Pak Guru, Love You

Pak Guru, Love You
Rasti Selamat


__ADS_3

Aku langsung terkesiap kaget, ternyata mereka memang benar bukan komplotan. Entah aku harus senang atau tidak. Yang jelas, aku ingin secepatnya pergi dari tempat ini.


Aku punya ide lain, memangnya kenapa kalau aku tidak bisa berjalan atau lari, aku bisa merangkak kan. Dan akhirnya itulah yang aku lakukan, aku merangkak menjauh dari tempat itu.


"Hei, berhenti. Jalan selangkah lagi maka aku akan patahkan kaki mu!" seru seorang preman kurus ketika seorang preman berbadan besar melewati nya dan mendekat ke arahku.


Preman itu yang di teriaki, tapi jantung ku yang rasanya mau copot. Aku memilih untuk terus merangkak menjauh tapi pria berbadan besar itu malah berlari mendekat.


Bugh


Mataku terbelalak ketika pria berbadan besar itu sudah terjatuh di tanah, tepat di depan ku dengan sedikit darah keluar dari sudut bibirnya.


Aku langsung terdiam dan menutup mulut ku yang aku yakin pasti sedang menganga. Pria berbadan besar itu masih berusaha untuk berdiri namun pria berbadan kurus tadi yang memukulnya, eh salah meninjunya tadi sudah mencengkeram kuat kerah bajunya dan membuatnya berdiri. Pria bertubuh kurus itu memukul perut preman berbadan besar itu beberapa kali hingga banyak air yang disemburkan oleh pria berbadan itu, air itu lama-lama warna nya berubah menjadi merah.


Perut ku rasanya sangat mual ketika melihat adegan itu. Kepala ku bahkan rasanya sangat pusing dan mata ku ikut menjadi kabur pandangan nya.


Di sisi lain juga sama, bahkan tiga orang pria berbadan besar lainnya sudah di hajar dan di buat tidak berdaya di atas tanah oleh kedua preman berbadan kurus lainnya. Bukan hal itu yang membuat ku terkejut, tapi darah yang ada di wajah mereka.


Aku merasa kepalaku sangat pusing dan tiba-tiba pandangan ku gelap.


Brukk


***


Author POV


Rasti jatuh pingsan, dia tergeletak di atas tanah karena terkejut melihat para preman bawahan Keanu menghajar para preman bawahan Baroto.


Sementara itu ke empat preman bawahan Baroto itu sudah tidak berdaya lagi mereka juga sudah tidak sadarkan diri. Sedangkan kelompok preman Keanu mereka bahkan tidak terluka sedikitpun.


"Bos gadis ini pingsan, kita harus bagaimana?" tanya seorang pria yang berambut gondrong yang di cat dengan warna biru metalik, bukannya dia tidak mau menolong. Masalahnya mereka memang di peringatkan dengan tegas agar tidak menyentuh gadis itu.

__ADS_1


Sementara yang di panggil bos adalah seorang pria dengan tindikan menumpuk di daun telinga nya dan berambut cepak.


"Gue telepon bos Keanu dulu!" ujarnya.


Tanpa perintah mereka sama sekali tidak berani menyentuh Rasti. Masalahnya itu adalah perintah dari Keanu, dia hanya mengatakan agar ketiga bawahannya itu menyelamatkan Rasti dari anak buah Baroto tanpa menyentuh Rasti sedikit pun.


"Halo bos!" sapa pria yang bernama Edot bukan merupakan nama sebenarnya tapi semua orang memanggilnya seperti itu.


"Bagaimana? kalian sudah mengerjakan tugas dengan baik bukan?" tanya Keanu memastikan.


"Begini bos, kami sudah berhasil melindungi gadis itu, tapi sayangnya saat kami berkelahi dengan anak buah Baroto, seperti nya dia ketakutan lalu pingsan! jadi apa yang harus kami lakukan bos?" tanya Edot.


"Biarkan saja, jangan sentuh dia. Aku akan hubungi Yoga!" jawab Keanu lalu memutuskan panggilan telepon dengan Edot.


