Pak Guru, Love You

Pak Guru, Love You
Ada yang Mencontek


__ADS_3

Kak Yoga mulai membagikan lembar ujian, dan dia sempat bertanya kenapa ada bangku yang kosong, karena absen pada ujian sebelumnya, di kelas ini semua siswa nya hadir.


"Ada yang tahu kenapa ada siswa yang belum hadir?" tanya pak Yoga sopan sambil membagikan lembar ujian kami.


Aku menoleh ke bangku David, dan dia belum kembali dari toilet. Tapi baru aku akan membuka mulut ku untuk memberitahu kan gak itu pada kak Yoga.


Friska lebih dulu berdiri dan menjawab pertanyaan kak Yoga.


"Pak Yoga, yang duduk disitu David dari kelas 11 IPS II, tadi pagi aja tuh di udah bikin ribut pak, cari masalah sama Dino. Mungkin sekarang dia kena azab dan kecemplung di toilet!" dia mengatakan semua itu dengan begitu santai.


Dan setelah itu dia kembali duduk seolah tidak mengatakan sesuatu sama sekali. Aku menggelengkan kepalaku dan berdecak kesal.


Aku langsung mengangkat tangan kanan ku dan memanggil kak Yoga.


"Pak Yoga!" panggil ku membuat si empunya nama langsung menoleh ke arah ku.


"Iya Rasti!" jawabnya sangat lembut.


"David tadi mendadak kebelet pipis pak, jadi dia tadi ke toilet. Mau minta ijin tapi belum ada guru pengawas yang datang!" jelas ku pada kak Yoga.


Aku yakin dia akan percaya dan tidak mempermasalah hal ini. Tapi baru juga aku diam, Dino yang melambai itu malah menyahuti lagi.


"Kan harusnya bisa lapor sama ketua kelas yang di tunjuk, kenapa dia malah pergi gitu aja. Kalian kan sekelas, pasti lu cuma belain dia doang kan!" le'me's nya mulut Dino itu rasanya pengen banget aku kasih sambel geprek nya si bibi yang pedesnya ngalahin bon bon level dower itu.


Kesel banget lihat dia ngomong tapi bibirnya bergerak ke sana kemari, pengen rasanya jepit tuh bibir pakai jepitan jemuran yang biasa di pakai bibi buat ngejemurin pakaian kalau habis nyuci di rumah.


"Gak usah di balas, pak Yoga percaya sama lu!" ucap Lutfi lagi-lagi dengan suara setengah berbisik padaku.


Aku langsung menoleh ke arah Lutfi, tapi dia terlihat begitu tenang seperti tidak habis bicara bahkan. Aku kembali melihat ke arah pak Yoga.

__ADS_1


"Sudah... sudah! sekarang semua yang sudah dapat soal ujian langsung di kerjakan saja ya. Waktu kalian 90 menit. Ingat untuk mengerjakan soal yang kalian anggap mudah terlebih dahulu, isi data diri dalam lembar jawaban dengan hati-hati dan teliti. Pastikan membaca soal dua sampai tiga kali agar kalian yakin, selamat mengerjakan!" ucap pak Yoga panjang lebar memberikan penjelasan juga nasehat untuk kami semua.


Setelah selesai membagikan soal, pak Yoga kembali duduk di kursi pengawas. Tak lama kemudian David datang dengan tergesa-gesa. Dia langsung menghadap ke pak Yoga dan meletakkan tas nya di depan kelas.


"Maaf pak, saya terlambat. Saya tadi dari toilet!" jelas David dengan sopan.


Pak Yoga langsung memberikan lembar Sola dan juga lembar jawaban pada David.


"Iya, Rasti tadi sudah mengatakan nya! selamat mengerjakan soal ujian bahasa Inggris kamu ya, waktunya 90 menit. Ingat untuk selalu jujur dalam ujian!" seru pak Yoga dan langsung ditanggapi dengan anggukan kepala yakin dari David.


