One Night Stand With Dosen

One Night Stand With Dosen
Part 143


__ADS_3

Suasana di ballroom hotel nampak sudah rame, semua tamu undangan memadati acara. Hari ini adalah acara resepsi pernikahan Daharyadika Ausky dan Disya Anggita, semua ikut berbahagia dan mendoakan pengantin yang tak lagi baru itu.


Ini juga kali pertama squad rempong bisa bener-bener ngumpul bersama, setelah sekian purnama sibuk dengan urusan kampus. Bila, Sinta, dan Hanum datang secara bersamaan. Ada juga yang spesial dari mereka. Ocha, benar-benar menyempatkan janjinya pulang ke tanah air hanya untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Mereka nampak kompak memeriahkan acara. Banyak tamu undangan dari relasi bisnis keluarga, juga dari departemen kampus. Tak lupa tentunya teman-teman Sky dan Disya. Hari ini mereka adalah raja dan ratunya.


"Ici Ocha ... " seru Hanum girang mendapati kemunculan Ocha di tengah-tengah mereka.


"Omegot ... kangennn ...!" Mereka heboh sendiri dalam keramaian.


"Ya ampun ... Disya akhirnya yang pertama married di antara kita."


"Gila ... lo bikin gue syok sama pasangan lo, gue kira lo sama doi pasangan abadi, ternyata eh nggak tahunya berjodoh sama dosen sendiri. Keren sih ... " Ocha mengacungkan dua jempolnya.


"Cantik banget sih Sya ...!" seru Ocha gemas.


"Iya dong ... istrinya dogan," jawab Disya yang sontak menimbulkan gelak tawa pecah diantara mereka.


"Cie ... cie ... yang udah halal, dan go public diakui seratus persen."


"Gaes ... sepertinya hari ini kita musti makan banyak deh ...!" ujar Bila.


"No diet-dietan, sayang banget menu kondangan tidak di cicipi semua," seloroh Hanum.


"Bungkus boleh juga, buat besok malam." Celotehan Sinta begitu ceria.


Hari ini seperti reuni akbar, bahkan teman-teman Sky banyak yang datang. Bara dan Gerald menyempatkan survey lapangan, memantau cewek-cewek yang hadir di tengah acara yang spesial ini.


Setelah ngobrol singkat berdurasi cepat, acara kangen dan rindu Disya harus di tunda dulu karena harus kembali ke panggung untuk menyambut tamu yang ingin memberi selamat atas pernikahannya.


Teman-teman KKN Disya juga nampak hadir. Aldo dan Emon mengaku sedikit syok dengan berita acara pernikahan mereka, yang ternyata menjadi trending topik di seantero kampus. Bayangkan saja yang punya kampus punya gawe (hajatan) dan nikahnya sama mahasiswinya sendiri, sudah barang tentu menjadi sorotan.


"Sayang ... kamu kok nggak tenang, nungguin siapa?" tanya Sky penuh selidik.


"Kak Ray kenapa belum datang ya?" jawab Disya clingukan.


Senyum di wajah Sky mendadak luntur mendengar penuturan istrinya.


"Ada yang halal di sampingnya, tetep ... aja kurang, heran!" tukas Sky mrengut.


Disya langsung menoleh, menangkap wajah suaminya yang mendung.


"Owh ... ya ampun ... aku salah ngomong ya? Maksud aku tuh ... kak Ray udah janji mau datang, dan aku juga udah janji buat pertemukan mereka berdua dengan Bintang," ujar Disya menjelaskan.


"Kamu terlalu bersemangat nungguinnya." Sky semakin mrengut.


"Nggak ada Mas ... please deh ... jangan mulai, kakiku udah mulai pegel, tanganku capek, dan emosi aku bisa naik, kalau Mas tambah ngambek ya wes lah bubar mood aku. Acaranya hambar ... " serang Disya.

__ADS_1


"Ngekiss dulu ... sini biar imutnya ilang," ngalah Sky pada akhirnya.


"Ish ... jangan mulai, banyak orang sayang," tolaknya nyengir tanpa dosa.


Sky kembali mrengut, di tolak istrinya itu benar-benar bikin moodnya tarik ulur nyut-nyutan. Perempuan itu langsung nyosor saja, menyambar pipi suaminya yang tengah membuang muka.


Sky menoleh senang, sudut bibirnya membuat lengkungan indah.


"Lagi?" pintanya tersenyum. Disya menurut, menciumi pipi suaminya berkali-kali.


"Ish ... ish ish ... mesum tidak tahu tempat, mata polosku ternoda ulah kalian," celetuk Dafa yang hendak memberi selamat pada mereka.


Sky dan Disya tergelak bersama, ternyata mereka bucin akut, sampai senyum-senyum sendiri kek orang gila. Walaupun banyak dari mereka banyak yang patah hati atas pernikahan mereka, tapi, overall ... semua ikut mendoakan untuk kebahagiaan pasangan fenomenal tersebut.


