One Night Stand With Dosen

One Night Stand With Dosen
Part 139


__ADS_3

"Sayang ... besok ikut aku pulang ya? Urusan perizinan biar aku yang handle, kamu tugasnya nurut, aku nggak mau terjadi apa-apa lagi sama anak kita," ujar pria itu semakin posesif.


Sky tengah memijit istrinya yang mengeluh capek, pria itu begitu tlaten memanjakan istrinya.


"Hmm ... tapi ada bagusnya juga sih Mas, saat kita jauh, kita baru merasakan ternyata rindu itu lebih berat, bukan hanya kata Dilan, tapi juga kataku." Disya terkekeh sendiri. Mereka tengah mengobrol sebelum tidur. Malam yang begitu spesial bagi ke duanya setelah hampir satu minggu terpisah oleh jarak dan waktu.


"Berarti besok aku harus pamit sama anak-anak dulu dong Mas, sama Bu Kades, sekalian ambil barang-barang aku," ujar Disya menerawang.


"Kemarin yang angkat telfon kamu siapa Sya? Susah-susah di hubungi giliran tersambung malah suara cowok, kamu tahu nggak, pikiranku udah bercabang ke mana-mana," curhatnya.


"Masa' sih, owh ... mungkin saja itu salah satu temen aku di sana Mas, kan aku pusing terus pingsan. Tapi, kamu nyebelin waktu respon pertama kunjungan, nggak balas senyum aku."


"Ya aku kesel lah, HP itu barang pribadi kamu, kenapa sampe orang lain yang angkat coba? Mana Mas tahu kamu sakit, sampe nggak sadar gitu, untung di rumah banyak orang. Eh, btw ... siapa yang bawa kamu ke rumah Dokter?"


"Tiwi, Bu kades, Aldo, sama Emon. Emang kenapa?"


"Ya ampun ... kamu di sentuh pria lain maksudnya," ujarnya lebay.


"Di tolongin Mas ... nggak usah mulai deh ...!"


"Tetep aja kamu di gendong diantara dua pria itu, kesel aku," Sky menggerutu sendiri.


"Udah, jangan ngomel mulu, bobok Mas," ujar Disya mulai terkantuk-kantuk.


Sky masih memijit istrinya yang mengeluh capek setelah adegan kangen-kangenan mereka. Pria itu tersenyum simpul memperhatikan wajah ayu Disya yang sudah terlelap.


"Kamu manis sekali, semoga senantiasa dalam lindunganNya," gumamnya lirih. Menyudahi memijitnya dan menyelimuti perempuan itu, baru kemudian meninggalkan jejak sayang di keningnya sebelum pria itu ikut terlelap.


Suasana malam hari yang terasa dingin membuat mereka semakin merapatkan diri. Sky memeluk istrinya sepanjang malam, bahkan Disya sangat menikmati rasa nyaman itu, dengan menempel di dada suaminya. Posisi ternyaman yang sangat Disya rindukan. Malam ini perempuan itu tertidur begitu lelap.


Pagi harinya Disya terjaga lebih dulu, perempuan itu mendadak merasa perutnya bergejolak hebat dan terasa eneg. Sama persis seperti kehamilan yang pertama, tapi ini lebih parah, Disya sampe lemas dan duduk di pojokan.

__ADS_1


Sky yang baru nyadar istrinya sudah terbangun langsung menyusulnya. Pria itu panik mendapati istrinya yang pucat dan lemas.


"Sya, sayang ... kamu kenapa?" cemas Sky menggendong istrinya dan membawa ke ranjang.


"Mual Mas, pusing, eneg, nggak enak banget," keluh Disya mrengut. Matanya terpejam, satu tangannya ia gunakan untuk menutup wajahnya. Disya meringkuk sambil memeluk lengan suaminya.


"Kasihan banget sih," Sky membelai kepala istrinya dengan sayang, sesekali menciumi perempuan itu, menatap sendu dan khawatir ikut merasakan apa yang tengah istrinya rasakan.


Kondisi Disya yang ngedrop membuat Ausky memutuskan membawa ke rumah sakit saja. Karena repot dengan jarak Sky berinisiatif merujuk dan membawa pulang ke kotanya. Sebelumnya Sky juga menginformasikan kepada kelompok KKN Disya, bahwa perempuan itu sudah memiliki izin dan boleh meninggalkan tempat KKN, karena sakit dan sedang hamil.


