Pak Guru, Love You

Pak Guru, Love You
Drama Musikal


__ADS_3

Setelah guru pengawas pergi dari ruang kelas kami, kami semua masuk ke dalam kelas. Dan aku harus bertemu lagi dengan Marco setelah beberapa hari aku tidak melihatnya, saat aku akan duduk di bangku ku, Marco berdiri di depan ku.


"Apa?" tanya ku ketus.


"Ck... ketus amat, lu gak kangen ya sama gue?" tanya nya membuat ku langsung terkekeh geli mendengar pertanyaan nya itu.


"Garing lu ko, udah ah! minggir lu gue mau lewat!" ucap ku dan sedikit mendorong nya agar memberiku jalan untuk lewat.


Aku langsung duduk di kursi ku, dan Dewi yang seperti nya sudah penasaran sejak tadi langsung bertanya.


"Kayaknya si Marco tuh naksir beneran deh sama lu!" ucap Dewi sedikit berbisik padaku.


"Augh ah!" sahut ku asal.


Aku benar-benar tidak ingin menanggapi apa yang dikatakan oleh Dewi. Memang sudah beberapa kali Marco mengatakan kalau dia menyukai ku, tapi aku juga sudah mengatakan beberapa kali padanya juga kalau aku tidak boleh pacaran dan juga aku hanya menganggap nya sebagai teman, sama seperti Panji. Lagipula, hatiku ini sudah ku serahkan pada pria itu, pria yang bernama Yoga Adrian.


Tak lama kemudian Bu Davina masuk ke dalam kelas.


"Selamat siang semuanya!" sapa Bu Davina.


"Selamat siang Bu!" jawab kami semua serempak.


Bu Davina tidak langsung duduk di kursinya, dia malah maju ke depan meja Marco yang memang berada di barisan paling depan.


"Anak-anak, gimana kabar kalian beberapa hari ini kita tidak ketemu?" tanya Bu Davina.


Dan kami semua langsung menjawab sesuai dengan apa yang ada di pikiran kami. Beberapa siswa cowok bahkan ada yang bertingkah lebay, dan mengatakan kalau mereka sangat merindukan Bu Davina yang memang bisa di bilang salah satu guru termanis dan yang masih muda di antara puluhan guru yang ada di sekolah ini.

__ADS_1


Bu Davina hanya tersenyum mendengar jawaban-jawaban kami.


"Oke, ibu langsung ke intinya aja ya!" seru Bu Davina.


"Gak pemanasan dulu Bu?" tanya David.


Aku benar-benar di buat geleng-geleng kepala dengan tingkahnya itu. Dan ternyata tidak hanya aku, beberapa teman yang lain bahkan menepuk jidat mereka sendiri dan menyoraki David karena pertanyaan konyol nya itu.


Tapi tidak terlihat kalau Bu Davina marah, wanita cantik yang berpakaian seragam dan berambut keriting di bagian bawah itu malah melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memandangi David dengan wajah biasa saja. Sebelum dia berbicara, Bu Davina terlihat menghela nafasnya berat.


"Hem, jadi kamu mau pemanasan dulu ya David? coba kemari!" seru Bu Davina setelah bertanya pada David.


Kami semua langsung melihat ke arah David yang sekarang malah terlihat salting alias salah tingkah, dia menggaruk kepalanya yang aku yakin pasti hanya berpura-pura gatal saja tapi dia tetap berjalan ke arah depan menghampiri Ibu Davina yang masih melipat kedua tangannya di depan dada nya.


"Mau pemanasan?" tanya ibu Davina dengan nada suara yang begitu membuat aku bingung, aku tidak bisa mengartikan ada suara itu.


"David Saputra, push up 20 kali!" seru Bu Davina yang membuatku akhirnya membuka mulutku lebar karena ternganga.


