
Disya melirik sengit suaminya yang tidak tahu aturan, diam saja ketika Mona menempel dengan genit. Perempuan itu memainkan instingnya dengan lihai, mengikuti permainan dengan mengambil beberapa foto yang terlihat manis. Bukan hanya satu, tapi banyak jepretan, setelahnya tersenyum menghanyutkan. Menyerahkan kamera ponselnya pada Mona dan berlalu begitu saja meninggalkan Sky, ikut bergabung bersama Rayyan, Bara dan juga Gerald.
Mona menerima ponselnya dengan senyum terkembang, detik berikutnya segera mengecek jepretan Disya, ia ingin membagikan foto tersebut ke sosial medianya. Namun, Mona di buat menganga dengan hasilnya.
"Sialan, tuh orang ngerjain gue," umpat Mona kesal. Angel yang berada di samping gadis itu tergelak dengan menggelengkan kepalanya.
"Boleh gabung?" ucap Disya sungkan.
Bara dan Gerald saling melirik ke arah Rayyan, yang di lirik mengangguk dengan sebuah senyuman, sementara Sky sendiri berdiri membeku di belakang Disya, menatap istrinya tak percaya.
"Sya, kamu sudah akrab saja sama mereka," celetuk pria itu ikut bergabung di tengah-tengah mereka.
"Biasa aja," jawab Disya datar. Bara membawa teman perempuannya juga jadi bisa buat alasan Disya bergabung dengan mereka.
Mereka tengah asyik berkumpul dengan mengobrol santai. Tiba-tiba ponsel Disya mendapat notifikasi pesan. Disya mengerutkan keningnya ketika melirik pop di layar ponselnya menunjukan pesan dari suaminya. Secara naluriah perempuan itu langsung melirik suaminya dengan penuh tanda tanya.
"Buka," ucap Sky tanpa suara.
Disya menyorot suaminya sekilas lalu beralih ke layar ponselnya.
[Sayang, pulang aja yuk ... mulai gerah hati aku]~ my husband.
^^^Kamu mulai duluan, sana terusin aja sama Mona.^^^
"Aku tuh sebenere tadi udah mau nolak, kamu keburu ngambil ponsel dari tangan Mona."
^^^Iya kah? Aku perhatikan, kamu diem aja waktu Mona nempel-nempel.^^^
"Nggak ada, pose kita juga biasa aja, kamu cemburu?"
^^^Nggak!^^^
"Masa' tapi aku merasa kamu cemburu, dan sekarang sedang balas dendam."
^^^Tukang fitnah! Ngadi-ngadi.^^^
"Pulang atau aku ***** di sini, nggak peduli aku."
.
Disya melotot membaca pesan terakhirnya, ia menyorot suaminya mrengut. Jarak mereka hanya tersekat meja, namun seolah jauh dengan lebainya berkirim pesan satu sama lain.
"Sorry gaes ... gue duluan ya?" pamit Sky menginterupsi teman-temannya.
Disya langsung berdiri dari sana, ikut pamitan dengan terpaksa. Sesampainya di mobil, Disya sengaja duduk di belakang karena saking jengkelnya. Sky yang melihat kelakuan istrinya gemas sendiri, ingin marah tapi ya masih ditahan, nggak marah lama-lama emosi juga.
__ADS_1
Pria itu bergeming, ke luar dari mobil dan menyusul istrinya duduk di jok belakang.
"Mas ngapain ngikutin aku, siapa yang bawa mobilnya kalau kamu di sini?"
"Biarin aja lah, nggak usah pulang sekalian, nginep aja di sini," ujarnya santai duduk dengan tenang seraya menyenderkan punggungnya.
"Ih ... ngeselin banget sih jadi orang," kesal Disya beringsut turun dari mobil dan pindah ke depan.
Sky tersenyum melihat istrinya yang senewen.
"Makanya nggak usah banyak tingkah," ucap Sky datar setelah pindah posisi di depan kemudi. Pria itu melompat begitu saja dari jok belakang.
Disya tidak menanggapi, lebih memilih membuang muka ke arah jendela mobil.
"Sya, Disky sayang ...," ucapnya lembut namun lebih dengan tekanan. Mengendus pipi istrinya yang masih enggan menatapnya.
"Apa sih Mas, geseran dikit dong, sumpek aku tuh nempel-nempel mulu," Disya mendorong dada suaminya yang menghimpit tubuhnya tanpa menoleh. Tapi, ia baru menyadari ada sedikit yang berbeda dari sentuhan itu.
"Aaaa ... !!" pekik Disya kaget mendapati suaminya tanpa kausnya.
"Astaghfirullah ... apa-apaan sih Mas, pakai baju nggak?"
