Pak Guru, Love You

Pak Guru, Love You
Pembagian Peran


__ADS_3

Drama musikal Romeo dan Juliet, mendengarnya saja aku sudah merinding. Akan seperti apa ya saat pertunjukan nanti. Dan siapa pula yang bakalan jadi Romeo dan Juliet nya, yang jelas sih pastinya bukan aku.


Kalau untuk yang jadi Romeo sih di kelas ini cukup banyak stok cowok ganteng ya, ada Yusuf, salah satu uang paling alim dan pendiam, tapi dia juga tampan, lalu duo sepupu yaitu Dodo dan David. Dodo yang pintar, tidak banyak tingkah dan tampan, sedangkan David yang konyol nya gak ketulungan tapi juga lumayan tampan.


Menurut ku sih kalau aku urut kan seperti aku mengurutkan, Al Ghazali, Vereel Bramasta, dan Chaesar Hito. Maka urutannya adalah Yusuf, Dodo dan David.


Aku terkekeh geli sendiri karena bahkan aku sudah memberi peringkat ketampanan pada mereka, itu sih tergantung selera ya. Tapi aku juga merasa kalau beberapa teman sekelas ku ini juga pantas jadi Juliet, mungkin Irma yang centil itu dan Yusita bisa jadi kandidat terkuat. Mereka itu seperti Feby restanti, dan juga Feby Palwinta. Tunggal siapa yang suka wajah sedikit oriental atau pribumi.


"Baiklah, sekarang kalian tulis nama kalian masing-masing pada selembar kertas, sobek buku kalian satu lembar dan tulis nama kalian dengan huruf kapital, silahkan!" seru ibu Davina.


Kami pun langsung menuliskan nama kami di atas kertas, aku bahkan langsung merobek buku ku baru menulisnya dan hasilnya tulisannya sedikit tembus pandang karena tercetak ke sebalik kertas itu.


"Bagi kertas dong Ras! gue gak bawa buku tulis!" seru Dewi yang langsung menarik buku yang ku jadikan alas untuk menulis.


"Astaga Dewi, gak pakai nyerobot berapa?" tanyaku terkejut tapi juga kesal pada Dewi, karena dia menarik tiba-tiba buku yang ku jadikan alas, akhirnya tulisan ku jadi miring.


"Goceng, boleh kurang tapi gak boleh nawar!" jawab nya asal.


Aku langsung menggelengkan kepala ku, rasanya akan percuma berdebat dengan Dewi.


Aku langsung melipat kertas yang sudah aku tulis nama, dan mengumpulkan nya kepada Bu Davina.


Satu persatu para siswa mengumpulkan kertas yang sudah bertuliskan nama masing-masing kepada ibu Davina. Aku jadi penasaran, tapi kurasa dari apa yang Bu Davina minta kali lakukan, aku pikir pasti akan dipilih secara random.


Setelah semua mengumpulkan kertas yang diminta, Bu Davina lalu melanjutkan memberitahu kami.

__ADS_1


"Jadi kertas yang ada di tangan saya ini, saya akan meminta salah seorang mengambilnya dengan mata tertutup, saya akan menyebutkan peran sebagai apa perempuan, dan ketika dia mengambil jika itu adalah perempuan maka peran itu miliknya, tapi jika itu laki-laki maka akan di ambil lagi kertas yang lain!" jelas Bu Davina panjang lebar.


Tapi aku sih mengerti maksudnya, jadi peran apa yang aku mainkan tergantung tangan si pemilih itu.


"Mengerti semuanya, apa ada yang keberatan?" tanya Bu Davina memastikan kami semua setuju dengan cara nya membagikan peran.


"Mengerti Bu!" jawab kami serempak.


"Baiklah, Marco silahkan ke depan dan tolong lepaskan dasi mu dulu ya, untuk menutup mata kamu saat memilih peran untuk mu dan juga teman-teman mu!" ucap Bu Davina dan Marco segera menuju ke depan lalu menutup matanya dengan dasinya sendiri.


"Baiklah yang pertama, mati kita cari tokoh utama pria nya, silahkan Marco, pilih dari kertas yang ada di depan kamu!" ucap Bu Davina mengarahkan tangan Marco di kertas yang sudah di susun oleh Bu Davina di atas mejanya.


