One Night Stand With Dosen

One Night Stand With Dosen
Part 132


__ADS_3

Sudah hampir satu jam yang lalu Sky masih terjaga, rupanya pria itu tidak bisa tidur nyenyak di rumah mertuanya. Ia merasa sangat gerah malam ini, padahal berAC, apa mungkin AC ruangan rusak?


"Sya, aku nggak bisa tidur sayang ...?" gumamnya lirih seraya membalik tubuh Disya agar menghadap dirinya.


"Apa sih Mas ... tinggal merem nanti juga lelap sendiri," gerutu Disya kesal, berkata dengan mata terpejam, antara tidur dan terjaga.


"Ya ampun ... bener-bener minta di garap, suami klimpungan sendirian, kamunya lempeng aja," omelnya kesal, ngedumel lirih.


Sky iseng-iseng berhadiah, dirinya bahkan tidak bisa terlelap sedikit pun, dan ia merasa Disya harus bertanggung jawab. Pria itu mulai melancarkan aksinya, menggerayangi tubuh istrinya sesuka hati. Perlahan semakin nakal dan berani.


Disya yang sudah mengantuk, tapi merasa ada sesuatu yang terjadi pada dirinya pun, lantas terusik karena aktivitas suaminya yang mulai kurang ajar. Sayup-sayup mata lentik itu terbuka, belum sempat melancarkan protesnya Sky lebih dulu menyumpal mulut istrinya dengan bibirnya.


Disya gelagapan diantara ambang mimpi atau kenyataan. Dirinya benar-benar jengkel dan ingin mengumpat kesal, di saat sedang enak-enak terlelap malah bala gangguan melanda. Seandainya meninju suami itu tidak dosa sudah pasti Disya lakukan. Sayangnya jangankan meninju, menolak saja sudah dosa.


"Mas ... ngapain sih, ngantuk tahu," omelnya langsung bangkit dari kasur. Mukanya ditekuk berkali-kali lipat.


"Nggak bisa merem, sebelum olah raga malam sayang," jawab pria itu santuy tanpa dosa.


"Kan bisa push up, atau apa kek, nggak harus banget gangguin orang," gerutunya ngambek.


"Jahat ikh ... cowok tuh butuh pelepasan di tengah penat, punya istri cantik nggak boleh dianggurin," kilahnya mengerling.


"Yassalam ... nggak kebalikannya nih, yang ada Mas yang jahat, gangguin aja!"


"Please ... udah nanggung juga, udah setengah, ayok ah di lanjut, dari pada buat ngomel, mending buat pahala."


Pasrah!


***


Keesokan paginya mereka sudah bangun sedari tadi pagi, tapi memilih masih bermalas-malasan di kamar. Suasana di luar hujan, jadi pagi-pagi terasa dingin menyapa.


Pasangan halal itu masih bergelung di bawah selimut yang tebal. Mengabaikan jam weker yang sudah memekik sedari tadi.

__ADS_1


"Ikh ... aku merasa dejavu banget nih, biasanya kalau pagi gini, Mama bakalan ngomel terus matiin alarm, bangunin aku dengan kecepatan 5,5 kata perdetik lebih gesit dari orang presentasi. Hahaha ... indahnya dunia lajangku," curhat Disya.


Sky cukup mendengarkan tanpa menanggapi, tidak ada yang lucu, namun istrinya halu sendiri.


"Mas, komen dong komen? Nanya apa kek, masa aku jaman sekolah misalnya, atau apa gitu?"


Sky mengerutkan keningnya, tentu saja Sky tidak suka bertanya masa lalu istrinya, yang ada cerita tentang Rayyan dan pasti bikin sakit hati dan kuping panas. Istrinya itu kalau dipikir-pikir tipe orang yang kadang berhati lembut tapi tegaan.


"Kenapa kita sedari orok sudah dijodohin? Kamu pernah nanya nggak sama orang tuamu?"


"Ya ... karena mungkin orang tua kita sahabatan kali, makanya mau ngejalin hubungan menjadi besan," tebak Disya.


"Bukan," Sky menggeleng.


"Terus, apa?" tanyanya penasaran.


Jawabannya ada di novel "Salah Meminang" ups numpang promo.


Oke kembali ke topik!


