
Kegiatan kemah bakti mahasiswa ini diikuti oleh para mahasiswa dengan didampingi panitia pelaksana kegiatan ***, Badan eksekutif mahasiswa serta dosen pendamping dari Fakultas Ekonomi.
Hari pertama kunjungan langsung ke SMA Negri 2. Mereka disambut dengan hangat oleh pihak sekolah. Kegiatan yang mereka lakukan pun cukup beragam. Mulai dari mengadakan pertandingan persahabatan seperti bola volly, basket dan futsal.
"Oke, untuk bola volly gue serahin untuk peserta putri dan akan di pandu oleh kapten Disya," ujar Bisma tiba-tiba.
Disya yang masih sibuk pun lantas mendongak tak yakin dengan apa yang diamanahkan. Untuk kegiatan sebelum-sebelumnya mungkin Disya tidak keberatan bahkan terkesan sangat bersemangat, karena memang volly menjadi salah satu hobby dan passionnya di dunia olah raga. Tetapi untuk saat ini tentu saja tidak, karena sudah barang tentu dirinya tengah berbadan dua.
"Interupsi komandan!" lapor Disya.
"Apa Sya?" Bisma memicingkan matanya.
"Gue lagi vakum, bisa diganti nggak. Sekedar pertandingan persahabatan biar yang adik-adik bisa unjuk kebolehan, pasti banyak dari mereka yang jago juga, nanti gue seleksi secara acak," kilah Disya mencari alasan.
"Oke sih, bisa saja. Ini kan sifatnya hanya formalitas untuk bersatu dalam kebersamaan."
"Aman," batin Disya lega. Dirinya sungguh tidak mungkin terjun ke lapangan, untuk mengikuti permainan. Takut khilaf dan ikut jumping bisa bahaya, mengingat di lapangan suka jingkrakkan.
Pertandingan sedang berlangsung, ada yang volly, basket dan futsal. Bagi mahasiswa yang tidak ikut bermain, mereka menjadi support sistem untuk menyemangati pertandingan tersebut.
Tap
Tap
Pandangan Disya tidak sengaja bertemu dengan Sky, laki-laki itu ternyata tengah mengawasinya dari sebrang arah. Sama-sama dalam lokasi yang sama. Pria itu bahkan cukup awas ketika Bisma menginterupsi Disya untuk ikut bermain.
Ya Tuhan ... itu orang ngapain sih lihatin gue mulu, bikin salting aja deh.
Tiba-tiba terdengar kegaduhan di lapangan, Dara mendadak harus out karena cidera saat jumping, ia mengalami kram kaki. Lagi-lagi Bisma spontan menunjuk Disya untuk menjadi gantinya.
Mampus gue!
"Eh! Jangan gue Bis, udah dibilangin juga, gue lagi badmood banget," kilahnya mencari alasan.
"Lo kenapa sih, tinggal masuk juga, lo aneh tahu nggak?" kesal Bisma ngedumel.
"Sorry gue ...."
"Udah cepetan ganti baju lo, masuk lapangan. Panitia harus mensukseskan semua acara."
Jleb
__ADS_1
Disya tidak bisa mengelak, ia pun menurut ke ruang ganti. Dengan perasaan gamang ia mulai berjalan gontai menuju lapangan. Namun, ketika sampai di sana ternyata malah udah pas enam, ternyata Bu Mega ikut terjun ke lapangan, walaupun lucu jatuhnya tidak begitu mahir, tetapi cukup menyelamatkan dirinya.
Usut punya usut ternyata atas dukungan Pak Sky, sudah barang tentu Bu Mega semangat empat lima. Disya mulai tenggelam lagi berbaur ke dalam tribun penonton.
"Lo lama banget, udah diganti Bu Mega," jelas Bisma.
"Nggak pa-pa, Bu Mega tidak terlalu buruk," ucap Disya tenang.
"Sya, pindah stand, kuy lah cek basket atau futsal. Rolling sama panitia yang lainya."
"Okey," jawab Disya semangat.
Disya dan Bisma pindah posisi, mereka menuju permainan basket.
Di sini tidak kalah rame, hampir semua siswa SMA 2 putri ngumpul di pinggir lapangan untuk memberi support pertandingan persahabatan yang cukup meriah ini.
"Wish... rame bat!" celetuk Disya. Gadis itu menghampiri Bila yang ternyata sedang asyik di stand basket.