Para cowok sepertinya juga sangat antusias dengan hal ini, bahkan David yang biasanya pecicilan dan tidak mau diam, kali ini dia seperti ikut serius memperhatikan. Dia diam saja.


Bukan hanya para cowok, aku bahkan penasaran sekali siapa yang akan mendapatkan peran sebagai Romeo, tokoh utama pria nya. Dan yang pasti, dia yang akan paling banyak dialognya.


"Oho, lihat siapa yang akan menjadi Romeo, dia adalah.... Marco!" ucap Bu Davina lalu menunjukkan kertas itu kepada kami semua.


Bukan hanya kami yang terkejut, Marco yang mengambil kertas itu sendiri langsung membuka dasi yang dia pakai untuk penutup matanya. Kurasa dia bahkan tidak menyangka akan hal itu.


"Romeo, saya Bu?" tanya Marco tak percaya.


Aku sih sedikit kecewa ya, karena sesungguhnya aku berharap Yusuf yang jadi pemeran utama prianya dan memerankan Romeo, aku kan ingin melihat bagaimana cowok kalem ini berakting dan berekspresi di atas panggung. Tapi kurasa Marco juga tidak buruk, jika di tambah lagi urutan ketampanan dikelas ini, dia berada di nomer empat.


"Iya, Marco kamu jadi Romeo. Yusita tolong tis dan catat, siapa yang berperan sebagai siapa ya!" perintah Bu Davina.

__ADS_1


"Baik Bu!" ucap Yusita lalu kembali mengeluarkan buku tulis dan juga pulpen yang tadi sudah dia masukkan ke dalam tas nya.


Tidak heran sih Bu Davina menyuruh Yusita, karena memang dari kami semua, tulisan Yusita yang paling rapi dan bagus, tulisan nya itu mempunyai ciri khas, hingga siapapun yang melihatnya akan tahu kalau itu adalah tulisan Yusita.


"Marco silahkan tutup kembali mata kamu dengan dasi itu!" seru Bu Davina.


Marco pun menurut lagi, dia kembali mengikat dasi itu untuk menutupi matanya.


"Dan sekarang kita akan pilih siapa yang akan berpasangan dengan Romeo kita, Marco ya! silahkan Marco ambil satu buah nama yang akan menjadi Juliet nya Marco!" ucap Bu Davina.


Dan apa yang dikatakan oleh Bu Davina itu berhasil membuat kami terkekeh. Terlihat Marco menggaruk tengkuknya yang pastinya tidak gatal.


Dia juga sudah meraih satu buah kertas dan mengangkat nya ke atas. Kembali Bu Davina meraih kertas itu dan membaca nama yang tertera di sana.


"Yusita!" ucap Bu Davina sambil menunjukkan kertas itu pada kami semua.


Aku melihat ke arah Yusita, tapi dari ekspresi nya dia terlihat tidak senang. Aku lalu melihat ke arah Marco juga, dan seperti nya mereka berdua sedang menunjukkan ekspresi yang sama yaitu tidak senang.


Peran demi peran di pilih, dan aku mendapatkan peran sebagai ibu tiri Juliet yang akan terus membujuk ayah Juliet yang di perankan oleh David, kenapa juga aku bisa berpasangan dengannya. Aku terus membujuk ayah Juliet agar dia membenci Romeo, dengan terus mengingat kan tentang tahta dan harta, perbedaan yang bagai bumi dan langit.


Nina berperan sebagai sahabat Juliet, dan Dewi berperan sebagai gadis penjual roti yang jatuh cinta pada Romeo, namun cintanya bertepuk sebelah tangan.


Beberapa dipilih untuk bermain gitar juga piano, juga Sera salah satu anggota Choir menjadi vokalis wanitanya, sedangkan vokalis prianya Yusuf.


"Baiklah, semuanya sudah ingat peran masing-masing ya. Selesai ujian, kita akan latihan setiap pulang sekolah. Sekian, terimakasih!" ucap Bu Davina lalu meninggalkan kelas kami.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2