamu dulu, pasti seru ya, jadi pengen juga ngadain reunian SMA." Disya mendadak melamun dengan pemikirannya.
"Bentar Mas, aku mau gosok gigi dulu," ujar perempuan itu bangkit dari ranjang.
Sky melepas dekapan, menyorot punggung istrinya yang berjalan menuju kamar mandi. Rupanya setelah dari kamar mandi Disya tidak langsung menyusul ke ranjang, perempuan itu lebih dulu mengganti pakaiannya dan bersolek di depan cermin, memberikan sentuhan sayang dengan merawat wajahnya.
Sky sendiri memperhatikan secara seksama dari atas ranjang. Dirinya bahkan menanti dengan sabar, rasa kantuk yang sudah mulai menyerang mendadak hilang setelah Disya menghampiri ke atas ranjang dan menyambar bibir suaminya, dengan maksud ucapan selamat malam.
"Selamat tidur Mas, selamat beristirahat," ucapnya tanpa dosa setelah melakukan serangan bulan.
"Disky ... kamu membangunkan sesuatu yang di bawah sana sayang?" ujar pria itu membuka matanya dengan lebar.
Disya tersenyum geli, "Dasar pria, cuma di kecup doang nyetrum, tidur sayang tidur ..."
__ADS_1
"Susah move on kalau udah kaya gini, tanggung jawab ya?" pintanya mengangguk memelas.
Disya tersenyum lagi, kali ini lebih ngekek, Sky yang gemas pun langsung mengikis jarak, menubruknya tanpa ampun, membekap mulutnya yang tertawa tanpa dosa itu dengan bibirnya. Kalau sudah begini sudah pasti pasangan halal itu menghabiskan malam indahnya dengan begadang ria.
Keesokan paginya, Sky terjaga lebih dulu, ia langsung menyapa istrinya dengan wajah berseri. "Pagi ... sayang, bangun ...!!" Sky menghujani ciuman di pipi Disya.
"Udah pagi? Kok cepet banget matahari menyapa, perasaan aku baru aja tidur," ucap perempuan itu sambil merapatkan kembali selimutnya. Disya masih ngantuk, semalam mereka begadang hampir di sepertiga malam.
"Kalau nggak mau bangun, aku gendong ya, terus aku bawa ke kamar mandi, aku mandiin sekalian," ancamnya seraya bersiap.
Disya yang masih asyik bergelung di bawah selimut, langsung membuka matanya dengan lebar, jangan sampai suaminya itu membawa dirinya ke kamar mandi.
"Eh, Mas. Iya aku bangun, kamu manis sekali ... pagi-pagi mau mandiin aku segala, tapi lebih manis kalau jangan gangguin aku tidur, sumpah aku capek banget tubuhku remuk," keluhnya kembali memposisikan tubuhnya dengan rasa nyaman.
"Hmmm, minta serangan fajar nih kayaknya, aku sih masih ready," ucap pria itu mulai melemaskan ototnya. Sky sendiri masih bertelanjang dada dengan Disya yang polos di bawah selimut sudah pasti akan ada season yang ke dua.
"Bangun nggak, bangun nggak?" Sky melancarkan aksinya, menciumi tengkuk istrinya dengan gemas.
"Astaghfirullah ... Mas! Minggir ... ikh ... jail banget sih!" gerutunya kesal, suaminya benar-benar tidak memahami tubuh istrinya yang merasa perlu beristirahat.
"Bukan gitu sayang ... tapi sekarang tuh udah hampir jam setengah sembilan, dan hari ini udah janji nemenin aku buat datang ke reunian, jadi ... kalau nggak pingin berakhir tidak bisa jalan ya sekarang harus bangun," ujar Sky menatap gemas istrinya yang memasang wajah cemberut.
Disya langsung bangkit dari kasur, menyipitkan matanya dengan muka malas dan galau. Ingin sekali tidak ikut tapi merasa khawatir juga suaminya bertemu dengan Mon, si ular keket.
"Gendong ..." celetuknya di bawah rasa malas, matanya sayup-sayup manja, satu tangan menahan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos sedang tangan lainya menjulur minta di raih dalam dekapan.
Sky langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi, sedang Disya sendiri menyembunyikan wajahnya di dada suaminya sepanjang perjalanan dalam gendongan. Rasanya malu, tapi malas berjalan, bodo' amat lah suami sendiri nggak dosa juga kan minta di gendong. Eh, kenapa kalian yang baca menghayati sekaleee, jangan mikir mereka di kamar mandi ngapain aja ya? Mereka beneran mandi kok, soalnya kalau nakal lagi mau di getok pakai gayung kepala suaminya.
Oke, oke kembali ke topik!
__ADS_1
Sky merampungkan ritual mandinya dengan cepat, tidak tahan lama-lama berada di dalam kamar mandi dengan istrinya tanpa aktivitas yang berarti, dari pada tersiksa jiwa dan raga, laki-laki itu segera minggat dan membiarkan istrinya mandi dengan ceria.