
Author POV
Yoga Adrian membuatkan minuman untuk kedua tamu yang sebenarnya tak dia undang ke rumah nya ini. Yoga hanya memberikan alamat rumah yang baru dia tinggali beberapa bulan ini pada Yoseph. Dia benar-benar ingin hidup dengan tenang sendirian disini.
Bukan tanpa alasan Yoga Adrian melakukan semua itu, masalahnya adalah wanita yang bernama Sofie Almira yang akan menikah dengan kakak kandungnya itu adalah kekasihnya sebelum sebuah peristiwa yang menyedihkan itu terjadi.
Flashback On
Yoga baru saja akan pulang ke kediaman orang tuanya setelah melanjutkan pendidikan paska sarjananya di luar negeri.
Dia pulang dengan hati yang gembira, setelah meninggal kan kekasihnya yang sudah dia pacari sejak kuliah. Sofie Almira, seorang model yang sangat dia cintai dan Yoga yakini juga mencintai nya.
Meskipun dia belum pernah mengenalkan Sofie dengan keluarganya. Karena Sofie yang selalu beralasan belum siap bertemu dengan keluarga besar Yoga.
Di perjalanan pulang, Yoga berubah pikiran. Dia tidak ingin langsung datang ke rumahnya. Tapi dia ingin menemui Sofie terlebih dahulu. Dia meminta sang supir yang menjemputnya di bandara untuk ke alamat yang dia katakan, yaitu alamat rumah Sofie.
Beberapa menit kemudian, Yoga telah tiba di rumah Sofie. Yoga turun dari mobil dengan membawa paper bag yang berisi oleh-oleh untuk wanita yang dia cintai.
Tok tok tok
Yoga mengetuk pintu rumah Sofie, bahkan membunyikan bel berulang kali. Beberapa menit kemudian seorang tetangga datang menghampiri Yoga.
"Mas Yoga! yang dulu sering ke rumah ini kan? wah darimana saja. Kok sudah lama sekali tidak kelihatan?" tanya seorang wanita paruh baya.
Wanita itu masih mengenali Yoga yang memang sering main kerumah Sofie, saat kuliah dan selama mereka menjalin hubungan.
"Saya baru pulang dari luar kota!" ucap nya merendah. Dia tidak mau mengatakan dia baru saja pulang dari luar negeri agar tak terkesan canggung.
"Oh, pantas! sudah dia tahun ini ya. Ibu gak lihat Mas Yoga!" sahut si wanita paruh baya itu.
"Kalau boleh tahu, kenapa rumah Sofie sepi ya Bu? kemana semua orang? ayah dan ibunya juga sepertinya tidak di rumah?" tanya Yoga pada wanita di depannya.
__ADS_1
"Loh, memangnya Mas Yoga gak di kabarin sama Sofie. Kan sekampung sini juga dia undang, dia kan hari ini tunangan sama pengusaha kaya Mas!" jawab Wanita itu.
Deg
Untuk sesaat, detak jantung Yoga terasa berhenti. Tapi hati kecilnya berusaha menampik apa yang baru saja dia dengar. Yoga berfikir, mungkin saja dia salah dengar.
"Maksud ibu yang bertunangan itu Sofie?" tanya Yoga lagi. Memastikan yang dia dengar tadi tidak benar.
"Ih Mas Yoga, ya iyalah Sofie. Masa' ibunya. Ibu gak datang, karena ibu gak punya mobil. Katanya tempatnya lumayan jauh dari sini. Dari tetangga yang Dateng kesana sih, rumahnya tunangan Sofie itu gede dan mewah banget!" jelas ibu itu pada Yoga.
Namun Yoga bahkan sudah tak lagi fokus mendengarkan apa yang di katakan wanita yang berdiri di hadapan nya sambil bicara panjang lebar itu.
Kali ini hatinya benar-benar sakit, bak tertusuk seribu duri. Lututnya bahkan terasa sangat lemas dan tak lagi sanggup menopang berat di tubuhnya. Darah seolah berhenti terpompa dari jantungnya.
