
"Disky ... ! Sya, sayang ... !!" teriak Sky dari luar, pintu kamar mandi ia buka dengan kesal.
"Mandi apa tidur sih, di tungguin juga malah ngeles," gerutunya kesal menunggu berjam-jam malah di tinggal berendam.
"Iya, bawel ikh ... awas aja kalau ninggal, aku bakalan hukum kamu tidur di luar." Muka juteknya keluar.
"Astaghfirullah ... Sya, jangan rese' jadi orang, aku udah nungguin loh dari tadi, kamu beneran menguji kesabaran aku," protesnya geram.
Harus banyak stok sabar menghadapi istri labil dan manjanya. Jutek masalah, manja lebih merepotkan, susahnya jadi suami pengertian, salah terus di mata istri. Nasibmu bang!!
"Ya udah aku nggak jadi ikut, sana berangkat sendiri aja, aku mau ke rumah Mama, sekalian nggak usah pulang ...!" ancamnya kesal.
Suaminya itu rewel sekali, suruh siapa semalam ngajak begadang, alhasil jadi capek melanda, untung libur, coba kalau nggak, bakalan bolos gara-gara kesiangan.
"Kamu beneran pagi-pagi ngajak ribut, udah di tungguin berjam-jam malah suruh ninggalin gitu aja, malah ngancem segala nggak usah pulang, oke fiks malam ini aku nggak pulang," tukasnya marah.
"Oke, sana berangkat. Awas ya jangan nyusulin." Seketika Disya merutuki perkataanya, bagaimana kalau tidak pulang beneran, reunian sama teman-teman, ada mantan pacar juga.
Mampus gue
"Mas ... !" teriak Disya berhambur ke luar kamar, mencari-cari suaminya yang ngambek total.
"Beneran nih, gue di tinggal ceritanya, sumpah ya tuh orang nyebelin banget, awas aja Mas, awas kamu sampai nggak pulang!" gumamnya kesal menggerutu sepanjang menit.
Disya kesal tetapi ia masih stay merampungkan make up nya dengan santai. Ia pikir, jalan-jalan sendiri ke rumah Mama atau ke butik Bunda lebih seru.
Biar gue prank nih orang. Hahaha
Disya sudah menyusun rencana, supaya Sky putar balik dan gagal pergi, dirinya bahkan kesal di tinggal sendiri. Perempuan itu pun menelfon suaminya dengan imajinasi di otaknya.
"Apa, telfon? Kangen ya, menyesal?" jawabnya ketus di sebrang sana.
"Idih ... kepedean bang, siapa juga yang kangen, yang ada tuh, aku mau ngasih tahu, aku mau bareng sama kak Ray, dia reunian juga kan? Nggak ada suami mantan pacar pun jadi. Hahaha." Disya tergelak sendiri.
"Coba aja kalau berani, lakuin sesuka hatimu Sya!" jawab pria itu masa bodoh.
What! Disya menatap layar ponsel yang masih tersambung dengan muka kesal.
"Terimakasih Mas, kamu manis sekali," jawab Disya semanis mungkin, padahal hatinya dongkol pake banget.
Telfon dimatikan lalu ponselnya ia lempar ke sofa ruang tamu. Kali ini Disya benar-benar kesal, pokoknya bakalan ngambek tujuh hari tujuh malam.
"Kalau mau banting handphone tuh di lantai, jangan di sofa percuma nggak bakalan rusak," celetuk pria di belakangnya, sontak membuat perempuan itu memutar tubuhnya mencari sumber suara.
__ADS_1
"Apa?!" sinis Sky menatap gemas wajah istrinya muram.
"Mas belum berangkat? Kamu ngeprank aku? Ya ampun ... jahat banget sih ... " Disya memukul-mukul dada suaminya.
"Kamu duluan yang mulai, aku cuma ngikutin aja," kilahnya tanpa mau dikalahkan.
Karma, dibalas kontan!
"Makannya jangan nakal, kamu pikir stok sabarku berapa, hilang Sya, kalau kamu uji setiap hari," jelasnya dingin.
"Iya, iya ... maaf, bawel ih ... mau nerusin ngambek aja kalau gitu," ujarnya cemberut.
"Nanggung banget, udah kebaca. Besok-besok kalau mau cranky bikin proposal dulu biar feelnya dapet."
"Ngeledek aja terus, ini jadi berangkat nggak sih, aku udah dandan secetar gini, mubazir banget!"
"Nggak bisa berangkat kalau kamu pakai baju gini." Sky meneliti pakaian Disya dengan dress di atas lutut di padukan jaket denim.
