Pak Guru, Love You

Pak Guru, Love You
Kemarahan Yoga


__ADS_3

Yoga melajukan mobilnya menuju ke kediaman keluarga Adrian, dengan kecepatan tinggi dia membelah jalanan sepi dengan terus berusaha menghubungi Tirta untuk mengetahui dimana Rasti dirawat dan juga bagaimana keadaan Rasti.


Yoga sangat kesal mengetahui ibunya dan juga Sofie sampai melakukan hal yang tifak pernah dia duga itu. Yoga sama sekali tidak mengharapkan hal itu dari ibunya. Meskipun sebelumnya ibunya mengatakan tidak menyukai Rasti, tapi Yoga tidak pernah mengira ibunya akan menantangnya bahkan mendatangi Rasti dan memberikan segepok uang dalam amplop seperti itu. Yoga merasa sangat kecewa pada ibunya sendiri.


Saat ini sudah pukul dua dini hari, Yoga akhirnya sampai di depan pintu gerbang kediaman Adrian.


Din.. Din.. Din...


Yoga membunyikan klakson mobilnya dengan keras berulang kali. Dia sengaja membuat keributan di rumahnya sendiri. Penjaga gerbang yang terkejut dan mengenali bahwa itu adalah mobil Yoga segera membukakan pintu gerbang.


Setelah pintu gerbang terbuka, Yoga segera mengemudikan mobil nya masuk ke dalam. Dengan cepat dia memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu. Yoga juga memilih untuk menggedor pintu dari pada membunyikan bel rumahnya sendiri.


Dok dok dok


"Buka pintunya!" teriak Yoga yang sudah pada ambang batas kekesalan nya.


Ceklek


"Tuan Yoga, tuan pulang...!" sapa seorang asisten rumah tangga keluarga ini.


Yoga tidak menjawab sapaan dari pelayan nya itu dan langsung berjalan melewatinya masuk ke dalam rumah.


"Dimana ibu bi?" tanya Yoga dengan berteriak.


Kebetulan saat Yoga masuk Asti dan juga Yanuar baru saja keluar dari kamar mereka dan melihat apa yang telah terjadi, mereka juga sangat penasaran siapa yang telah membuat keributan di rumah mereka malam-malam begini. Yoseph juga sedang menuruni anak tangga dengan cepat untuk melihat apa yang terjadi.


"Yoga, kamu...!" Yoseph baru akan memeluknya tapi Yoga menepis tangannya dan berjalan ke arah ibunya yang sudah memasuki ruang tengah.


"Yoga!" panggil Asti dengan suara pelan.


"Apa yang sudah ibu lakukan?" tanya Yoga.


Tapi Asti justru bingung, pertanyaan yoga itu terdengar begitu ambigu baginya yang memang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Kamu bicara apa?" tanya Asti balik.


"Apa yang ibu katakan pada Rasti?" tanya Yoga lagi dan kali ini dia berteriak.

__ADS_1


Asti terkesiap, seumur hidup nya baru kali ini Yoga berteriak seperti itu padanya, dia bahkan nyaris terhuyung ke belakang.


"Yoga!" bentak Yanuar.


"Apa seperti itu cara bicara pada ibu mu? minta maaf pada ibu mu, sekarang!" tegas Yanuar yang sudah menatap dengan mata yang melotot pada Yoga.


"Minta maaf? baiklah... aku akan minta maaf. Maaf ibu, mungkin ini terakhir kalinya aku akan memanggil mu ibu! maaf!" lirih Yoga yang langsung berbalik dan meninggalkan kedua orang tuanya.


Asti bahkan sudah menangis dan berusaha mengejar Yoga.


"Yoga, Yoga... nak berhenti! jangan bicara seperti itu nak!" ucap Asti sambil terisak.


Asti menarik tangan Yoga namun Yoga tetap terus berjalan meninggalkan nya, Yoseph yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam. Dia segera menghadang langkah Yoga, berdiri di depan Yoga dan menahannya agar tidak berjalan lagi.


"Yoga ada apa ini?" tanya Yoseph yang merasa sangat bingung.


Yoga menatap dingin ke arah Yoseph.


"Kakak juga sebaiknya tanyakan pada calon istri kakak, apa yang dia lakukan bersama ibu pada Rasti!" tegas Yoga.