Yoga memegang dadanya, dia nyaris terhuyung. Tapi kemudian, pukulan ringan menyadarkan nya.
Plak
Wanita itu terlihat cemas, karena wajah Yoga mendadak pucat dan pandangan nya mendadak kosong.
"Mas Yoga, Istighfar ih! mas Yoga gak kesurupan kan?" tanya si ibu lagi yang sedikit menjaga jarak dari Yoga karena rasa cemasnya berubah menjadi rasa takut.
Yoga segera menggelengkan kepalanya.
"Maaf Bu, saya tidak apa-apa! terimakasih atas informasinya. Saya permisi!" ucap Yoga pamit pada wanita itu dan segera kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Mas Yoga tidak apa-apa?" tanya Pak Simin, supir keluarga Adrian.
"Kita pulang saja pak!" seru Yoga.
Pak Simin pun segera menyalakan mesin dan melakukan mobil menuju ke kediaman Adrian. Sepanjang perjalanan, Yoga terus berusaha menghubungi Sofie dan mengirimkan pesan padanya tapi telponnya tidak di angkat, dan pesan hanya centang satu saja.
__ADS_1
Yoga benar-benar tak habis pikir, jika Sofie bisa mengkhianati nya. Selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Bahkan selama yoga di luar negeri untuk melanjutkan kuliah paska sarjananya, mereka masih tetap berhubungan seperti biasa. Melakukan video call dan juga berbalas pesan seperti biasanya.
Bahkan tadi malam, dirinya dan Sofie masih melakukan video call. Yoga memang tidak mengatakan jika dia akan kembali hari ini, dia pikir ingin memberikan kejutan pada Sofie. Tapi nyatanya dirinyalah yang justru terkejut.
Mata Yoga memerah, dan berkaca-kaca. Hatinya hancur. Bahkan Sofie adalah wanita pertama yang dia cintai dan menjadi kekasihnya. Selama ini dia merasa hubungannya tidak bermasalah. Hanya saja Yoga memang pernah berdebat masalah keinginan nya menjadi guru daripada mengurus perusahaan ayahnya. Itu dia lakukan karena sudah ada kakaknya yang mengurus semua hal itu.
Dada Yoga benar-benar terasa sesak. Jika dia perempuan, dia pasti sudah menangis dengan terisak saat ini. Namun karena dia laki-laki dia berusaha untuk kuat dan tidak menjatuhkan air matanya. Dan memang dia bukan lelaki cengeng yang mudah menjatuhkan air matanya.
Mobil yang di tumpangi nya berhenti, dia juga terkejut karena rumahnya begitu ramai. Dia memang sudah mengabari keluarganya pasal kepulangan nya hari ini. Tapi dia tidak tahu kalau akan di sambut seperti ini.
Yoga turun dari mobil dengan langkah mantap, dia berusaha menarik nafas dalam-dalam. Dan mencoba untuk menghilangkan raut sedihnya. Karena dia tidak ingin ayah, ibu dan kakak nya merasa sedih setelah menyiapkan pesta penyambutan untuknya.
Yoga masuk ke pekarangan rumah, tapi matanya langsung terbelalak dan tas yang dia bawa dengan tali yang dia gantung di pundaknya mendadak terjatuh.
Brukk
Tas itu dan paper bag yang ada di tangannya terjatuh, ketika dia melihat di sebuah podium di tengah pekarangan rumahnya, telah berdiri dia sosok yang sangat dia kenal.
Dua sosok itu adalah kakak kandungnya, Yoseph Adrian dan juga kekasihnya Shofie Almira. Mereka sedang saling bertukar cincin pertunangan.
Tes tes
Akhirnya air mata lelaki yang berusaha untuk kuat itu pun jatuh juga, ternyata pesta ini bukan pesta penyambutan kedatangan nya. Tapi merupakan pesta pertunangan antara kakak kandung dan juga kekasihnya sendiri. Yoga berbalik, dia milih pergi dari tempat itu. Dia tidak ingin merusak hari bahagia kakak kandungnya.
Flashback Off
Author POV end
***
Bersambung...
__ADS_1