"Sukur!" seru Dewi yang terlihat begitu puas karena Bu Davina memberikan hukuman pada David yang memang terkenal suka membuat gara-gara dengan tingkah konyol bin absurb nya David.


Meski terlihat enggan, tapi David juga langsung mengambil sikap push up. Di depan kelas dengan berani dia malah kembali menggoda ibu Davina.


"Ibu yang hitung ya!" ucap David membuat Bu Davina mengangkat alisnya.


"Oh David mau ibu yang hitung, baiklah. Kita mulai, satu...!" seru Bu Davina.


Dan David langsung menggerakkan badannya turun ke bawah lalu keatas lagi. Lalu pada hitungan kedua Bu Davina, David kembali menurunkan badannya dan mengangkatnya lagi.

__ADS_1


Kami bahkan membantu Bu Davina untuk menghitung berapa kali David sudah melakukan push up, Marco dan yang lain mulai usil dan mengulang-ulang hitungan untuk David.


Setelah selesai dua puluh kali push up, David bangkit berdiri lalu menepuk-nepuk tangannya membersihkan debu yang ada di tangannya karena tangannya tadi menempel pada lantai.


"Oke David, silahkan kembali ke tempat duduk kamu!" seru Bu Davina lalu David pun bergegas ke tempat duduk nya.


"Sebelumnya ibu mau mengatakan pada kalian semua, selamat berjuang untuk dua hari lagi ujian kenaikan kelas kalian ya. Ibu senang karena ternyata tidak seperti semester lalu, semua anak-anak murid ibu sudah bertingkah laku sangat baik dan menyelesaikan ujian dengan sangat baik pula!" ucap Bu Davina.


Sepertinya guru yang sekaligus wali kelas kami itu sepertinya sedang menyindir ku dan ketiga temanku, yang saat ujian semester yang lalu membuat keributan hanya gara-gara, seorang guru pengawas tidak mengizinkan kami pergi ke toilet. Saat itu kami izin bersama bertiga, aku Nina dan Dewi.


Dan guru pengawas itu mengira kami akan bekerja sama untuk mencontek atau semacamnya padahal kami sama-sama sakit perut karena pagi-pagi sebelum ujian kami sudah sarapan bakso kuah Aci yang super pedas. Alhasil karena perut kami sangat mulas kami keluar tanpa izin, dan ternyata guru pengawas itu sangat marah pada kami saat kami kembali tas kami sudah berada di luar kelas. Aku rasa ibu Davina memang sedang membicarakan hal itu.


Aku hanya saling lirik dengan Dewi dan Nina, kami merasa sangat tersindir. Dan pandangan siswa yang lain juga sekilas melihat kearah kami sebelum kembali fokus kepada apa yang dikatakan oleh Bu Davina.


"Dan kali ini Ibu mengumpulkan kalian semua di sini adalah untuk memberitahukan kepada kalian, bahwa kelas kita terpilih sebagai salah satu yang akan ikut meramaikan acara perpisahan untuk kelas 12!" jelas Bu Davina.


Semua siswa-siswi yang ada di dalam kelas ini terlihat sangat excited. Bahkan Nina dan Dewi terlihat begitu senang, aku sih tidak suka ya berada di atas panggung dan berpentas tapi kenapa tidak mencoba nya sesekali.


"Dan, kita kebagian drama musikal!" ucap Bu Davina yang juga terlihat begitu bersemangat sepertinya dia mengira bahwa kami semua mampu melakukan drama musikal.


Padahal sih hanya beberapa murid saja yang bisa bermain alat musik, dan hanya beberapa saja suaranya cukup bagus dalam bernyanyi.


"Drama musikal apa Bu?" tanya Dodo yang terlihat tidak begitu menyukai drama musikal.


"Em, kalian semua pasti suka. Kalian bakalan ber drama musikal dengan judul 'Romeo dan Juliet' bagaimana kalian suka kan?" tanya Bu Davina dengan mata yang berbinar.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2