"Asyik ... banyak combro," celetuk Bila tiba-tiba terdengar.
"Combro? Apaan tuh?" kepo Disya kepo.
"Ish ... itu kan jargon lo, masa lupa." Bila nampak berakting mrengut.
Bila memutar mata malas. "Otak lo, isinya Rayyan mulu jadinya loading. Coba sesekali menatap yang lain, seperti ..." Bila mengerutkan dahinya setelah netranya menyapu pinggiran lapangan.
"Seperti apa Sya, combro lo maksudnya?"
"Bukan, ini lebih keren!" Bila menoel lengan Disya.
"Lo sini deh, ini perasaan gue aja atau emang bener sih, lo lihat, dari tadi dogan Sky lihatin lo mulu."
"Hah! Masa sih, mana coba gue lihat."
"Itu, sebelah utara lapangan."
"Mana, gue nggak lihat." Disya menyapu pandangan ke seluruh penjuru penonton, ia tidak bisa menemukan seseorang yang berstatus suaminya itu.
Sesaat dirinya tak ambil pusing dan kembali cuek, menikmati jalannya pertandingan yang semakin seru.
"Ada, tadi gue lihat di sana."
__ADS_1
"Bila, gue balik ya, mau lihat ke futsal sebentar."
"Eh! Sini aja, lebih seru basket. Sayang banget combro di anggurin."
"Combro mulu pikiran lo?"
"Adanya, yang lokal nggak menarik."
"Ehem, jangan gitu entar yang di sebelah gue kesindir," seloroh Disya melirik Bisma.
"Combro (Cowok maco brondong) lebih menarik, gue suka yang unyu-unyu."
"Terserah lo lah. Bis, habis ini agenda kunjungan ke pengusaha UKM berlanjut atau besok?"
"Seharusnya sih setelah ini, sesuai schedule besok fokus baksos. Tetapi ini antusias anak-anak di lapangan kayanya bakalan memolorkan acara deh. Sekarang jam berapa coba?"
"Setengah tiga, agenda berakhir pukul tiga bisa nggak sih, sebagian ada yang sedang menyusun penutup dengan penyuluhan materi tentang kampus kita."
"Briefing lewat sosmed coba," usul Disya.
"Mana denger, lagi pada asyik nonton. Kuy lah gue coba."
Mereka asyik tenggelam ke dalam ponsel mereka masing-masing. Setelah sang komandan menginstruksi. Akhirnya tepat pukul setengah empat ditutup dengan epik dan sapaan salam sayang, serta sedikit tentang kampus dan harapan untuk anak generasi muda penerus bangsa.
Acara selanjutnya langsung berlanjut ke pelaku usaha kecil (UKM). Kunjungan selanjutnya diagendakan ke pembuatan coklat (rumah coklat) dan pembuatan kue. Di sini mereka belajar cara membuat, dan mengolah bahan mentah menjadi kue-kue yang enak dijual. Anak-anak ekonomi sadar bisnis, dari usaha yang awalnya kecil semakin berkembang dan terus meningkat. Pentingnya ilmu berbagi dalam usaha kecil. Walaupun terasa penat dan capek, tetapi hari ini ditutup dengan yang manis-manis.
"Nambah ilmu alhamdulillah," syukur Disya saat perjalanan pulang menuju tempat berkemah.
"Yoi, pastinya. Save energi buat besok, pastikan istirahat yang cukup dan jangan begadang."
"Oke, siap komandan 86," jawab Disya.
__
Acara pertama berjalan lancar, walaupun capek melanda, tetapi terasa begitu menyenangkan. Apalagi sekarang hidup Disya yang antah berantah, sangat membantu membuat emosinya tak lagi nampak dan hati tenang.
Disya sedang bersiap untuk menata tasnya sebagai bantalan, gadis itu benar-benar akan menjalankan nasihat Bisma, walau pada kenyataannya cewe-cewe lainya tengah bergerombol dan bergosip, membahas seputar cowo pada umumnya. Termasuk suami Disya yang menjadi topik pembicaraan mereka.
drt drt
ponsel Disya bergetar, satu pesan dari seseorang yang selalu membuatnya jengkel, tapi tetap perhatian.
__ADS_1
[Udah bobo belum sayang? Keluar bentar dong, aku di belakang tenda kamu]~Pluto.