One Night Stand With Dosen

One Night Stand With Dosen
Part 91


__ADS_3

"Makasih sayang..." mencubit pipi Disya dengan gemas lalu masuk ke kamar mandi.


"Aww... ssshh... sakit pluto!!" gumamnya lirih, seraya mengusap pipinya sendiri dengan bibir manyun.


Sementara Sky mandi, Disya menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Sky merampungkan mandinya dengan cepat, laki-laki itu keluar dari kamar mandi dan langsung mendapati istrinya sedang mematut dirinya di depan cermin. Gadis itu sudah siap dengan style nya sendiri.


"Mas, bajunya di pakai, jangan lihatin aku terus," tegur Disya demi melihat Sky tak kunjung memakai kemejanya.


"Nggak suka sama pilihan aku, mau ganti?" tawarnya memastikan.


"Nggak usah itu aja, aku pasti pakai pilihan kamu kok," jawabnya santai.


"Lha terus ngapain bengong, ganti MAS... nanti telat," ujar gadis itu kesal.


"Pakein," jawabnya santai tanpa dosa.


"Ish... manja!"


"Emang manja sama istri nggak boleh?" goda Sky. Pria itu berjalan mendekati ranjang dan mengambil kemeja yang sudah di siapkan Disya.


"Nggak boleh," ujar gadis itu mrengut.


"Sya, bantu rapihin, masukin," ujar pria itu mendekat.


"Hah! Masukin apa?" Disya kesal sendiri melihat suaminya yang ngrecokin dirinya di pagi hari.


"Kancingnya Sya, ini bantuin, emang kamu pikir masukin apa?"


Disya bergeming, membantu Sky mengancing kemejanya satu persatu. Sementara pria itu sendiri fokus menatap lekat wajah istrinya yang setengah manyun.


"Pagi-pagi jangan manyun gitu dong sayang, kalau suruh bantuin tuh yang ikhlas, biar pahalanya dapat." Sky emang sejail itu, ia sengaja mendrama untuk mendapatkan perhatian lebih istrinya.


"Hmm," jawab Disya dengan gumaman.


Gadis itu tengah memasukan alat-alat tulis yang hendak di bawa.


"Ballpoint cek, pensil 2B aman, penghapus karet, tip ex, penggaris... beres," ucap Disya tenang.


"Udah? Pastikan tidak ada yang ketinggalan, terlambat dari sepuluh menit nggak boleh ikut ujian," Sky memperingati.


"Hmmm," jawabnya malas.


"Kamu kalau di tanya jawabnya hmm, hmm terus lama-lama kaya Nisya sabyan," ujar pria itu terkekeh lalu menyanyikan sedikit syair lagunya artis berhijab tersebut.


Setelah dengan keriwehan pagi yang penuh drama, mereka segera turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarga.


"Pagi Bun, Ayah," ucap Sky lalu menarik kursi meja makan duduk di tempatnya seperti biasa.


"Pagi sayang... ayo sarapan."


"Iya Bun, Bintang udah berangkat ya Bun?" tanya Disya yang tidak mendapati adik iparnya di meja makan.


"Iya, udah dari lima belas menit yang lalu, dia udah sarapan lebih dulu tadi," jawabnya seadanya.


Seperti biasa Disya mengisi piring suaminya terlebih dahulu, baru kemudian mengisi piringnya sendiri. Mereka makan dengan khusuk. Usai sarapan, ke dua sejoli itu langsung berangkat ke kampus.


Sepanjang perjalanan Disya menyibukkan dirinya ber chat ria dengan sahabatnya. Mereka sangat bersemangat menghubungi Disya mana tahu mendapatkan bocoran soal dari suaminya.


...Squad Rempong...


Bila


Bagi contekan soalnya dong, beb. Lo pasti dapat bocoran kan?


^^^Disya^^^


^^^Sumpah nggak ada, gue malah di ceramahin sama Pak Sky.^^^


Hanum


Sumpah, demi apa? Ah gue kena serangan panik!


Bila


Pengawasnya siapa sih, hari ini?


Hanum


Suami lo Sya?


^^^Disya^^^

__ADS_1


^^^Tauk, Dosen jaga mungkin.^^^


Hanum


Ish... nggak jelas banget.


Bila


Kenapa nggak lo colong soalnya, kan kita bisa tenang jawabnya


^^^Disya^^^


^^^Itu sama aja, gue menggali kuburannya sendiri.^^^


Hanum


Serem amat suami lo?


Sinta


Bu Emil sama dogan, lihat jadwal noh.


Bila


Iya keh? Mampus! teks book parah


^^^Disya^^^


^^^Harap-harap cemas^^^


Hanum


Yang belajar tenang, harap bagi contekan


^^^Disya^^^


^^^Bengek, mata pluto tajam, gue nggak berani.^^^


Sinta


Pluto???


Bila


Sinta


Njirr!! gue gagal fokus


^^^Disya^^^


^^^Orangnya ada di samping gue, jangan macam-macam^^^


.


.


"Chat sama siapa Sya? Kayaknya asyik banget sampe senyum-senyum sendiri," selidik Sky kepo.


"Teman Mas, biasa Hanum sama Bila," jawab Disya santai.


Sky hanya ber oh panjang lalu tetap fokus menyetir.