"Dressnya ganti, itu terlalu pendek! Nggak rela aku paha mulus mu jadi tontonan gratis orang lain," titahnya menyorot galak.
Disya membuang napas kasar, perempuan itu kembali ke kamar dan mengganti pakaiannya dengan yang sedikit lebih panjang. Semenit berlalu, ia pun kembali mengganti bajunya kembali, kali ini dengan kaus putih dan celana jeans hitam, memadu padankan pakaian Sky yang ternyata couple-an. Tak lupa sepatu sneakers putih yang juga kembar dan jam tangan couple yang melengkapi penampilannya, perfect!
___
"Ini dia nih yang di tunggu-tunggu dari tadi, Pak Dosen yang terhormat," selorohnya basa basi.
"Bisa aja Fa, calon jendral nih," balasnya tak kalah menohok.
"Aamiin ... diaminin ya, doa Pak guru biasanya mujarab." Mereka tergelak bersama.
"Sorry gaes, gue telat," sapa Sky menyalami teman-temannya.
Semua mata tertuju pada pasangan yang baru hadir itu, memandang takjub dengan penuh tanda tanya. Terkecuali Rayyan, Gerald, dan juga Bara. Mereka sudah mengetahui lebih dulu. Dari sekian banyaknya orang yang hadir hanya Sky yang membawa pasangan halalnya. Ada Bara menggandeng cewek, tapi masih status pacaran. Cukup percaya diri mengenalkan Disya sebagai istrinya.
"Wah ... couple goals nih, siapa tuh, bening amat?" celetuk Dafa.
"Istri gue, kenalin semuanya Disya Anggita, kekasih halalku," ucapnya bangga.
Disya mengangguk sopan dan menyebut namannya.
"Cie ... yang udah married, kok undangannya nggak nyampe ke kita?"
"Belum, tunggu aja tanggal mainnya, masih sibuk buat nyari tanggal yang klop."
__ADS_1
"Keren nih ... di tunggu undangan pestanya."
"InsyaAllah siap, nanti juga pasti kabar-kabar kalau udah waktunya, btw yang datang baru segini?" tanya Sky meneliti satu persatu temannya.
"Masih ada yang lain, ada juga yang di kamar mandi."
"Owh ... syukur deh, kompak selalu," jawabnya datar.
"Hai Ky ... baru datang, gue nungguin elo dari tadi." Mona yang baru datang dari kamar mandi langsung berhambur ke arah Sky, niat hati ingin cipika cipiki gagal melihat pria itu menggandeng tangan Disya erat, dengan penampilan senada.
"Lho, kamu? Adiknya Sky kan?" tanyanya bingung.
"Adik ketemu gede, ini Disya, istri aku, kenalin Na," ujar pria itu memperjelas statusnya.
"Hay kak Mona ... ketemu lagi," sapa Disya mengangguk sopan, tersenyum lebar. Menempel suaminya lebih dekat, menautkan jemarinya erat.
"Hai ... !" balas Mona sedikit kesal. Mereka duduk saling bergerombol berbaur akrab menjadi satu, sibuk mengabadikan foto bersama.
"Ngel, lo tahu Sky udah nikah? Kok nggak kasih tahu gue sih, pantas aja WA gue nggak pernah di respon," bisik Mona pada Angel.
"Gue aja kemarin kaget, tetiba Mami ngajakin gue ke acara kondangan sodara, eh nggak tahunya Sky yang nikah. Emang acaranya dadakan, nggak tahu juga kenapa, Mami bilang mereka udah dijodohin dari sebelum netes."
"Yah ... gue kurang gercep, masih ada harapan nggak ya?"
"Waduh ... valakor dong, nggak berani gue, nanti karma."
"Ich ... kok gitu, gue kan cinta pertamanya kali aja masih ada rasa yang tertinggal."
"Kaya nggak ada cowok lain aja, yang cakep kan banyak seangkatan kita, tuh Rayyan oke juga masih single juga tuh kayaknya," tunjuk Angel.
"Ayo ah, gabung, foto berdua asyik kali ya." Mona mendekati Sky yang tengah asyik berfoto ria.
"Eh, foto yuk Ky, Sya tolong fotoin dong," ujarnya sengaja.
Disya melotot sengit, namun ia tetap mengambil ponsel di tangan Mona. Sementara Sky sendiri merasa bingung tidak enak untuk menolak, terlalu lebay rasanya kalau hanya soal foto sampai menolak, asal masih wajar bisa di terima.
.
Bersambung
Hai gengs ... ada cerita baru nih ...! Kepoin yuk ... klik profil aku ya? Atau cari aja dengan judul "Diam-diam Married"
__ADS_1