
Usai acara resepsi yang cukup melelahkan Disya langsung membersihkan diri dan tertidur. Mereka masih menginap di hotel sekaligus tempat acara. Pasangan halal itu terlihat begitu lelah, alhasil Sky membiarkan saja istrinya itu langsung menyambangi kasur, tanpa ucapan selamat malam darinya.
Pagi harinya, semua keluarga besar Daharyadika dan Amar mengadakan liburan bersama. Ke dua keluarga itu kompak family trip untuk mengakrabkan suasana kekeluargaan diantara ke duanya. Meninggalkan Sky dan Disya yang masih stay di tempat penginapan. Mereka akan menyusulnya, atau mempunyai agenda liburan terpisah, yang mana hanya di hadiri dua sejoli itu. Menghabiskan waktu berbulan madu bersama.
"Bangun sayang ... " Sky mengendus pipi istrinya yang masih terlelap.
Perempuan itu menyipitkan matanya dengan malas. Sedikit mengintip sekitar yang ternyata bukan kamarnya. Tiba-tiba dirinya kaget dan langsung terbangun dari pembaringan.
"Kamu kenapa sayang, kok kaget gitu, minum dulu," kata Sky seraya menyodorkan satu gelas berisi air putih.
"Nggak tahu, aku parno aja, semalam aku capek banget terus langsung tidur, eh begitu bangun bukan di kamar sendiri tuh aku berasa dejavu, makanya tadi aku kaget."
"Ya ampun ... sampai segitunya kamu takut, terekam jelas di memori kamu, maafin aku sayang, maaf," ucap Sky dengan nada penyesalan yang mendalam.
Sky baru menyadari, ternyata istrinya itu mempunyai trauma mendalam atas kejadian salah kamar itu. Ia baru menyadari betapa hancurkan hati Disya waktu itu, pria itu pun langsung memeluk istrinya dan menciumi keningnya dengan sayang.
"Udah, nggak pa-pa kan? Jangan mikir yang aneh-aneh tidak baik buat kesehatan janinmu." Nasihat Sky tersenyum,
"Iya Mas," Disya membalas pelukan suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya. Tangan Sky terulur mengusap kepala istrinya dengan sayang.
"Mas, Mama sama Papa masih di sini apa sudah pulang?" tanyanya dengan posisi yang masih sama.
"Berangkat liburan bersama, kamu mau nyusul atau liburan berdua?" tawar pria itu menurut keputusan istrinya.
"Pingin di rumah aja Mas, liburan yang deket ajalah aku capek," keluh Disya jujur.
"Oke, aku nurut keputusan kamu sayang, kamu mau ke mana? Luar negeri, luar benua, atau luar pulau."
"Itu sih jauh semua, yang dekat saja, luar kota."
__ADS_1
"Yakin ... nggak pingin jalan-jalan ke tempat-tempat romantis yang kamu suka, waktu cuti kita terbatas loh sayang, sebelum akhirnya kembali sibuk dengan rutinitas kesehariannya."
"Pengen sih, tapi jauh dekat berasa sama asal dengan mu Mas," ucap Disya seraya mengeratkan pelukannya.
"Maldives, Pulo Cinta, Raja ampat, Palawan, Bali, ayo mau yang mana?"
"Boleh milih nih ...?"
"Boleh dong, dulu aku pernah berkeinginan liburan ke Maldives setelah menikah, jujur nih ya, aku pernah berencana liburan ke sana dengan seseorang tentunya setelah menikah, tapi berhubung aku nikahnya sama kamu, dan untungnya aku sekarang udah cinta, gimana kalau kita ke sana?"
"Nggak usah di ceritain sedetail itu kali Sya, nggak enak banget dengernya, tinggal bilang mau ke sana setelah menikah, ya udah berangkatlah."
"Kamu ngambek?" tanyanya khawatir.
"Nggak kok sayang, cuma tetep aja nggak suka kalau kamu ngungkit masa lalumu itu. Kita udah mau punya anak dan jadi orang tua, pastikan perasaanmu aman untuk tetap setia."
"Aku selalu setia Mas, mungkin malah kamu yang perlu diragukan," cecarnya tidak terima.
