
Tepat pukul setengah delapan selepas jamaah isya, semua mahasiswa peserta kemah bakti mahasiswa wajib mengikuti acara penutupan, yang akan berlangsung malam ini. Perpisahan singkat yang berkesan telah di persiapkan panitia untuk acara malam ini.
Komandan Bisma Maulana Ikhsan Kamil, dengan semangat empat lima sudah berdiri di antara segerombolan manusia yang menanti jalannya penutupan acara.
"Perhatian, untuk semua mahasiswa yang masih di dalam tenda silahkan ke luar dan ikut bergabung, bagi yang masih makan malam atau belum mengambil jatah makan malam silahkan mengambil di depan tenda panitia."
"Sya, woi... panitia bukan sih, malas amad. Itu si Bisma udah bengok-bengok," seru Hanum.
Disya dan Hanum baru ke luar dari tenda setelah lapangan terasa padat. Acara di pandu oleh Bisma dan Faro, ke duanya nampak kompak berganti menyapa.
"Selamat malam teman-teman...! Masih semangat!!" seru Bisma dan Faro.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh... salam sejahtera untuk semua yang hadir......
Acara penutupan dihadiri oleh kepala Desa setempat, kepala Dusun, wakil Dosen pendamping Fakultas Ekonomi dan semua mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut.
Sambutan demi sambutan diberikan kepada semua yang hadir, sepatah demi sepatah kata sebagai pengantar penutup yang akan memperlancar jalannya acara malam ini.
Bapak Kepala Desa setempat mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa universitas kami, atas kepedulian terhadap sebagian warganya.
"Terimakasih Pak, atas waktunya bisa hadir di tengah-tengah kami. Saya selaku ketua panitia mewakili rekan-rekan dan semua mahasiswa yang terlibat mengucapkan banyak terimakasih, sudah berkenan menjembatani, menyediakan tempat untuk di jadikan petualangan yang singkat namun cukup berkesan, dan mohon maaf apabila salah satu dari kami atau kehadiran kami ada yang kurang berkenan di hati masyarakat," pungkas Bisma.
Sambutan masih berlanjut, Dosen pendamping Daharyadika Ausky mengapresiasi dan merasa senang dengan kekompakan mahasiswanya.
"Alhamdulillah saya sangat senang dengan baksos ini, karena melatih mahasiswa memiliki jiwa filantropi," pungkasnya.
"Ada lagi yang mau memberikan sepatah dua patah, ayo dong perwakilan dari panitia cewe, pesan dan kesannya!" seru Bisma seraya menyapu pandangan ke sepenjuru audiens.
"Disya Anggita mungkin, dari pada ngelamun ayo ah maju ke depan."
Disya yang tengah berdiri di antara teman-temannya pun langsung mendongak dan menatap ke sumber suara.
Dasar Bisma!
Perempuan itu melangkah maju dengan gontai, setelah mengucapkan salam, Disya selaku panitia acara berharap kegiatan ini bermanfaat bagi semuanya dan semoga jalinan silaturahmi yang di bangun dapat berlangsung dengan baik.
"Jadikanlah baksos ini sebagai wadah untuk belajar dan berproses agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, dan benar-benar mensejahterakan masyarakat melalui bantuan sandang, pangan, dan papan. Semoga di lain kesempatan, bisa kerja sama kembali sehingga jalinan silaturahim tidak terhenti pada acara ini," ujarnya dengan senang.
Acara berlangsung dengan khidmad. Selanjutnya di pilih pemenang atau jabatan kepada peserta sebagai putra dan putri KBS (Kegiatan Bakti Sosial).
"Selamat bagi yang terpilih menjadi Putra dan Putri KBS semoga kedepannya semakin semangat lagi dalam acara atau kegiatan yang serupa," ujar Faro.
Beberapa kali mata Disya bertemu dengan netra Sky, seperti biasa tatapan pria itu bak elang mengawasi mangsanya, kadang bikin Disya jengah dan seringnya membuat salting. Maka dari itu, mending Disya mengalihkan pandangan kearah lain.
"Oke gaess... untuk acara selanjutnya kita kembalikan lagi kepada komandan kita yang kece baday, siapa lagi kalau bukan Bisma Kamil, waktu dan tempat di lanjut...!"
"Oke teman-teman kita sudah di penghujung acara, saatnya bersantai, boleh sambil ngobrol, boleh sambil makan barang kali ada yang belum mengambil jatah makan malam. Alhamdulillah setelah melalui tiga hari yang luar biasa dan ini adalah malam terakhir kemah kita di bogor, pastinya berkesan ya gaes... berkesan nggak woi...!!??"
"Dua kata, cukup berkesan! Yes... lanjut untuk acara santainya kita bakalan nyalain api unggun ya, biar malam yang dingin ini bertambah hangat dan semangat."
__ADS_1
Suara tepuk tangan semangat dan keceriaan nampak tergambar jelas di hati para mahasiswa. Api unggun sudah di nyalakan dan kami larut bagai terhipnotis alunan lagu dengan petikan gitar yang di iringi puisi yang mendayu.
