Pak Guru, Love You

Pak Guru, Love You
Keributan di Malam Pernikahan


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kediaman keluarga Adrian. Seseorang yang seharusnya merasa bahagia di hari pernikahan nya malah terlihat sangat sedih. Dia adalah Yoseph Adrian, kakak kandung dari Yoga Adrian.


Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah karena absennya Yoga di hari istimewa nya itu. Padahal sudah sejak jauh-jauh hari mereka berdua menyiapkan acara ini. Tapi sepertinya kenyataannya memang tidak sesuai dengan harapan Yoseph.


Senyum palsu juga tak bisa dia ciptakan, bagaimana pun dia dan Yoga sangat dekat hal itu tidak mudah baginya. Asti terlihat beberapa kali meminta agar Yoseph melupakan sejenak kesedihan nya, mau bagaimana lagi. Sebenarnya Asti juga sangat sedih karena ucapan Yoga kemarin, tapi bukannya dia menyadari kesalahannya. Asti malah makin membenci dan kesal pada Rasti. Menurut nya semua ini karena wanita itu, karena gadis SMA itulah Yoga sampai marah padanya dan pergi dari rumah.


Yoseph bahkan sejak tadi mengacuhkan Sofie, karena menurutnya nya semua ini juga terjadi atas campur tangan Sofie di dalamnya. Yoseph awalnya percaya pada Sofie, tapi setelah bicara pada ayahnya dan menimbang tentang semua ini, dia yakin kalau Sofie lah akar dari segala masalah ini. Meski dia sangat mencintai wanita itu, tapi sayangnya pada Yoga juga sangat besar.


"Mas, tersenyumlah! jika kamu bersikap seperti itu maka akan ada orang yang mengira pernikahan kita ini di paksakan!" ujar Sofie yang juga mulai jengah dengan sikap dingin Yoseph.


Bagaimana tidak, sejak tadi Yoseph terus mengacuhkan nya. Membuat Sofie merasa seperti di pandang aneh oleh para tamu yang hadir, terutama kolega ayah mertuanya.


Sementara Yoseph tidak perduli dengan apapun yang di ucapkan oleh Yoseph. Dia benar-benar mencemaskan adiknya.


"Mas.. kamu dengar tidak sih apa yang aku katakan?" tanya Sofie, dan kali ini dia berbicara sedikit lebih keras dari sebelumnya.


Sampai ibu kandung Sofie memegang tangan Sofie dan menariknya sedikit agar bisa bicara pada anaknya itu.


"Apa seperti itu caramu bicara dengan suami mu?" tanya Ranti menekan kuat lengan Sofie.


"Jangan membuat masalah, ibu tidak tahu apa yang terjadi. Tapi jelas kalau nak Yoseph terlihat kesal padamu. Bersikap baiklah, atau sesuatu yang buruk bisa saja terjadi!" seru Ranti lagi.


Sofie hanya bisa mendengus kesal, lagi-lagi dia yang harus mengalah, lagi-lagi dirinyalah yang harus berkorban. Sofie bahkan sudah mengepalkan tangannya sanking kesalnya, dia selalu merasa seperti menjadi seseorang yang hanya bisa dijadikan alat untuk membuat keluarga tetap dalam kondisi baik dan tercukupi. Sofie sebenarnya sangat muak dengan semua itu, untuk menyelamatkan perusahaan keluarga nya dia harus menjatuhkan harga dirinya sejatuh-jatuhnya di depan Yoseph. Dan menerima semua tindakan dan perlakuan Yoseph padanya, berpura-pura mencintainya. Semua itu sungguh membuat Sofie tidak bahagia.


Ranti melepaskan Sofie, dan meminta agar Sofie tersenyum saat ada tamu lain memberinya ucapan selamat. Sofie menghela nafas dalam dan hanya bisa menuruti ibu nya itu.


Beberapa waktu pun berlalu, acara pernikahan sudah selesai. Keluarga Sofie pamit pulang, dan asri terlihat mulai pucat, dia duduk di sofa dan membiarkan make up artist nya melepaskan semua hiasan kepala dan juga menghapus serta membersihkan riasan dari wajahnya. Begitu pula dengan Sofie.


Sementara itu Yoseph tampak keluar dari dalam kamar dengan sudah melepaskan setelan jasnya, dia hanya memakai kemeja yang digulung sampai di siku lalu berjalan cepat sambil mengambil kunci mobil dari dalam laci penyimpanan.


Sofie yang melihat itu langsung bangun dari posisi duduk nya dan mengejar Yoseph. Sofie berlari dengan tidak memakai alas kaki dan mengangkat gaunnya tinggi agar langkahnya semakin mudah. Setelah dirasa cukup dekat dengan Yoseph, Sofie lantas menarik tangan Yoseph.