***


Sementara itu di sekolah, Yoga masih terus mencari Rasti di kelas kelas yang ada di sekolah. Sambil terus menghubungi nomer Rasti yang tiba-tiba saja tidak aktif. Yoga sangat cemas, masalahnya tadi saat bel pulang berbunyi, tiba-tiba saja bu Tari jatuh pingsan dan Yoga harus mengantarkannya ke UKS. Tapi setelah itu, Yoga menghubungi nomer Rasti. Tapi saat itu nomernya sibuk. Dan setelah itu malah nomer Rasti tidak aktif.


Yoga panik, dan mulai gusar. Tak lama, dia mendapat telepon dari seseorang.


"Halo Yoga...!"


"Keanu katakan kalau Rasti baik-baik saja?" tanya Yoga menyela apa yang ingin dikatakan oleh Keanu.


"Hei tuan muda, ini aku juga sedang ingin bicara padamu! anak buah ku sudah menghajar cecunguk-cecunguk Baroto. Tapi sepertinya gadis mu itu tidak suka film action ya?" tanya Keanu membuat Yoga mengernyitkan alisnya.


"Maksud mu?" tanya Yoga penasaran.


"Iya, dia benar-benar tidak bisa melihat darah, dia pingsan saat anak buah ku menghajar babak belur anak buah Baroto...!"


"Dimana dia sekarang?" tanya Yoga panik, lagi-lagi dia menyela ucapan Keanu.

__ADS_1


"Ck... tuan muda sudah menjadi budak cinta rupanya. Dia tidak apa-apa, dia ada di gang sebelah kanan sekolah itu. Dan kamu jangan salahkan anak buah ku kenapa membiarkannya tergeletak di tanah, itu karena mereka masih mencintai tangan mereka dan tidak ingin seorang budak cinta memotong tangan mereka karena menyentuh gadisnya!" seru Keanu panjang lebar.


"Aku mengerti!" jawab Yoga lalu segera mematikan ponselnya lalu berlari ke arah mobilnya di tempat parkir.


Yoga mengemudi kan mobilnya keluar sekolah dan menuju ke gang di dekat sekolah. Melihat beberapa orang berdiri melindungi seseorang yang tergeletak di tanah.


"Rasti!" teriak Yoga dan berlari menghampiri Rasti.


"Kalian bawa para preman itu ke kantor polisi dan pastikan mereka bicara siapa dalang penculikan Rasti ini!" perintah Yoga.


"Maaf tuan muda, tapi bos melarang kami berurusan dengan polisi!" jawab Edot menyela Yoga yang sedang menggendong tubuh kurus Rasti menuju ke mobil.


"Ck... ya saudah lah, tapi pastikan mereka kapok!" seru Yoga lalu meninggalkan Edot dan yang lainnya.


Yoga segera membaringkan tubuh Rasti di jok belakang, dan hendak membawanya ke klinik. Yoga langsung masuk juga ke mobil di bagian kursi kemudi, sambil sesekali menoleh ke belakang dan memastikan Rasti tidak terjatuh dari jok belakang.


Yoga menjalan kan mobilnya dengan pelan. Tapi ketika konsentrasi Yoga terpecah antara fokus mengemudi dan juga mengawasi Rasti, ponselnya juga berdering. Yoga segera melihat nama pemanggil, setelah tahu siapa uang menghubungi nya, Yoga menggeser tombol hijau dan menggunakan earphone nya.


"Halo pak Yoga, apa kamu sedang bersama Rasti, aku tidak menemukan nya di sekolah!" seru Tirta panik.


"Iya Tirta, aku bersama Rasti. Tapi sekarang aku menuju ke klinik. Rasti pingsan!" jawab Yoga.


"Rasti pingsan? kenapa dia pak? apa yang terjadi?" tanya Tirta makin panik.


"Aku akan ceritakan di klinik, aku akan share located padamu dimana kliniknya!" seru Yoga.


Author POV end


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2