
Aku masih terus mengomel dalam hati, alasannya tak lain adalah karena kak Yoga mengatakan kalimat seperti itu membuat Bu tari bisa saja salah paham dan mengira kak Yoga memintanya pulang bersama.
"Maksud pak Yoga kita bisa pulang bersama begitu?" tanya Bu Tari.
Aku langsung mencebikkan bibir ku.
'Nah kan bener, dikiranya ngajakin pulang bareng. Terus buat apa gue disini?' tanya ku dalam hati.
Aku langsung bangkit berdiri setelah Bu Tari mengatakan hal itu.
"Rasti, kamu mau kemana?" seru kak Yoga.
Aku langsung menoleh ke arahnya.
"Pulang lah, mau kemana lagi?" tanyaku setelah menjawab pertanyaan dari kak Yoga.
"Tunggu sebentar Rasti!" ucapnya dan aku pun menghentikan langkah ku.
"Maaf sekali lagi Bu Tari, saya akan katakan yang sebenarnya, saya tidak bermaksud mengajak Bu Tari pulang bersama. Jadi saya mohon maaf!" ucap kak Yoga.
Aku terdiam, kalau aku yang dia ajak bicara seperti itu, aku pasti juga akan sedih. Aku tahu perasaan berada di posisi Bu Tari saat ini. Aku menoleh ke arah Bu Tari dan benar saja, dia sedang menunduk.
"Baiklah pak Yoga, saya permisi!" ucapnya lalu pergi dengan langkah yang terburu-buru.
Kak Yoga menghampiri ku.
"Kamu tidak marah lagi kan?" tanya nya kemudian.
"Aku tidak tahu kalau kamu sudah ada janji dengan wanita lain, kalau aku tahu aku tidak akan ke sini!" ucapku ketus pada kak Yoga.
Aku malah tidak menjawab apa yang dia tanyakan dan malah mengalihkan ke rasa kesal ku melihat Bu Tari di tempat ini.
"Rasti, aku tidak memintanya kemari. Aku bahkan tidak tahu kalau dia ada di sini!" jelas kak Yoga.
Aku tidak memperdulikannya lalu melemparkan kunci mobil padanya. Setelah dia membuka kunci otomatis nya, aku membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
Hal yang sama juga di lakukan oleh kak Yoga. Dan kami pun melaju meninggalkan area sekolah. Beberapa lama meninggalkan area sekolah kami sampai di sebuah toko makanan cepat saji. Kak Yoga turun dan mengajak ku untuk turun.
__ADS_1
"Ayo turun, kamu mau burger apa?" tanya kak Yoga.
Aku hanya melipat tangan ku di depan dada dan bicara tanpa melirik ke arahnya.
"Tidak mau turun, kan kamu yang mau belikan. Terserah kamu saja!" jawab ku masih dengan nada ketus.
Dia menutup pintu mobil dan pergi, aku memang masih kesal dengannya. Sepanjang jalan tadi dia terus mengajak ku bicara tapi aku tidak menanggapi nya dan cenderung memalingkan wajah ku ke arah lain.
Beberapa menit kemudian kak Yoga keluar dari toko makanan cepat saji itu dengan membawa dua bungkusan besar. Aku mengangkat alis ku ketika melihat itu.
Dia masuk ke dalam dan meletakkan bungkusan itu di jok belakang.
"Tidak bosan menunggu kan?" tanya nya sambil tersenyum.
Aku rasa aku juga harus berhenti marah padanya, bukan karena burger yang dia belikan. Tapi sejak tadi meskipun aku kesal dan marah padanya, bahkan ketus saat bicara dengannya. Tapi dia masih tetap tersenyum dan sepertinya tidak kesal sama sekali padaku.
Akhirnya aku hanya menggeleng kan kepala saja tapi tetap tidak bicara padanya. Hanya saja sikapku tidak ketus seperti tadi.
