
Warning!!!
Hari ke dua di water villa, Sky dan Disya masih stay di kamar aja. Ke duanya masih belum beranjak, menikmati suasana pagi dengan suasana alam yang langsung menembus kulitnya.
Sky memesan makanan untuk menu sarapan di atas kolam renang. Mereka akan menikmati sarapan romantis dengan sajian di keranjang apung.
"Sya, sini dong." Sky membimbing Disya untuk turun nyemplung ke kolam.
Perempuan itu menggeleng, cukup merendam kakinya saja dan duduk di bibir kolam, menikmati sarapan dengan tenang.
"Makan dulu Mas, aku udah lapar," keluh perempuan itu seraya meneliti menu yang tersaji di sana. Kali ini Disya yang menyuapi suaminya. Pria itu yang biasanya memanjakan istrinya di rumah, sekarang sedang Disya suapi seperti bayi.
"Kamu makan juga, curang ih cuma aku doang. Katanya udah lapar?"
"Aku kenyang lihat kamu makan dengan lahap," ucapnya dengan nada penuh semangat.
Usai mengisi perut dengan kenyang, Sky masih asyik bermain air seraya berfoto ria. Sementara Disya sibuk ngemil snack yang tersaji di sana. Perempuan itu juga sibuk mengambil beberapa gambar suaminya. Suasana bertambah siang semakin terik, panas mulai melanda menyambangi kulit. Perempuan itu menghentikan aktifitas, Sky juga sudah menepi sedari tadi, duduk di pinggiran kolam dengan Disya di sampingnya.
"Sumpah panas banget," keluh Disya beranjak, ngadem ke dalam setelah sebelumnya mengabadikan momen indah bersama dengan suaminya. Sky menyusul, melihat-lihat hasil jepretannya lantas tersenyum. Pria itu mempunyai hoby baru mengambil gambar istrinya.
"Sya, kamu bikin aku gerah." Padahal pria itu sudah bertelanjang dada. Ia menatap nakal istrinya yang tak jauh darinya sibuk mengambil sun block.
"Kan di sini emang panas, Mas," jawab Disya kalem, cuek saja seraya mengolesi sun block di lengan dan kakinya.
"Tapi melihat kamu semakin gerah, gumush aku," ucap pria itu langsung menarik tubuh istrinya dan mendudukkannya di pangkuan dirinya.
Disya langsung bangkit, memposisikan dirinya duduk di samping suaminya.
"Kalau mau berenang itu pakai sun block dulu Mas, nanti kulit kamu belang," ucapnya seraya mengoleskan sun block itu ke lengan Sky yang kekar.
Sky tersenyum melihat istrinya yang perhatian, perempuan itu kembali mengolesi di kaki suaminya.
"Sayang, kamu sadar nggak sih, sentuhan kamu itu bikin sesuatu yang di bawah sana terbangun," ujarnya menatap lekat istrinya.
"Hah, beneran?" Disya nyengir tanpa dosa.
"Gumush banget, sini deh." Sky kembali menarik istrinya agar duduk di pangkuannya.
Pria itu menenggelamkan wajahnya di antara aset istrinya yang menantang. Disya memang berpakaian terbuka, di watter villa hanya berdua dan itu membuat ia bebas.
"Geli Mas," geram Disya membingkai wajah suaminya yang sayu.
"Nanti aja Mas, masih pingin nyantai," ucap perempuan itu manja.
"Sekarang iya nanti iya, besok iya, lusa juga iya," jawab pria itu tersenyum.
__ADS_1
"Hmm ... satu jam lagi, katanya mau berenang lagi? Nggak jadi?"
"Jadi, berenang di awang-awang dulu setelahnya beneran nyemplung lagi."
"Ikh ... gaje banget ngomongnya, nyengir aja terus."
"Itu tandanya aku bahagia, makasih Disky sayang ... " Sky menghujani wanitanya dengan ciuman.
"Ayo ah, aku udah siap gini," ucap Disya semangat.
"Sekarang, boleh?" Mata pria itu berbinar.
"Ish, pikirannya itu mulu, berenang maksud aku yank, berenang."
"Nanti aja sore, udah panas banget. Nggak takut kulit kamu jadi gelap?"
"Udah pakai sun block, aman."