Brukk


"Ya ampun ... gaun gue." Itu suara keluhan kak Flora yang tidak sengaja ketimpuk kuah rendang akibat ulahnya Bara.


"Sorry ... sorry ... nggak sengaja," sesal Bara meminta maaf.


Flora merasa jengkel, namun detik berikutnya cukup terkesiap dengan wajah maco Bara yang bingung di depannya.


"Nggak pa-pa sih, lain kali hati-hati kalau jalan."


"Udah hati-hati, tapi tetep fokusnya ke wajah kamu yang cantik." Bara mengeluarkan jurus play boynya.


"Uluh ... terciduk, cinta datang diresepsian orang," seloroh Gerald.


"Bisa aja lo Ral, iri ... bilang boss!!"


***


"Disyayang ... selamat ya, kangen banget ama keseruan kita," ucap Alan memberi selamat.


"Pak, boleh nggak kalau saya meluk Disya. Kurang afdhol nih kalau cuma bersalamam." Alan sudah membuka rentangan tangan dengan senyuman termanis langsung kicep dan urung demi melihat pelototan Pak Dosennya.


"Ish Mas ... kamu ini. Kami baik Alan ... terimakasih sudah datang," selorohnya langsung menyambut pelukan hangat Alan.


Sky jelas melotot, pria itu hampir tidak bisa percaya dengan kelakuan istrinya yang susah dikendalikan. Salah-salah di tegur marah, tapi kadang bikin jengkel.


"Langgeng ya, baik-baik Disyayang. Walaupun sebenarnya aku patah hati, tetapi lihat kalian bahagia aku cukup senang," kata, Alan jujur. Pria itu memang selalu care, ia sudah dekat semenjak jaman dulu masa pacaran dengan Rayyan.


"Makasih Pak, senyum dong ... ini tuh pelukan rasa sahabat. Di belakang saya ada pelukan rasa mantan lho ... kalau Bapak cemberut itu jatuhnya lucu."


"Kamu dalam masalah Alan, menempel sama istri orang dikutuk nggak boleh panggil Disyayang seumur hidup."

__ADS_1


"Mana bisa Pak, itu panggilan sayang saya, Bapak yang sabar ya ... karena saya memang sayang sama Disya, tapi berhubung Bapak pilihan sahabatku ya wes aku restuin aja."


"Halah, ngeles."


"Suwer ... Pak, eh foto dulu." Alan hendak mengambil posisi di tengah-tengah mereka, namun tak ada celah, keduanya bergandengan tak terpisahkan.


"Alan ... sebelah sini, kamu nggak tahu suamiku udah bertanduk?"


"Eh, iya ding. Nanti terancam jadi mahasiswa abadi nih roman-romannya kalau ngamuk."


Disya yang awalnya dekat dengan Alan dengan posisi di tengah, mendadak pria itu pindah posisi, alhasil mereka foto bertiga dengan Sky yang di tengah dengan gaya mencuri satu kecupan di pipi Disya.


"Pak, kok fotonya gitu?"


"Suka-suka saya dong, kok situ protes."


"Aku berasa diabaikan, tidak dianggap, nelangsa sendirian."


"Nasib jomblo, besok-besok kalau kondangan bawa pasangan biar nggak menyedihkan gitu, kasihan saya lihatnya. Cup cup cup, cepet nyusul ya ... " selorohnya seraya menepuk-nepuk pundak Alan.


"Makasih Pak, samawa ya ...?"


"Aamiin ...!"


"Ya ampun ... drama banget kamu Alan, lihat di belakang yang ngantri bersalaman mengular."


Bisma dan Faro sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah kekonyolan mereka. Setelah mengucapkan selamat kepada ke dua mempelai Bisma menyumbangkan suara emasnya di panggung hiburan.


"Mas, kakiku pegel," rengek Disya mengaduh.


"Kamu boleh sambil duduk sayang."


"Ini melelahkan, kapan tamu undangan akan habis, aku nggak kuat kalau berdiri terus, kliyengan Mas."


"Istirahat dulu nggak pa-pa, kamu nggak boleh terlalu capek."


"Aku haus," pintanya sambil memposisikan bokongnya di kursi pengantin.


"Tunggu di sini biar aku ambilin."


"Ikutt ... "


Sky menatap horor istrinya yang hendak berdiri.


"Diem di situ, ini sudah masuk acara istirahat sebelum acara resepsi seasons ke dua, sebaiknya kamu tunggu di kamar dulu. Kamu mau makan apa biar Mas bawain."

__ADS_1


"Nggak mau di tinggal, suruh orang aja buat nganterin, aku mau di gendong, kakiku capek." Disya sudah tidak canggung lagi, berkata atau bertingkah jujur walaupun di bawah pandangan keluarga besar mereka.


__ADS_2