David lantas segera duduk di bangkunya dan mulai mengerjakan soal ujian kali ini. Aku juga sudah mulai mengerjakan soalnya, seperti nya sama dengan apa yang dicontohkan oleh kak Yoga, tapi aku pikir itu hanya perasaan ku saja. Sebab tidak ada satupun pilihan ganda yang sama persis dengan contoh soal dari pak Yoga.


Aku sudah berusaha, tapi tetap saja rasanya sulit untuk menyelesaikan semua ini tepat waktu. Harusnya tadi aku ikut Yusita ke perpustakaan dan belajar dengannya di sana.


"Baiklah anak-anak, waktu kalian 30 menit lagi!" seru pak Yoga.


'Hah 30 menit lagi, yang benar saja. Memangnya sekarang satu jam itu berapa menit sih, kenapa waktu rasanya jadi berjalan semakin cepat ya!' gumam ku dalam hati.


Aku menggigit ujung pensil ku karena mulai panik, aku rasa aku memang tidak tertolong dalam ujian bahasa Inggris kali ini. Aku melihat ke arah Friska dan teman-temannya, mereka mengeluarkan sebuah kertas dari laci meja.


'Heh, mereka mencontek!' seru ku dalam hati.


Aku jadi bingung sekarang mau melaporkan mereka atau tidak ya, tapi aku saja masih banyak soal yang belum ku kerjakan, tapi kalau tidak di laporkan sama saja aku membiarkan perbuatan curang terjadi di depan mataku.


Aku langsung mengangkat tangan ku dan memanggil kak Yoga.


"Maaf pak Yoga!" panggil ku.


Kak Yoga yang berdiri di barisan depan untuk memperhatikan beberapa murid di barisan depan segera menoleh.

__ADS_1


"Ada apa Rasti?" tanya kak Yoga.


"Em, itu ada yang mencontek!" ucap ku ragu.


Kak Yoga terlihat langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi tegas.


"Siapa yang mencontek?" tanyanya dengan nada tegas sambil memperhatikan setiap siswa satu demi satu.


"Friska, apa yang kamu sembunyikan barusan?" tanya kak Yoga yang sepertinya sudah bisa menemukan sendiri siapa pelakunya.


Friska terlihat kesal, dan bahkan dia melotot ke arah ku.


"Haha ini ni yang di sebut gonggong teriak gonggong!" ujar David yang terlihat begitu senang rombongan Friska ketahuan mencontek.


Kak Yoga yang sudah berada di samping Friska langsung memintanya untuk berdiri dan dia langsung memeriksa lagi Friska. Satu lembar kertas berukuran A4 yang di potong tiga bagian di temukan. Dan sepertinya di sana terdapat kunci jawaban.


Kak Yoga terlihat mengernyitkan dahinya.


"Darimana kamu dapatkan ini?" tanya kak Yoga dengan nada tegas dan ekspresi wajah dingin.


Friska terlihat ketakutan, dia menutup rapat-rapat mulutnya.


"Jawab, atau kamu akan saya keluarkan dari kelas ini sekarang juga!" gertak Kak Yoga mencoba untuk mencari tahu kebenaran yang sebenarnya.


Friska tetap bungkam, kak Yoga beralih ke Dino dan lainnya. Yang mereka lakukan pun sama, bungkam.


"Baiklah, kalian berlima silahkan keluar, tinggalkan soal dan lembar jawaban kalian di atas meja!" seru kak Yoga dengan tegas membuat mereka berlima segera keluar dari ruang kelas..


"Yang lain silahkan dilanjutkan, ingat untuk mengerjakan ujian ini dengan jujur. Berapa pun nilai yang kalian dapat akan sangat berharga jika itu adalah hasil dari kemampuan kalian sendiri, optimis dan percaya dirilah pada diri kalian sendiri!" nasehat kak Yoga sambil mengambil semua lembar soal dan jawaban Friska dan teman-temannya.

__ADS_1


***


Bersambung....


__ADS_2