Kak Yoga melajukan mobilnya meninggalkan area toko makanan cepat saji menuju ke rumahnya. Beberapa menit kemudian kami tiba dan dia terlihat turun lalu membuka gerbang dan memasukkan mobil ini ke dalam garasi. Aku pikir mungkin aku akan lama disini. Karena jika hanya sebentar kak Yoga tidak akan memasukkan mobilnya ke garasi dan hanya memarkirkan nya di depan pintu gerbang saja.
Setelah itu kak Yoga turun dari mobil dan membukakan pintu untukku.
"Sama-sama sayang!" balasnya.
Kak Yoga mengambil bungkusan makanan di jok belakang lalu kembali mengunci mobil secara otomatis. Kami berjalan ke arah pintu.
"Kuncinya ada di saku celana ku!" kata kak Yoga yang kedua tangannya memang penuh dengan barang-barang.
Dia buah bungkusan makanan yang besar juga tas kerjanya.
"Di saku sebelah mana?" tanya ku pada kak Yoga.
"Kanan bagian depan!" jawab nya dengan cepat sambil memposisikan tubuhnya sedikit menyerong ke kekiri.
Meski sedikit ragu, tapi aku tetap mengarahkan tangan ku ke arah saku kanan bagian depan dari celana kak Yoga. Sebisa mungkin aku tidak menyenggol yang lain, tapi tangan ku yang latah malah membuat kak Yoga sedikit mundur.
"Maaf kak!" ucapku setelah merasa menyenggol sesuatu yang agaknya tidak boleh ku senggol.
__ADS_1
"Tidak apa-apa!" ucapnya.
Aku mendapatkan kuncinya dan membuka pintu rumah kak Yoga. Wajah kak Yoga terlihat biasa saja tapi aku bisa melihat telinganya memerah.
Aku mengikuti kak Yoga masuk ke dalam, kak Yoga meletakkan semua bungkusan makanan di atas meja makan. Aku membuka sepatu dan kaos kaki ku. Lalu menuju ke arah dapur.
"Kak Yoga mau minum apa?" tanya ku.
"Yang dingin saja! aku ganti baju dulu ya!" jawabnya lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya dengan cepat.
Dan aku langsung membuka pintu lemari pendingin dan mengeluarkan dua buah kaleng minuman soda lalu menuangkannya ke adalah gelas. Aku menambahkan beberapa es batu ke dalamnya.
Aku letakkan kedua gelas minuman itu di atas meja lalu mencuci tangan ku di wastafel dengan sabun yang sudah tersedia. Setelah itu aku duduk di dan membuka isi bungkusan burger itu lalu meletakkan di piring. Ternyata kak Yoga juga membeli beberapa potong ayam goreng. Aku mengeluarkan semuanya.
Tapi sudah hampir lima belas menit dan kak Yoga tak kunjung keluar dari dalam kamarnya.
"Ih kak Yoga lama amat sih!" gumam ku yang sudah tidak sabar melihat burger dengan dobel keju itu di depan ku.
Burger itu seperti sudah memanggil-manggil ku agar cepat untuk melahapnya ke dalam mulut ku.
'Sabar ya burger, sebentar lagi lu, gue makan ya!' ucapku dalam hati sambil mengelus-elus pelan roti ban yang bertaburan wijen.
Dan saat aku sentuh, roti itu masih hangat. Sungguh membuat ku menjadi lapar mendadak.
Aku masih melihat ke arah pintu kamar kak Yoga yang masih tertutup. Karena tak sabar, aku bangkit berdiri lalu menghampiri pintu kamar kak Yoga.
Tok tok tok
"Kak Yoga! masih lama ya?" tanya ku.
Dan tidak ada jawaban dari dalam sana. Aku langsung memegang handle pintu kamar dan membukanya perlahan.
"Gak ada, kak Yoga dimana?" gumam ku sambil masuk ke dalam kamar kak Yoga.
Aku mendengar suara di dalam kamar mandi. Aku mendekati pintu kamar mandi dan mencoba mendengarkan lebih jelas suara apa yang sebenarnya aku dengar itu.
***
__ADS_1
Bersambung...