Hanya dengan jarak tempuh kurang dari lima belas menit mobil Sky sudah terparkir di parkiran kampus.


"Aku turun dulu Mas?" pamit Disya seraya mengulurkan tangannya. Sky menyambut uluran tangan istrinya dan membalas dengan meninggalkan jejak sayang di keningnya.


Gadis itu langsung menuju ruang ujian. Masih ada waktu kurang lebih lima belas menit sebelum ujian akan di mulai.


"Sya," panggil Hanum menyeru, mendekati Disya yang masih berdiri di depan ruang satu.


"Woi... pengawasnya beneran Bu Emil?"


"Lo nggak lihat jadwal? Parah, jangan-jangan nggak belajar?Tunggu aja, lima menit lagi pasti datang," ujar Disya.


"Ya kali aja rubah, beliau mendadak melilit, sakit, apes di jalan."


"Ish, jahat!"


Hanum nyengir tanpa dosa


"Ya ampun... Bu Emil?"

__ADS_1


"Biasa aja, nggak usah takjub."


Hanum muntah udara, "Apa lo bilang, takjub? Hello... kesel iya?"


"Widih... sewot! Masuk yuk ah," ajaknya seraya merogoh tas guna mengambil KTM di tasnya.


"Adoh... mampus KTM gue nggak ada." Disya panik


"Seriusan?" tanya Hanum ikut panik.


"Ihk... beneran? Kok nggak ada sih, gue gimana dong," rengek Disya hampir menangis.


"Coba cari lagi, mungkin di tempat pensil, atau jangan-jangan ketinggalan di rumah?"


"Ya ampun... sial bener kalau iya, masa putar balik?"


"delapan menit lagi masuk, nggak keburu," jelas Hanum


"Iya, gue cari solusi bentar. Pinjam motor lo, gue mau ngebut," pinta gadis itu gusar.


Hanum masuk ke ruangan sementara Disya berlari kecil di koridor, ia sampai lupa tengah berbadan dua.


"Sya!" seru Pak Sky. "Jangan lari-lari? Ngapain sih? Ingat kamu la---" teguran Sky menguap di udara, Disya terkena termor panik.


"Ih... bawel banget, aku harus puter balik," Disya tidak merespon.


Sky yang kesal langsung mencekal lengan gadis itu. "Mau ke mana? Masuk udah mau mulai!" titahnya tegas.


"Nggak bisa, KTM aku ketinggalan," jawabnya hampir menangis.


Sky nampak menghela napas panjang, ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


"Nih, makanya jangan ceroboh!" kata pria itu menatap tajam.


"Ih... kok bisa ada di kamu? Kenapa nggak bilang dari tadi?" ujar Disya kesal plus lega.


"Nemu di lantai kamar," jawanya datar.


"Ngeselin!!" gadis itu berbalik sambil mrengut, ia sudah ancang-ancang melangkah cepat tapi tangannya langsung di cekal Sky


"Jalan pelan-pelan, Nggak usah lari!" tegurnya lembut.


"Iya," Disya melangkah tepat di samping Sky lalu berhenti sejenak menatapnya.


"Pak!" tegur gadis itu, spontan menghentikan langkah ke duanya.


"Apa sayang?" jawabnya lirih sok imut.


"Tangan kamu," Disya menunjuk tangannya sendiri yang masih di genggam erat tangan Sky.


"Oh... khilaf, lupa kalau ini di kampus, tapi biarin aja lah, nanti kamu lari!" jawab pria itu kembali santai.


"Mas, le pa sin..." tegurnya kesal.


"Iya, iya... awas! Kalau lari lagi, aku gendong sampai kelas."


"Iya, ish... sana jalan duluan."


"Kamu duluan Sya, tuh Bu Emil udah masuk ke ruangan, telat kamu."


"Gara-gara Bapak!"


"Bapakmu po? Kamu Ibuknya ya?"


"Nggak lucu."


"Sana masuk!" Sky mengulum senyum


Disya masuk ke ruang ujian lalu memperlihatkan KTM nya kepada pengawas. Meletakkan tas di tempat yang telah di sediakan. Lalu berjalan menempati kursi yang sesuai dengan nomor ujian yang telah di tetapkan.


Ia segera mengisi lembar jawab dengan identitas dirinya pada tempat yang telah di tentukan. Nama, nomor ujian, nomor pokok mahasiswa, kode mata kuliah, mata kuliah, tanda tangan sesuai yang ada di KTM dan tak lupa mengisi tanggal pelaksanaan ujian.


Sky menatap serius seluruh mahasiswa yang tengah mengikuti ujian tengah semester. Sesekali matanya mengawasi istrinya yang tengah fokus mengerjakan soal, dalam hati ia berdoa semoga istrinya bisa mengerjakan dengan lancar.


"Ada yang sudah selesai! Silahkan di teliti kembali jawabannya, masih ada waktu lima belas menit lagi!"


Suasana ruangan cukup tegang dan terkesan angker. Bu Emil yang teks book dan Pak Sky es balok, klop sudah menjadi momok yang menambah horornya ruang ujian.


"Lima menit lagi!" Pak Sky memberi interupsi.


Hening

__ADS_1


Semua sibuk dengan urusan masing-masing


"Waktu habis, silahkan di kumpulkan!"


__ADS_2