"Iya, iya ... suamiku ambekan."
Sky bergeming, pria itu sebenarnya sudah menyiapkan keinginan liburannya jauh-jauh hari. Ia mempunyai impian liburan romantis bersama pasangan halalnya. Karena cuti terbatas Sky memilih tidak menundanya lagi honeymoon kali ini.
***
Satu hari setelah resepsi pernikahan, mereka akhirnya sepakat mengambil liburan bulan madu ke Maldives. Hari yang sebenarnya sudah dinanti-nanti pria itu sejak jauh hari, bahkan semenjak Disya masih begitu cuek pun Sky punya impian liburan bersama dan mengurungnya selama liburan di penginapan. Konyol sekali memang pemikiran pria itu, amazing ... sekarang tanpa harus bergelut dengan hati, bahkan wanitanya sudah pasrah saja menerima dirinya, sukses dalam kesabaran, begitulah ceritanya.
Wajah senang jelas kentara di wajah ke dua pasangan halal yang tengah dimabuk asmara itu. Setelah menunggu sekian purnama, akhirnya finally hari ini pasangan paling fenomenal itu bisa singgah ke suatu tempat yang paling romantis.
Setelah melewati perjalanan kurang lebih delapan jam di angkasa, yang sempat ngelewatin turbulence super parah, akhirnya tiba juga di surga dunianya liburan. Turun dari pesawat, Disya sedikit mengalami jet lag yang menyebabkan kepala perempuan itu sedikit pening.
__ADS_1
"Masih pusing, mual, atau mau istirahat dulu," ujar Sky perhatian.
"Dikit doang, pingin cepet sampai di resort biar bisa langsung istirahat," jawabnya tenang. Perempuan itu bergelayut manja di lengan suaminya.
"Oke, kita menunggu jemputan, sabar ya sayang."
Disya masih sedikit manyun, namun begitu ke luar dari airport, mereka langsung disambut sama lautan yang warnanya adem banget, so penat yang sempat melanda mendadak sirna, berganti dengan terbitnya senyuman yang menghiasi wajahnya.
Dari airport, mereka langsung dijemput sama resort yang sudah dipesan sebelumnya. Di depan airport ini, ada tempat penyebrangan dari airport ke Male, dengan ferry umum setiap 10 menit selama dua puluh empat jam. Nyebrang selama kurang dari lima belas menit.
Sesampainya tiba di watter Villa, atau penginapan apung di atas air, suasananya terasa begitu menyejukkan mata. Hamparan lautan langsung bisa ditemukan begitu keluar dari ruangan. Pemandangan indah yang langsung menembus lautan pantai. Seger ... suasana terik yang menyambangi bumi mampu tersamarkan oleh kilauan jernihnya air yang menyambutnya dari bawah.
Disya tengah berdiri menghadap lautan pantai lepas ketika tiba-tiba sebuah tangan langsung mampir memeluknya dari belakang.
"Suka," tanyanya seraya mengendus pipi istrinya.
Perempuan itu mengangguk, melirik ke samping dan tersenyum senang.
"Makasih udah bawa aku ke sini," ucapnya lembut. Satu kecupan langsung mendarat di bibirnya.
"Laper, Mas, anak kamu protes minta di isi," ujar perempuan itu saat Sky sudah mulai nakal menggigit cuping telinganya dengan gemas.
"Hmm, mau makan apa? Kita pesan saja lewat layanan kamar. Hari ini full di resort aja, besok baru jalan-jalannya."
Disya mengiyakan, ia juga sedikit berkeluh capek, alhasil setelah makan ke duanya benar-benar istirahat saja. Bersantai, tidur-tiduran, mimik-mimik cantik (buat Disya ya) kalau Sky sukanya ngopi santuy. Memanjakan diri mereka dengan benar-benar merilekskan tubuh dan harus bahagia tanpa gangguan yang berarti.
"Sya, lihat sini dong, ambil gambarnya boleh? MasyaAllah kamu seksi banget."
"Ihk ... jangan, nggak boleh di foto kalau bajunya kaya gini."
__ADS_1
"Kan buat aku doang," ujarnya seraya mencubit gemas tubuhnya yang terekspos.