"Pertemuan kita di apartemen yang pertama itu tidak serta merta berjalan sendiri tanpa campur tangan Tuhan, jadi segala sesuatu memang atas kehendak-Nya, untuk menjadikan kita sebuah pasangan. Mungkin kalau nggak kejadian kaya gitu dulu, ceritanya nggak bakalan kaya gini. Walaupun perjodohan itu ada, tapi untuk kita sendiri unik, aku tidak pernah menyesal walaupun harus berjuang lebih keras untuk mendapatkanmu, toh pada akhinya cinta itu aku gapai."


"Kalau di pikir-pikir kamu maksa juga ya Mas, nggak peduli aku benci banget sekalipun, apalagi pas awal kita ketemu sumpah aku syok banget waktu kamu tiba-tiba muncul di kelas, terus jadi dosen aku, rasanya aku mau pingsan waktu itu."


Sky tertawa, "Kamu sampe pucet, tapi anehnya kamu sok lupa bahkan terkesan tidak kenal, padahal kita sudah melewati malam panas, aku gemes banget waktu itu sama kamu," jelasnya seraya menghujani ciuman di pipi istrinya.


"Gemesnya kan udah dulu, kok sekarang masih diginiin, sumpek tahu ..."


"Sekarang lebih gemes, sering ngambekan, jarang nurut, dan suka goshtingin chat aku." Sky terus menciumi pipi Disya hingga perempuan itu geli sendiri sambil terkekeh-kekeh.


"Udah ... udah dong, geli ...!!" Disya berkelit, sedikit mendorong tubuh Sky hingga tanpa sadar perempuan itu terjerembab di atas tubuhnya. Dalam seperkian detik mereka hanya saling diam, Sky menanti apa yang akan dilakukan istrinya di atas tubuhnya.


Disya menegang, sedetik kemudian tersenyum, dan langsung mengecup bibir suaminya. Di saat Sky merasa pasrah, Disya langsung bangkit dari ranjang dan melesat ke kamar mandi, perempuan itu tertawa ngakak melihat muka suaminya yang sudah berbinar.

__ADS_1


Sky ikut bangkit dengan cekatan, mengomel sambil menggedor pintu kamar mandi. "Sya ... curang ih, seneng banget PHP, awas kamu ya ... buka nggak, bukain pintunya Sya!" seru Sky kesal.


Disya sama sekali tidak mendengarkan, perempuan itu malah nyanyi-nyanyi di kamar mandi, layaknya konser di ruang karaoke. Suara keributan kecil itu sampe terdengar dari luar, sejenak mereka lupa kalau mereka sedang menumpang, Sky terkesiap mendengar ketukan pintu di luar sana.


Pria itu segera memakai kaosnya, dan menuju pintu, siapa gerangan yang menyambangi kamarnya.


"Maaf Den, di tunggu Ibuk dan Bapak sarapan di bawah," ujar Bik Tini sopan.


"Owh ... iya Bik, sebentar. Disyanya masih mandi," jawab Sky mengiyakan, menutup pintu kembali setelah art itu berlalu.


"Disky ... cepetan mandinya sayang, udah ditungguin!!"


"Masih lama Mas, aku lagi mainan air," saut Disya dari dalam.


"Jangan becanda deh, kita udah ditungguin Mama sama Papa sarapan, buka cepetan, aku juga mau mandi!" teriaknya sekali lagi.


Disya membuka pintunya dengan muka di tekuk, "Nggak sabaran, orang mau keramas juga ya lama," omel perempuan itu sudah setengah sampoan.


"Eh, pemandangan pagi yang menyilaukan," celetuk Sky berbinar langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya.


"Awas! Jangan macem-macem, di kamar mandi nggak boleh gojek, aku lagi mode singa," ancamnya garang.


"Iya, iya ... bawel." Sky mulai membuka kaosnya.


"Stop! Jangan di buka yang bawah, bikin aku susah move on, ups ... salah ngomong, maksud aku gagal fokus."


Sky tertawa tanpa jeda, istrinya memang diam-diam mengerikan.


"Apa sih berisik, orang mau mandi ya di buka, salahnya di mana?" udah sini aku bantu bilasin." Sky menarik tangan Disya yang sengaja menyamping.


Kena kamu sayang!


.

__ADS_1


Bersambung


Permisi numpang ngakak, cerita ini hanya hiburan semata, jangan pada travelling ya otaknya. Love you all ... salam sayang, makasih masih setia membaca, tetap stay tune ya ... sampai tamat.


__ADS_2