__ADS_1


Membuat Yoseph menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Sofie. Asti yang juga terkejut karena Sofie tiba-tiba berlari pun mengikutinya dan ikut berhenti ketika Yoseph menoleh ke arah ibunya itu.


"Mas mau kemana?" tanya Sofie pelan.


"Aku mau ke rumah Yoga!" jawab Yoseph singkat padat dan jelas.


Tapi ketika Yoseph ingin berbalik dan melangkah meninggalkan Sofie. Wanita itu malah menghadangnya dengan merentangkan kedua tangannya di depan Yoseph.


Sofie menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Mas jangan lakukan ini, ini adalah malah pernikahan kita. Mas tidak boleh meninggalkan aku sendirian!" ujar Sofie menunjukkan sikap protesnya pada Yoseph dengan nada manja seperti biasanya.


Kalau biasanya Yoseph tidak akan menolak apapun permintaan Sofie ketika dia sudah menunjukkan sifat manja. Tapi kali ini Yoseph malah menatap Sofie dengan tajam.


"Jangan berpura-pura tidak tahu apapun Sofie, ini semua juga karena dirimu!" seru Yoseph membuat Sofie menurunkan tangannya karena terkejut.


Sofie mengira setelah dia bicara dengan manja pada suaminya itu, maka Yoseph akan menurut. Tapi Sofie tertegun, karena Yoseph bahkan masih menyalahkan nya akibat ketidakhadiran Yoga di pernikahan mereka.


Sofie makin dibuat emosi karena Yoseph juga perduli pada gadis yang telah merebut cinta Yoga itu. Kekesalan Sofie bertambah menjadi bertumpuk-tumpuk.


"Tidak mas, kamu tidak boleh pergi. Yoga pasti sedang berada bersama gadis itu, memangnya kamu tahu dia dimana?" tanya Sofie kesal.


Sofie memang sangat kesal, tapi otaknya juga tidak boleh terpengaruh. Bagaimana pun, dia tidak boleh membiarkan Yoseph meninggalkan nya di malam pernikahan mereka. Atau dia akan menjadi bulan-bulanan bagi teman-teman satu profesi nya. Saat resepsi tadi saya sudah banyak media yang membicarakan dirinya, kenapa adik iparnya tidak hadir.


Bahkan ayah dan ibu mertuanya malah memilih bungkam tidak menanggapi, hal ini sama sekali tidak baik bagi karirnya. Dan jika Yoseph juga meninggalkan nya dan mencari Yoga di malam pernikahan mereka. Maka semua itu pasti akan jadi aib bagi dirinya.


Yoseph sempat terdiam, tapi kemudian dia berjalan melewati Sofie begitu saja.


"Mas!" teriak Sofie.


"Sofie..!" bentak Asti yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Kenapa kamu membentak suami mu?" tanya Asti kesal.


Sofie langsung merubah ekspresi kesalnya menjadi sedih.


'Nenek tua ini benar-benar merepotkan, memang apa yang harus aku lakukan untuk menahan mas Yoseph agar tidak pergi!' keluh Sofie dalam hatinya.


Sofie menunduk dan meminta maaf.


"Maaf Bu, tapi mas Yoseph akan pergi. Aku tidak mau malam pernikahan...!"


"Malam pernikahan... malam pernikahan!" teriak Yoseph kesal.


"Memang akan ada apa di malam pernikahan? kira bahkan sudah terbiasa tidur bersama bukan?" tanya Yoseph pada Sofie karena sangat kesal.


Sofie membelalakkan matanya tak percaya kalau Yoseph akan mengatakan hal itu Dwi depan ibu mertuanya. Sementara itu Asti terlihat menghela nafasnya berat.


Dia juga bukan tidak tahu kalau hubungan Sofie dan Yoseph memang sudah seperti itu. Asti hanya menepuk bahu Sofie dengan lembut.


"Sudah, biarkan dia pergi!"


"Tapi Bu..!" bantah Sofie.


"Dengar Sofie, masuklah ke dalam kamar mu. Ibu sudah sangat lelah. Ibu tidak mau ada keributan lagi!" seru Asti.


Sofie benar-benar sangat kesal, dia bahkan tidak bisa memperjuangkan hak nya di rumah ini. Sofie mengepalkan tangannya dengan kuat. Meskipun begitu, dia tetap berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Yoseph kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah. Dan Asti hanya bisa memijit kepalanya yang sejak tadi terasa pusing dan terus berdenyut tak karuan.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2