"Tapi, hati aku yang nggak aman. Susah dijinakan kalau udah gini, tanggung jawab dulu, salah siapa pakaiannya seksi gitu," rengek Sky tak sabaran.
"Ya ampun ... Mas, mesum terus bawaanya," keluh perempuan itu tersenyum.
"Lepas bikini kamu," ujar Sky mengerling.
"Nggak mau." Ini jelas Disya menggoda, perempuan itu senang membuat suaminya jengkel, cemberut tapi lucu.
"Kan udah, malah udah panas banget," jawabnya masih mode mrengut.
"Push up 100 kali."
"Aku nggak jadi liburan aja deh, kesiksa lahir dan batin, mata ku melihat tapi tidak di bolehin menikmati, batinku meronta tapi tidak dipenuhi, aku pulang aja ya?" sewot pria itu beneran ngambek.
"Ya ampun ... ya ampun ... beneran ngambek? Ya udah sini, mau minta berapa kali?"
"Ratusan," jawab pria itu yakin.
"Kaya lagi iklan," tanggap Disya dengan jawaban Sky.
"Jangan sebut merk, kita nggak diendorse loh liburannya."
"Hmm, jadi nggak nih, aku udah stay."
Tanpa aba-aba, pria itu langsung membimbing istrinya, mengikis jarak dan meraup manisnya madu di bibirnya. Pria itu mengakses indra pengecapan dengan gulatan di sana.
"Manis," celetuk Sky melepas pagutan mereka. Membiarkan ke duanya mengambil napas.
__ADS_1
Sky masih mengamati wajah Disya yang memerah di bawah kungkungannya. Disya membimbing lebih dulu, sebelum akhirnya pria itu menyambut dengan semangat tamu bibir yang bertandang ke mulutnya. Tautan yang begitu lembut, pelan, saling mengabsen setiap sisi, menyesap, dan meraup nikmat yang saling mendamba.
"Izin dulu sama babynya," ucap Disya alay.
"Iya ya, bentar." Sky menciumi perut Disya seraya berkata
"Dedy mau berkunjung sayang ... baik-baik, dan sehat ya di sana," ucap pria itu seraya menciumi perut Disya dengan sayang.
"Pelan-pelan saja Mas," ucap Disya memberi peringatan.
"Oke, sayang, yang penting kamu nyaman, aku senang."
"Lanjut ... lah."
Sky kembali memberikan sapuan-sapuan kecil di sana. Perempuan itu begitu menikmati, menerima dengan pasrah rasa yang semakin menggila. Mencumbu istrinya dengan penuh gairah yang menggelora.
"Mas ... " gumam Disya yang seketika menghentikan pergerakannya. Pria itu mendongak, menatap wajah istrinya dengan lembut.
"Hmm, apa sayang ... kenapa? Kamu tidak nyaman?"
Perempuan itu mengangguk, "Kamu menindihku terlalu erat," keluhnya gusar.
"Owh ... ya ampun, maaf sayang aku terlalu bersemangat," sesal pria itu merubah posisinya.
"Begini bagaimana? Kamu nyaman?" Sky harus mengutamakan kenyamanan istrinya, jangan sampai kenikmatan yang perempuan itu suguhkan membuat ia merasa tidak nyaman.
Disya tidak menjawab, tetapi malah mengeluarkan nada desa*an, membuat pria itu yakin istrinya kembali menikmati permainan. Sky kembali menikmati permainan yang tertahan. Pria itu begitu bersemangat menjamah apa yang telah halal baginya.
"Mas ... " lenguh Disya dengan peluh yang mulai basah.
"Apa sayang? Kamu tidak suka gaya ini?"
"Sangat nik mat," gumam Disya dibarengi lenguhan
Pria itu tersenyum, ia akan membuat wanitanya puas, baru menuntaskan hasratnya yang sudah menggebu.
"Mas ... " rengek Disya tak tahan.
"Hmm, bentar lagi sayang ... " pria itu sibuk bermain di tubuh istrinya.
Disya gemas sendiri, perempuan itu menggelinjang tertahan. Menikmati setiap sentuhan nakal suaminya yang sudah bergerilya jauh.
"Bentar Mas, bentar."
"Apa lagi, hmm ... " gumam Sky menggeram.
__ADS_1
"Skip yank, please skip, itu readersnya pada traveling, bahaya."
"Ya ampun ... sampai lupa, nanggung ah, lanjut ...!"