"Ayo siapa saja boleh menyumbangkan suara emasnya, tunjukkan kebolehan mu, ayo ah perwakilan dari adik-adik mungkin gantian selain puisi boleh bernyanyi mau genre apa saja bebas, dangdut, pop, yang penting berani dulu dan maju, entar hadiahnya liburan ke bali dengan akomodasi biaya sendiri. Hahaha."
"Oke untuk lagu pertama, dari saya sendiri aja lah dengerin ya gaes... lagu ini spesial buat seseorang." Bisma bersiap dengan gitarnya.
.
Padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki
Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku
Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati
Slalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau mau
Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Di balik topeng persahabatan yang palsu
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
...(Cakra Khan_Kekasih bayangan)...
"Wah... sepertinya lagunya mengisahkan pengalaman pribadi nih... Kira-kira siapa ya kekasih bayangan dari bro Bisma," celoteh Faro.
"Nah... lo, itu si Bila jangan-jangan yang di maksud Bisma," sindir Hanum.
"Bisa jadi sih," jawab Disya.
"Nggak mungkin, dia tuh tipe cowo yang care sama siapa aja, lagian sih ya kalau dia suka sama gue kenapa nggak ngomong langsung, chat aja jarang," tutur Bila.
"Ya makanya lo tuh jangan ketus-ketus sama dia, ntar jatuh cinta nyesek, eh nyesel."
Suara alunan nada cinta mendayu-dayu mengusik telinga para pendengar. Di temani tabuhan yang di bawakan dengan lincah membuat alunan dangdut yang tengah mengalun semarak menghangatkan suasana.
"Sya," Bila menoel lengan Disya. "Lo lihat deh, laki lo lagi asyik banget bercengkrama dengan Bu Mega, ngobrol apaan ya? Kayaknya asyik banget," ujar Bila mengamati Dosen nya yang duduk di sebrang depan.
Disya lantas mengikuti arah pandang Sky, benar saja cowo itu tengah asyik tertawa, padahal baru beberapa jam yang lalu pria itu terlihat begitu marah, dan sekarang terlihat sangat berbeda.
"Disya Anggita!!!" panggil Bisma menyeru. Namun karena tengah fokus mengamati Sky, gadis itu sampai tak bisa mendengar panggilan itu.
"Sya, hello...! Lo di panggil suruh ke depan?"
__ADS_1
"Hah, ngapain?"
"Nyanyi mungkin."
"Hah! Nggak ah, nggak mau," tolaknya.
"Disya, ayo sini Sya, keluarin suara lo di sini biar semua orang tahu, kalau lo itu jago," seru Bisma.
Sialan si Bisma, dendam atau gimana, hmm. Dari tadi nodong gue mulu, mana gue nggak persiapan, nyanyi apa? Please help me!!
"Disya!"
"Disya!
"Ayo Disya... maju!" Semua orang menatap Disya penuh harap, akhirnya dengan berat hati gadis itu melangkahkan kakinya ke depan.
Sesampainya di depan Faro dan Bisma, Disya mendelik kesal, sontak membuat dua bujang itu terkekeh senang.
"Sorry Sya, kalau nggak di paksa, dan dadakan lo nggak mungkin mau," ujar Bisma berbisik.
"Gue yang main gitarnya lo yang nyanyi, wes gimana? Adil kan?"
Disya membisikkan sesuatu ke telinga Bisma, perempuan itu akan membawakan lagu yang sesuai dengan suasana hatinya.
"Malam semuanya... sorry kalau nantinya kurang berkenan di hati kalian salahin Bisma ya?" seloroh Disya, ini benar-benar todongan dan main tunjuk-tunjuk aja. "Oke deh dengerin ya moga kalian suka," ujar Disya sedikit gugup.
"Buat kalian yang mungkin sedang di fase ini, kita satu server ya? Mari lambaikan tangan ke atas dan rasakan syairnya." Disya mulai mengeluarkan suaranya, gadis itu begitu menghayati sampai tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.
.
Kering air mataku, mengingat tentang mu
Tentang kita yang tak jodoh
Dulu pernah bermimpi, saling memiliki
Nyatanya pun tak kesampaian.
Rela, relakanlah masa itu, biarkan lah jadi masa lalu
Kenang diriku selalu di hatimu, selalu di jiwamu
Simpan di memorimu
Ku nanti dirimu bila malam pun tiba
Cukup kita yang tahu, mimpi jadi saksinya.
...(T2_Tak jodoh)....
__ADS_1
Lagu itu begitu mewakili perasaan Disya, Disya bernyanyi sambil memejamkan matanya, begitu meresapi dan tanpa sadar membuat orang yang mendengar termasuk Bila dan Hanum baper-sebaper bapernya.
Begitu Disya selesai bernyanyi gadis itu langsung di sambut dua sahabatnya. Mereka berhambur memeluk gadis itu, seakan mentransfer kekuatan untuknya.