Setelah memberitahukan perihal tersebut, serta mengambil barang-barang Disya yang di bantu Tiwi, Dosen Sky pamit undur diri.


"Kondisi Disya gimana Pak? Apakah sudah memberi tahu keluarganya kalau ia sakit? tanya Tiwi cemas.


"Masih di rumah sakit, rencana sore ini langsung pulang ke Jakarta. Tidak usah khawatir, pihak keluarga sudah tahu."


"Maaf, tidak sempat pamit ke kalian semua, tetap semangat menjalankan proker yang sudah berjalan," pamit Sky sebelum beranjak, dosen tersebut memberi semangat dan wejangan sebelum meninggalkan lokasi.


"Eh, kalian ngerasa nggak sih kalau Pak Sky tuh ada hubungan khusus gitu sama Disya?" celetuk Saras mengemukakan rasa curigaanya.


Emon melirik Saras, mengiyakan pendapat gadis itu tetapi bergosip sama sekali bukan passionnya. Ia sudah pernah memergoki Disya dan Pak Sky lebih mesra, tapi tentu saja pria itu memilih diam dan berlalu dari ruangan itu, yang saat ini tengah sibuk di buat gosip anak-anak cewek.


"Kalau penasaran, tanya aja ke pak dosanya langsung nanti kalau sidak lagi," ujar Lia memberi solusi.


"Ye ... itu sih namanya cari mati, orang kita lagi baik-baikin biar nilai kita bagus, malah penyelidikan."


"Ya kali aja lo keponya akut, terus sampe nggak bisa tidur berhari-hari gara-gara mikirin hubungan orang lain."


"Jangan-jangan Disya selingkuh, owh ya ampun ... cantik-cantik sayang banget kalau bener ngelakuin itu."


"Woi ... bubar, gosip mulu hobbynya."

__ADS_1


"Cie ... ada yang patah hati ditinggal pulang," ledek Lia.


"Resek lo emang," salak Aldo galak.


"Hmm ... layu sebelum berkembang, benar-benar definisi dari saat hati berkata 'ingin lebih dekat' namun ekspektasi tak sesuai realita. Hahaha ..." Lia semakin kencang menggoda Aldo yang tidak semangat sekali mendengar perihal kepulangan Disya.


Sore ini Disya di bawa pulang suaminya, tidak ke rumah melainkan langsung ke rumah sakit. Disya menolak, tetapi perempuan itu akhirnya pasrah juga setelah berkali-kali ngedrop karena banyak mengeluarkan cairan. Di tambah kondisinya yang lemas serta terjadinya flek pada kehamilan saat ini membuat perempuan itu harus bedrest total.


Sky dengan setia menunggu istrinya yang terbaring lemah di rumah sakit. Pria itu sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya, hampir sepanjang malam standby di rumah sakit.


Tiga hari Disya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Perempuan itu akhirnya diperbolehkan Dokter pulang ke rumah. Hari-hari Disya ia gunakan hanya untuk sekitar rumah. Sky benar-benar tidak memperbolehkan istrinya melakukan kegiatan sedikitpun yang membuat wanita itu capek.


"Mas ... aku bosen kalau di kasur terus, aku sudah merasa lebih sehat," kata perempuan itu ketika merasa bosan.


"Bukannya kalau sakit memang harus istirahat ya Sya, kamu mau buat aku khawatir lagi?"


Disya yang ngeyelan kadang membuat pria itu kesal sendiri. Ia sangat mengkhawatirkan perempuan itu, tetapi kadang Disya sendiri merasa tidak nyaman di suruh hanya diam saja.


Sudah berhari-hari hanya seputar kamar, kasur, makan dan semua aturan baru keposesifan Sky yang menjadi.


Untuk menghibur diri Disya menghabiskan waktunya dengan membaca buku seputar kehamilan, menonton film di layar laptopnya atau sekedar membaca novel online di platform noveltoon yang keren abis.


"Sayang ... kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Sky penasaran. Takut istrinya merasa stress karena di kurung di dalam kamarnya tanpa aktifitas yang berarti.


"Lagi asyik banget sih kayaknya, baca apaan?" Pria itu mendekat, sedikit mengintip layar ponselnya yang menampilkan banyak tulisan."


"Baca novel lah ... seru banget loh Mas, "Love You More" ini rekomended banget dijadiin bacaan kalau lagi gabut gini, bikin ngakak aksi Zidan sama Anna."


"Seseru itu ya?"


"Huum, coba aja baca!"

__ADS_1


__ADS_2