"Apa maksud mu?" tanya nya memastikan.


Yoga menoleh ke belakang ke arah Asti.


"Ibu, atau aku yang harus katakan pada ayah dan kak Yoseph?" tanya Yoga pada Asti.


Yanuar yang mulai kehabisan kesabaran dengan keributan di rumahnya ini segera menghampiri Asti dan menarik lengan istri nya itu pelan.


"Ibu, sebenarnya ada apa ini? apa yang sudah ibu lakukan?" tanya Yanuar.


"Ibu kan sudah bilang pada ayah, gadis itu punya masa lalu yang sangat buruk. Sangat buruk ayah, ibu dan Sofie hanya mendatangi nya dan meminta dia menjauhi Yoga, ibu juga sudah memberikan dia 800 juta yah, sebagai kompensasi untuk nya...!"


"Ibu...!" bentak Yoga yang sudah tidak tahan mendengar penghinaan itu.


"Yoga, gadis itu menerima uang nya, mungkin setelah menghitungnya dia merasa kurang dan bicara yang tidak-tidak padamu!" ucap Asti.


Yanuar memijit pelipisnya, dia tidak menyangka istrinya itu benar-benar telah salah jalan karena hasutan Sofie. Padahal siang tadi, Yanuar sudah mengingatkan istrinya itu untuk tidak berbuat yang tidak-tidak.

__ADS_1


Yoga berlari keluar dan mereka semua mengejarnya, Yoga membuka pintu mobilnya dan mengambil amplop coklat dari dalam mobilnya.


Yoga melemparkan amplop itu tepat di depan kaki Asri dan Yanuar.


"Aku temukan itu di luar rumah Rasti, kalian tahu apa artinya. Dia bahkan tidak menyentuhnya! Rasti bukanlah gadis seperti dalam pikiran ibu, apapun yang ibu pikirkan dan apapun yang Sofie katakan pada ibu, semua itu sama sekali tidak benar. Dia salah gadis baik-baik, saat dia memakai pakaian ku dan tidur di rumah ku, itu semua karena kami kehujanan. Dan kami tidak melakukan apapun!" jelas Yoga panjang lebar.


Semua penjelasan Yoga membuat Yanuar menatap kesal pada Asti, dan membuat Yoseph tak berani mengangkat kepala nya karena malu pada perbuatan calon istri nya.


"Karena ibu dan juga Sofie, Rasti masuk rumah sakit. Jika terjadi sesuatu pada Rasti, maka aku tidak akan pernah kembali lagi ke rumah ini, aku akan memutuskan...!"


"Yoga, nak... jangan berkata seperti itu..!" lirih Asti sambil terisak.


"Yoga tenang dulu, ayah tahu ibu mu salah. Ayah akan meminta ibumu minta maaf pada Rasti...!"


"Ayah, gadis itu gadis tidak baik!" bantah Asti.


"Ibu cukup!" sela Yoga.


"Kalian tidak menerima Rasti bukan? baiklah kalau begitu aku juga menganggap kalian tidak menerima ku juga!" ucap Yoga mantap dan langsung masuk kembali ke dalam mobilnya dan berlalu dari kediaman Adrian.


"Yoga... Yoga..!" teriak Asti yang berusaha mengejar Yoga.


Asti masih terus mengejar Yoga sampai mobil Yoga keluar dari gerbang. Yoseph dan Yanuar yang melihat itu hanya bisa diam di tempat mereka.


"Ayah, bagaimana ini?" tanya Yoseph.


"Yoseph, ayah harus mengatakan ini. Tapi kali ini calon istrimu itulah yang menyebabkan semua masalah ini. Tapi untuk saat ini kita tidak bisa berbuat banyak. Besok adalah hari pernikahan mu, kita juga tidak bisa menundanya lagi. Dan untuk masalah Yoga, kita semua tahu betapa keras kepala nya adikmu itu. Ayah hanya bisa berharap Rasti baik-baik saja, jika tidak ayah khawatir Yoga akan benar-benar memutuskan hubungan dengan keluarga ini!" jelas Yanuar panjang lebar.


Yoseph hanya bisa menghela nafas nya berat.


'Sofie, apa yang sudah kamu lakukan?' batin Yoseph menyesali perbuatan calon istrinya itu.


Author POV end


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2