"Kenapa? Biasa aja kali lihatnya." Sky mengabaikan pelototan istrinya.
"Pakai nggak?!"
"Pakai, atau aku turun!" ancamnya geli melihat suaminya yang super rese'
"Coba aja kalau bisa," ujar pria itu tersenyum.
"Ikh ... Mas, jangan nakal dong ini di mobil," rengek gadis itu menggoyang lengan suaminya. Sky terkekeh gemas melihat istrinya yang berpikiran negatif.
"Sayang, aku tuh gerah, ge-rah, oke! Atau ... jangan-jangan kamu pingin ya?"
Oh ya ampun ... seandainya menimpuk suami itu tidak dosa, gue adalah orang pertama yang bakalan mencakar muka tampannya yang tersenyum tanpa dosa.
"Aku pingin cekek kamu Mas, orang di mobil tuh dingin ada ACnya, jadi jangan jail, nanti masuk angin ngrepotin orang," gerutunya kesal seraya memakaikan kaus ke badan suaminya.
"Udah, sana ... duduk yang manis di tempatnya, terus bawa aku pulang ke rumah, rasanya udah nggak betah lama-lama di mobil menahan kesal, nggak bisa melarikan diri."
"Cium dulu, atau aku yang cium," negonya masih ngajak becandaan.
Disya terdiam, namun detik berikutnya langsung menyambar bibir suaminya dengan tenang. Sekilas bermaksud satu kecupan, tapi jangankan satu kecupan, pria itu nglunjak dengan menahan tengkuk Disya, kontan pria itu meraup dengan lahap.
Tok tok tok
__ADS_1
Suara ketukan jendela mobil melepas pagutan mereka, seketika ke dua orang itu menangkap bayangan gugup, padahal pasangan sah loh, tapi kalau di lakukan di sembarang tempat tetap merasa tidak etis dan tidak nyaman.
"Apa ya Mas." Sky menurunkan kaca mobilnya.
"Parkirnya agak ke dalam Mas, mobil dari samping nggak bisa masuk," ucap petugas parkir menginterupsi.
"Oh, siap Mas, kebetulan saya udah mau ke luar," ucapnya sopan meninggalkan area parkir setelah memberikan tips.
Disya dan Sky tergelak bersama setelah mobil mereka mulai melaju.
"Asem ... lagi enak-enaknya tukang parkir ganggu aja," umpat pria itu kesal.
Disya melirik dengan gelengan kepala, sementara Sky sendiri memanyunkan bibirnya beberapa kali seperti gerakan mencium.
"Geli banget sih Mas, fokus Mas, fokus, nggak banget sumpah aku pingin ganti suami," candanya merasa stres
Sky menghentikan mobilnya begitu saja hingga perempuan itu terjungkal ke depan, untung tidak sampai membentur dasboard.
"Ngomong apa Sya? Ralat nggak!?"
"Apa, nggak ada," kilahnya pura-pura lupa.
"Ada, tadi aku denger sendiri," ucap pria itu mrengut. Benar-benar ngambek sampai rumah.
Sky turun dari mobil begitu saja, meninggalkan istrinya dalam kekesalan. Hingga masuk rumah pun, Sky masih terlihat bete dan cemberut.
Waduh ... gawat nih, ngambek beneran, bisa habis aku sampai kamar. Minta maaf aja deh.
"Iya, iya deh aku minta maaf, jangan ngambek lagi, jangan jail lagi, jangan mancing-mancing lagi, aku nggak mau ganti suami karena Ausky ini luar biasa, aku begitu mencintainya. Semoga langgeng bukan hanya di dunia saja, tetapi sampai di akhirat nantinya. Aamiin ... !"
"Aamiin ... !" Sky ikut mengaminkan, kembali tersenyum dan langsung membawa istrinya dalam pelukan.
"Makasih," ucapnya, kembali memeluk begitu erat dengan menghujani banyak ciuman di puncak kepalanya.
"Sya, aku pasti bakalan kangen banget, moment-moment kaya gini, apa aku kost aja ya, nanti kalau kamu KKN," ujar Pria itu tiba-tiba membahas hal itu.
Disya menangkup ke dua pipi suaminya, "Jangan ngadi-ngadi, nggak ada sejarahnya seorang dosen ngekos cuma gegara tidak mau pisah sama istrinya," ucap Disya gemas.
"Kangen banget, sumpah pasti aku kangen banget, rindu itu berat Sya!"
"Halah, itu kan kata Dilan."
"Tapi ada yang lebih berat Sya," ujarnya.
"Apa?"
__ADS_1
"Merindukan mu, yang begitu aku cintai."
eaa